OMA MERI MARAH

Oma Meri baru saja datang dari Sulawesi mengunjungi anaknya di Jawa.
Saat hari Minggu, dia ke gereja. Di depan gereja dia disambut penyambut tamu yang sedang bertugas.

“Anda mau duduk di mana, Oma?” tanya penyambut tamu itu dengan ramah.

“Oh, tentu saja di kursi paling depan,” jawab oma Meri.

“Wah, Anda pasti tidak mau duduk di sana,” kata si penyambut tamu.
“Pendeta kami kalau berkhotbah kadang membosankan dan bikin ngantuk.”

“Anda tahu siapa saya?” tanya si tamu.

“Tidak.”

“Aku ibunya pendeta yang kau maksud itu!” kata Oma Meri dengan marah.

“Anda tahu siapa saya, Oma?” tanya penyambut tamu dengan muka merah.

“TIDAK!”

Dengan wajah lega si penyambut tamu berkata, “Oh, syukurlah!”
(Kiriman : Evi)