MENUMPUK BARA API

Seorang ibu tersedu-sedan mengadu kepada pendetanya, karena mendapat perlakuan tidak senonoh dari suaminya yang ringan tangan. Percekcokan selalu mewarnai kehidupan keluarga itu.

Maka, pendeta pun bertanya, “Sudahkah Ibu menumpukkan bara api di atas kepalanya?” (Maksud pendeta adalah membalas kejahatan dengan
kebaikan/kasih seperti dalam Roma 12:20).

Tetapi, rupanya ibu itu salah paham. Maka dengan antusias dan spontanitas sambil mengusap air mata ibu itu berkata, “Kalau bara api sih belum pernah, tapi kalau kopi panas, sering ….”

(Sumber : E-Humor)