Mormon

Saudara/i ykk,

Tiga bulan silam ketika diundang melayani di Jepang, salah satu tema utama yang diminta adalah soal ajaran ‘Mormon & Saksi Yehuwa’ yang sekarang aktif bekerja di sana. Tiga minggu yang lalu seorang teman dari Wina meminta agar ditulis artikel soal ‘Mormon’, soalnya sekarang di sana banyak terlihat aktivitas aliran ini. Belum lama ini, anak penulis di Jakarta makan di Warteg dan di situ juga makan 4 orang (3 orang Barat) yang memperkenalkan diri sebagai misionari ‘Gereja Yesus Kristus dari Orang Suci Pada Zaman Akhir.’ Aliran apakah ini?

Mormon adalah aliran yang memang sedang naik daun baik di negeri asalnya USA maupun di Indonesia, bahkan majalah Christianity Today (June 15, 1998) memuat perkembangan mencolok aliran Mormon di Amerika Serikat sebagai cover story dengan judul ‘Mormons on the Rise’. Di Indonesia memang aliran Mormon sudah lama masuk dan mendirikan gereja pula, namun perkembangannya yang mencolok terjadi setelah kunjungan Gus Dur ke Salt Lake City, Utah, USA untuk berobat mata telah membuka kemungkinan perkembangan aliran ini di Indonesia mendapat dukungan politis. Daya dorong lainnya adalah penyebaran pelatihan pengembangan diri ‘The 7 Habits of Highly Effective People’ yang bernafaskan doktrin Mormon yang ditulis oleh Stephen Covey, seorang penatua/pengajar di Provo, Utah, pusat pelatihan misi Mormon.

SEJARAH

Gereja Mormon atau yang disebut ‘Gereja Yesus Kristus dari Orang Suci Zaman Akhir’ (The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints) adalah aliran khas Amerika karena lahir disana sebagai agama yang baru sekalipun dalam tradisi kekristenan, namun dalam penyebarannya juga meluaskan diri keseluruh dunia termasuk ke Indonesia. Gereja Mormon didirikan oleh Joseph Smith di Amerika Serikat yang menurut pengakuannya pada umur 18 tahun bertemu dengan malaikat yang bernama Moroni yang memberitahu kepadanya bahwa didekat New York ia akan menemukan lempeng-lempeng emas yang akhirnya pada tahun 1830 terjemahannya diterbitkan sebagai ‘Kitab Mormon.’ Gerakannya mencuat dibawah kepemimpinan Brigham Young ketika mereka mengembara dan mendirikan negara bagian Utah dengan ibukotanya Salt Lake City.

Kitab Mormon berisi lukisan sejarah Amerika dimulai pada zaman purbakala sampai tahun 420M yang isinya menceritakan bahwa sesudah kekacauan bahasa di Babel (Kej.11) datanglah manusia pertama ke Amerika (disebut sebagai orang ‘Yaredit’) dan kemudian di tahun 600SM menyusul ras Yahudi yang lain yang mengungsi pada zaman Zedekia yang terpecah menjadi orang ‘Lamit’ dan ‘Nefit’. Orang Lamit berkulit merah dan menjadi nenek moyang bangsa Indian Amerika.

Orang Nefit dimusnahkan oleh orang Lamit pada tahun 384SM, dan tinggal nabi Mormon dan anaknya Moroni yang kemudian menampakkan diri pada Joseph Smith. Joseph Smith mendirikan gereja Mormon pada tahun 1830 dan kemudian diteruskan oleh Brigham Young sebagai nabi. Karena pengajaran mereka yang tidak sesuai dengan kekristenan Alkitab dan karena praktek mereka yang berpoligami, maka kemudian mereka banyak mengalami hambatan di abad ke-19 dan ber’eksodus’ membentuk negara bagian Utah dengan ibukotanya Salt Lake City yang dianggap sebagai ‘Tanah Perjanjian Israel Yang Terhilang’ dan menjadi tempat suci mereka (Sion).

