Kubur Kosong

Kebangkitan Kristus dari antara orang mati adalah sentral iman Kristen, sesuai dengan firman Tuhan (1 Kor 15:3-4, 20). Ada beberapa pokok pemikiran dan pertanyaan yang harus dijawab untuk memahami hal ini.

Kebangkitan Yesus, Fakta atau Fiksi?
Tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus.
Lukas 24:1-2

Dalam pelayanannya selama tiga setengah tahun Yesus banyak menyembuhkan orang sakit, melakukan mujizat, mengusir setan dan yang paling utama mengajar serta memberi teladan. Yesus juga banyak membuat pernyataan mengenai statusnya sebagai Allah bahkan mengaku telah ada sebelum Abraham lahir (Yoh 8:58). Jika kita merenungkan hal ini dari sudut pandang orang Israel pada saat itu, maka perkataan dan perbuatan Yesus adalah penghujatan tingkat tinggi dan patut mendapat hukuman mati.

Tidak heran jika orang Israel sangat sulit untuk percaya kepada pernyataan Yesus. Itulah sebabnya Yesus melakukan banyak mujizat yang menyertai pengajarannya sebagai bukti dari kekuasaannya. Tetapi semuanya tidak akan berarti apa-apa jika pada akhirnya Yesus kemudian mati seperti seorang nabi biasa, seorang manusia biasa, bahkan sebagai seorang penghujat yang terkutuk.

Ketika Yesus ditangkap dan kemudian dihukum mati murid-muridnya tercerai-berai bahkan ada yang sampai berkhianat. Mungkin murid-murid tersebut berpikir bahwa semuanya sudah berakhir dengan sia-sia, semua yang dikatakan Yesus adalah kebohongan belaka. Mereka juga lupa bahwa Yesus pernah berkata bahwa Ia akan bangkit pada hari yang ketiga sehingga perlu diingatkan oleh Malaikat (Luk 24:6-7, Mat 16:21, 17:23). Ironisnya, justru imam-imam kepala dan orang Farisi yang ingat akan perkataan Yesus mengenai kebangkitannya pada hari ketiga sehingga mereka meminta kepada Pilatus untuk menjaga kubur Yesus (Mat 27:64).

Pemberitaan tentang kematian dan kebangkitan Yesus adalah alasan satu-satunya mengapa orang menjadi percaya bahwa Yesus adalah memang Tuhan. Kebangkitan Yesus yang membedakan dirinya dari nabi-nabi dan guru-guru yang lain. Tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang sama seperti Yesus. Dan tidak sekedar mati tetapi lebih dari itu, mati menanggung dosa umat manusia, bangkit kembali, naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa sebagai Tuhan dan Raja dari seluruh alam semesta.

Kebangkitan Yesus merupakan ujian terakhir (ultimate proof) dari semua pernyataan dan klaim Yesus (Yoh 2:18-22). Kalau Yesus tidak bangkit kembali maka semua yang pernah Ia katakan dan ajarkan adalah kebohongan belaka. Itulah sebabnya Rasul Paulus menulis dalam I Korintus 15:14 “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu.”

Banyak pihak yang tidak percaya kepada kebangkitan Kristus. Mereka mencoba menjelaskan bahwa kubur Yesus kosong karena mayat Yesus dicuri oleh murid-muridnya, atau bahwa Yesus tidak mati, sekedar pingsan atau mati-suri, atau Maria Magdalena datang ke kubur yang salah, dan berbagai macam penjelasan lainnya. Bagaimana kita menanggapinya? Bagaimana kita bisa benar-benar yakin bahwa Yesus sudah dibangkitkan dari kubur?

Para pengkritik mengatakan: Sejarah ditulis oleh pemenang, jadi tentu saja Alkitab menulis bahwa Kristus bangkit dari kubur untuk mendukung pernyataan Kristus yang lainnya. Apakah benar demikian? Tentunya tidak ada seorang pun yang mau percaya sesuatu hanya karena ada orang yang mengatakannya, tanpa ada bukti nyata. Apakah ada bukti-bukti seperti itu?

Saksi Mata
Selama 40 hari sejak hari kebangkitannya, Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena (Mrk 16:9-10), kepada wanita lain (Mat 28:9-10), kepada dua murid dalam perjalanan ke Emaus (Luk 24:13-32), kepada Petrus (Luk 24:34), kepada Tomas dan para rasul yang lain di loteng atas (Luk 24:36, Yoh 20:19, 20:26-31), kepada tujuh murid di laut Galilea (Yoh 21), kepada murid-murid di Galilea (Mat 28:16-20), kepada Yakobus (I Kor 15:7), kepada mereka semua yang menyaksikan Yesus naik ke Surga (Kis 1:9-10) dan kepada Paulus (I Kor 15:8, Kis 9:3-7, 27).

Rasul Paulus juga mencatat bahwa sesudah kebangkitannya, Yesus menampakan diri kepada 500 orang sekaligus, bahkan beberapa orang ada yang masih hidup pada saat Paulus menulis surat tersebut (I Kor 15:6). Rasul Paulus secara tidak langsung menantang pembaca surat Korintus untuk bertanya sendiri kepada para saksi tersebut.

Perihal kesaksian Maria Magdalena dan para wanita yang lain, patut dicatat bahwa pada masa itu, peranan wanita kurang mendapat perhatian, bahkan seorang wanita tidak dapat dijadikan saksi dalam suatu perkara di pengadilan. Tetapi penulis Alkitab menulis bagaimana Maria Magdalena menjadi orang yang pertama kali melihat Yesus sesudah bangkit. Tentunya jika penulis Alkitab mencoba membuat rekayasa, mereka tidak akan menulis bahwa seorang wanita menjadi saksi, karena hal tersebut akan membuat tulisan mereka tidak dipercaya. Tetapi penulis Alkitab harus mencatat apa adanya tanpa rekayasa, karena memang Maria Magdalena, dan wanita lainnya menjadi saksi kebangkitan Yesus. Kejujuran penulis Alkitab ini menjadi saksi bahwa peristiwa kebangkitan ini bukan rekayasa.

Kubur Yang Kosong
Perihal kubur yang kosong semua pihak baik murid-murid, imam-imam kepala dan orang Romawi mengakui bahwa kubur tersebut kosong. Pertanyaannya bagaimana kubur tersebut bisa kosong? Apakah ada yang mencuri mayat Yesus? Tidak ada alasan bagi orang Romawi untuk mencuri mayat Yesus, apalagi imam kepala dan orang Farisi. Dalam Matius 28:13 dikatakan bahwa sesudah mengetahui bahwa kubur Yesus kosong, imam-imam kepala berunding dan memutuskan untuk membuat kabar bohong, yaitu bahwa murid-murid Yesus mencuri mayat Yesus pada malam hari.

Apakah para murid mencuri mayat Yesus? Jika kita renungkan kondisi mereka pada saat itu, hal tersebut tidak mungkin terpikir dalam benak mereka. Mereka dalam keadaan hancur dan tercerai-berai, mereka begitu percaya kepada Yesus, tetapi kemudian Yesus ‘mengecewakan’ mereka ketika mati dikayu salib. Mereka bahkan tidak ingat bahwa Yesus pernah berkata bahwa Ia akan bangkit kembali pada hari yang ke tiga (Luk 24:5-8).

Jika benar para murid mencuri mayat Yesus maka semua pekerjaan dan pelayanan mereka, bahkan kematian mereka sebagai martir didasarkan pada kebohongan mereka sendiri. Itu pun dengan asumsi mereka bisa melewati pengawalan ketat dari tentara-tentara Romawi yang menjaga kubur Yesus, menggulingkan batu penutup pintu kubur yang sangat berat, melepaskan kain kafan dan melipatnya dengan rapi dan kemudian mengeluarkan mayat Yesus, semuanya dilakukan tanpa diketahui oleh para penjaga.