AJARAN MORMON

Allah dianggap menyerupai manusia. Dia adalah seorang pribadi. Dia berbicara dan telah berbicara kepada manusia. Dia telah dimuliakan, dan menurut ukuran manusia, Dia adalah Mahabijak dan Mahakuasa. Tetapi Dia penuh kasih dan baik hati. Dia adalah Bapa Roh semua orang dan Dia mempunyai pertimbangan kebapaan dan perhatian terhadap anak-anakNya. Pekerjaan dan kemuliaanNya terletak dalam kesejahteraan mereka yang kekal.

Yesus adalah PutraNya, dilahirkan secara jasmani dan diperanakkan oleh Roh Allah. Dia hidup, mati dan dibangkitkan dalam arti yang benar-benar seperti yang dilaporkan kembali dalam Perjanjian Baru. Dia adalah Juruselamat dan Penebus manusia menurut rencana yang telah disusun sebelum dunia ini diciptakan. Meskipun demikian, Dia tetap hidup, Seorang dengan bentuk dan kepribadian yang nyata. Roh Kudus adalah suatu pribadi roh, walaupun demikian, juga seorang Pribadi tersendiri. Ketiganya ini membentuk ketuhanan.

Yang menjadi dasar dalam ajaran Mormon ialah azas mengenai wahyu modern, sebab bila Allah berbicara pada zaman dahulu, maka Allah juga tetap dapat menyatakan wahyunya pada masa kini. Alkitab bagi orang Mormon adalah firman Allah, ditulis oleh manusia dan menjadi dasar ajaran Mormon. Tetapi disadari bahwa kekeliruan telah menyusup ke dalam karya suci ini disebabkan caranya kitab ini sampai kepada manusia. Melengkapi Alkitab, Mormon memiliki tiga kitab lain. Kitab Mormon, Ajaran dan Perjanjian, dan Mutiara yang Sangat Berharga. Ketiganya + Alkitab menjadi kitab patokan bagi gereja, namun dari keempatnya, ‘Kitab Mormon’lah yang dianggap tidak bisa salah dan memiliki otoritas tertinggi.

Manusia adalah ciptaan Allah dan sesungguhnya adalah anak Allah dan individu yang penting. Rohnya diperanakkan dari Allah, akibatnya semua orang adalah saudara Yesus dalam arti yang sebenarnya. Manusia dilahirkan tanpa dosa dan akan dihukum karena dosa-dosanya sendiri dan bukan karena pelanggaran Adam. Manusia diberikan kehendak bebas untuk memilih perjalanan hidupnya, dan bila ia memilih yang baik (dhi. Sesuai kitab Mormon), maka ia akan menjadi ‘ilah-ilah’ memasuki kehidupan yang kekal.

Dalam filsafat Orang-Orang Suci Zaman Akhir, tidak ada surga yang statis, ataupun neraka api panas. Surga terletak dalam pertumbuhan yang berasal dari perbaikan dan hasil. Itulah tempat bagi mereka yang telah berhasil mencapai tujuan ini melalui kepatuhan akan perintah-perintah Tuhan. Manusia bebas memilih jalannya sendiri. Dalam ajaran agama orang-orang Mormon, tidak ada soal takdir. Kebebasan memilih adalah karunia yang kudus, dianugerahklan secara ilahi. Tuhan memberikan hak yang tak dapat diganggu gugat kepada manusia untuk memilih jalannya sendiri, antara yang baik dan jahat, antara hidup dan kehancuran.

Ada dua macam imamat, Harun dan Melkisedek, yang merupakan persekutuan lebih tinggi, yang meliputi semua wewenang Imamat Harun, pada hakekatnya menyangkut persoalan kerohanian. Di dalam setiap persekutuan Lingkungan dan Wilayah ada berbagai tingkat – Diaken, Pengajar dan Imam pada Imamat Harun; Penatua, Tujuh Puluh dan Imam Besar pada Imamat Melkisedek. Anak laki-laki ditahbiskan sebagai Diaken pada umur 12 tahun jika hidupnya sesuai dengan azas-azas Injil. Kalau mereka dewasa, mereka ditahbiskan ke pelbagai jabatan, bergantung kepada kehidupan mereka. Setiap jabatan mempunyai tanggung jawab dan kekuasaan yang khusus. Di antaranya adalah wewenang untuk membaptis, melayani sakramen, mengetahui berbagai kelompok dan suatu contoh yang paling penting ialah memimpin Gereja itu sendiri.