Lahirnya Gereja
Dalam Kitab Kisah Para Rasul pasal dua, dicatat bahwa pada hari Pentakosta, sesudah menerima pencurahan Roh Kudus di loteng atas, Rasul Petrus berkhotbah kepada orang banyak. Isi khotbah Rasul Petrus adalah mengenai kematian dan kebangkitan Yesus. Petrus mengatakan bahwa mereka semua sudah menyalibkan dan membunuh Yesus (ayat 23) kemudian Allah membangkitkan Dia (ayat 24), dan mereka semua adalah saksinya (ayat 32, kata “kami” dalam Alkitab Bahasa Inggris (KJV) diterjemahkan menjadi “kita”, “we all are witnesses”).

Tentunya dari sedemikian banyak orang yang hadir di situ pasti akan menolak dan menyanggah pernyataan Petrus jika mereka memang tahu bahwa Yesus tidak mati dan bangkit kembali. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, 3.000 orang bertobat pada hari itu, kemudian bertambah 5.000 dan kemudian hari semakin banyak orang menjadi Kristen (Kis 2:41-47) bahkan sampai sekarang.

Hanya dalam hitungan beberapa minggu dimulai dari Yerusalem, kota di mana Yesus disalib, kekristenan menyebar dengan pesat bahkan kemudian berhasil membuat kekaisaran Romawi bertekuk lutut. Dengan satu dasar yaitu bahwa Yesus Kristus mati disalibkan dan pada hari ketiga bangkit dari kematian.

Kesimpulan
Jadi berdasarkan keterangan saksi mata dan fakta bahwa kubur terbukti kosong serta proses bagaimana gereja lahir dengan begitu luar biasa memperlihatkan kepada kita bahwa tidak ada penjelasan lain selain dari pada bahwa Yesus memang benar-benar bangkit dari kematian.

Seorang pengacara dari Guyana bernama Sir Lionel Luckhoo (1914-1997) adalah pemegang Rekor Dunia sebagai pengacara paling sukses yang berhasil membela 245 kasus pembunuhan secara berurutan. Dua kali mendapat gelar Ksatria (Knight) dari Ratu Inggris Elizabeth II. Sebagai seorang pengacara ia merupakan orang yang sangat skeptis, sulit percaya kepada sesuatu kecuali ada bukti-bukti yang jelas. Sir Lionel membuat tulisan berjudul “The Question Answered: Did Jesus rise from the Dead”. Dalam buku tersebut Lionel membuat “perkara” untuk memeriksa apakah benar Yesus bangkit dari kematian.

Setelah melalui 7 pertanyaan dasar, Lionel memberikan vonis: “As a lawyer I do declare that the evidence is clear, irrefutable and points unmistakably to a positive YES. Yes, Jesus did rise from the dead.” (terj: “Sebagai seorang pengacara saya menyatakan bahwa bukti-bukti sudah jelas, tidak dapat disanggah dan menunjukkan bahwa BENAR. Benar, Yesus sudah bangkit dari kematian”)

Anda bisa membaca tulisan Sir Lionel dan bagaimana ia bisa sampai pada kesimpulan tersebut di alamat website:
http://www.hawaiichristiansonline.com/booklet5_cover.html

Bukti-bukti dengan jelas memperlihatkan bahwa Yesus memang benar sudah mati dan bangkit kembali, dan tidak sekedar bangkit, Ia juga sudah naik ke surga duduk di sebelah kanan Allah Bapa sebagai Tuhan dan Raja, dan barangsiapa percaya kepadanya akan diselamatkan dan menerima hidup kekal (Yoh 11:25-26). Jadi pertanyaannya sebenarnya adalah: Apakah anda percaya?

Mari kita renungkan sebuah lagu pujian yang memiliki lirik sebagai berikut:

Anak Allah Yesus namaNya
Menyembuhkan, menyucikan
Bahkan mati tebus dosaku
Kubur kosong membuktikan Dia hidup

S’bab Dia hidup, ada hari esok
S’bab Dia hidup, ku tak gentar
Kar’na ku tau, Dia pegang hari esok
Hidup jadi berarti s’bab Dia hidup

Sumber:
Alkitab Terjemahan Indonesia Baru, KOM 100 Pencari Tuhan, Wikipedia.com, HawaiiChristianOnline.com, ChristianCourier.com, BibleAnswerMan.com

Sir Lionel Luckhoo
Lahir: 2 March 1914 in New Amsterdam, Berbice.
Meninggal: 13 December 1997.
red-PTK