Jemaat berkumpul di hari minggu pagi di gereja dan kemudian berkumpul dalam kworum-kworum, yaitu kelompok jemaat setempat yang memegang jabatan Imamat yang sama. Selesai ini ada sekolah minggu untuk semua kelompok umur (12 kelas). Minggu sore diadakan doa dan kunjungan untuk orang sakit dengan penumpangan tangan, dan minggu petang ada kebaktian yang diisi Sakramen Perjamuan Tuhan. Baptisan juga diberikan kepada orang mati bahkan orang mati juga masih bisa di-Injili.

MISI MORMON

Misi Mormon luar biasa, saat ini disebut telah memiliki 10 juta lebih anggota dengan 56 ribu lebih utusan misi yang bekerja di lebih dari 160 negara termasuk Indonesia. Gereja Mormon memiliki 15 pusat pelatihan misi, dan yang terbesar bertempat di ‘Provo’. Mereka juga memiliki Brigham Young University dengan 29.000 mahasiswa yang merupakan universitas swasta terbesar di Amerika Serikat. Salah satu dosen BYU dan pusat pelatihan di Provo adalah Stephen Covey yang terkenal dengan bukunya ‘The 7 Habits of Highly Effective People.’

Tidak dapat disangkal bahwa salah satu alasan perkembangan pesat Mormon juga didorong populernya ajaran Mormon yang senafas dengan ‘New Age’ yang dipopulerkan melalui sistem pelatihan bisnis ‘7 Habits’ yang bernafas ajaran Mormon yang populer di seluruh dunia. Dalam ajaran ‘7 Habits’ yang disebut ‘Prinsip’ tidak lain adalah ‘kemandirian’ manusia yang bebas dari dosa (paradigma lama yang harus dihilangkan), dan yang disebut sebagai ‘Pro-Aktif’ adalah tindakan manusia mandiri yang dengan ‘kehendak bebas’nya memilih ‘lingkaran pengaruh’ atau ‘lingkaran kepedulian’ dan menjadikannya sebagai ‘manusia berhasil’ (ibarat ilah-ilah yang kekal).

Misi Mormon lebih banyak dilakukan oleh generasi muda. Sekalipun umumnya para pimpinan dan terutama ke-12 Rasul kepala umumnya sudah sangat senior dan tua, pimpinan tertinggi atau presidennya bernama ‘Gordon B. Hinckley’ sudah berumur 90 tahun, dan bila ia meninggal maka penerusnya adalah mereka dari ke-12 Rasul yang melayani paling lama, tiga perempat aktivis gereja Mormon adalah angkatan muda! Pelayanan lebih banyak dilakukan oleh kaum awam dengan biaya sendiri dimulai umur 12 tahun. Seumur mereka, umumnya pada umur produktif, mereka menyerahkan dua tahun hidup mereka melayani sebagai utusan misi Mormon dengan biaya sendiri/keluarga. Selain 85 pimpinan teras gereja Mormon, lainnya melayani dengan biaya sendiri.

Dari beberapa uraian yang diringkas dari buku-buku Mormon ini dapatlah kita lebih berhati-hati dengan ajaran Mormon yang sebenarnya bukan kristen namun menggunakan label ‘kristen’ yang mempercayai Yesus yang bukan ‘Tuhan Yesus Alkitab’ dan mengajarkan jalan keselamatan melalui pilihan bebas (pro-aktif) berdasarkan kehendak bebas manusia yang mandiri. Ini berarti menolak penebusan ‘Yesus di kayu salib’ atau Yesus sebagai Juruselamat manusia, karena Yesus hanya dianggap sebagai mitra manusia dalam mencari keselamatannya sendiri-sendiri.

Salam kasih dari Herlianto/YBA.