Kisah Mukjizat di Desa Meko: Anak 8 th Sembuhkan Banyak Orang

Pdt Damanik: Ini mujizat luar biasa(1)
Orang Buta Melihat yang Lumpuh Berjalan..

Kisah mujizat dari Desa Meko, turut diamini Pdt Rainaldy Damanik. Bahkan Ketua Umum GKST ini sempat menemui dan berdialog dengan Selvin Bungge di Desa Meko. “Ketika itu, tanggal 16 Februari malam. Tiba-tiba saya ditelepon. Dan yang menelepon adalah Selvin. Dia meminta saya datang ke Meko. Karena sudah mendengar beritanya, saya kemudian mengiayakan,” aku Pdt Damanik dalam wawancara dengan Komentar, tadi malam.

Ketika bertemu, Selvin menyapa Pdt Damanik dengan sebutan “opa.” “Begitu bertemu, Selvin bilang kepada saya, selamat pagi opa. Baru kali ini saya dipanggil opa. Biasanya masyarakat memanggil saya papa nanda, abang atau Pdt Damanik,” cerita Damanik. Karena penasaran, Damanik pun bertanya kenapa Selvin memanggilnya opa. “Itu agar menjadi teladan,” jawab Selvin seperti dikutip Damanik.

Lantas Selvin menarik tangan Pdt Damanik untuk mengajak mendoakan orang-orang yang sedang sakit. Saat itu banyak orang sakit terbaring meminta disembuhkan. “Mereka terbaring sana-sini. Ketika didoakan, saya lihat langsung yang buta bisa melihat dan yang lumpuh bisa berjalan. Saya takjub, luar biasa. Banyak orang yang disembuhkan,” ungkap Damanik.

Menurut Damanik, pada tanggal 19 Februari, dirinya kembali dipanggil Selvin dari Tentena menuju Meko. Ketika bertemu, Selvin mengajaknya ke pantai yang tidak jauh dari Meko. “Dalam dialog itu, Selvin meminta agar tolong mendoakan orang-orang yang mencari kesembuhan. Kata-katanya saat itu bukan seperti keluar dari seorang anak berumur 8 tahun,” kata Damanik.

Dalam pembicaraan itu, Selvin mengatakan, “Opa, kalau kita sembuh secara rohani, maka kita sembuh secara jasmani. Dia juga mengatakan, bukankah doa bapa kami adalah satu-satunya doa yang diajarkan Tuhan Yesus. Dan maksud bapa kami adalah bapa semua orang,” ungkap Damanik menceri-takan pembicarannya dengan Selvin.

Tak hanya itu, Selvin juga, lanjut Damanik, mengatakan, agar semua orang menerapkan isi dari doa bapa kami terutama mengenai “berikan makanan kami secukupnya ….” Selvin meminta agar beritakan kepada orang-orang untuk tidak rakus. “Tapi milikilah makanan secukupnya.”


Kisah mujizat dari Desa Meko(2)

Selvin: Ampunilah Orang yang Bersalah

“AMPUNILAH kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami “ Ini adalah sepenggal kalimat dalam Doa Bapa Kami yang ditulis dalam Kitab Matius 6:9-13. Menurut Selvin, sebagaimana dituturkan Pdt Rainaldy Damanik, doa ini harus benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Oleh sebab itu kita jangan saling menghakimi,” ungkap Selvin dalam dialognya dengan Pdt Damanik.

Oleh sebab itu, ketika melakukan penyembuhan terhadap orang-orang sakit, isi dari doa ini harus benar-benar dipraktikan bagi mereka yang ingin mendapatkan penyembuhan. Tak heran ada beberapa dari pasien yang datang kepada dokter cilik ini, disuruh pulang kembali oleh Selvin, dan dimintakan agar menyelesaikan atau meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan mereka terhadap orang lain, atau memberi maaf atas kesalahan orang terhadap mereka. Sebab menurut Pdt Damanik, Selvin mengatakan, kesembuhan jasmani atas berbagai penyakit harus didahului dulu dengan penyembuhan rohani.

“Opa, kalau kita sembuh secara rohani, maka kita sembuh secara jasmani,” kata Selvin seperti dikutip Damanik. Pada bagian lain, Damanik mengatakan, apa yang terjadi di Desa Meko, benar-benar sebuah peristiwa luar biasa. Pasalnya, saat ini, sudah ada ribuan orang berdatangan. Mereka ini selain meminta kesembuhan, juga ingin melihat dari dekat di penyembuh cilik, Selvin. Dan tidak sedikit dari para tamu ini, tinggal berhari-hari di Meko. Bahkan karena rumah penduduk tidak bisa menampung, sampai-sampai mereka membangun tenda-tenda di lapangan terbuka.

“Hebatnya, tidak ada yang namanya semacam panitia. Mereka membangun tenda sendiri dengan tertib. Kendaraan juga banyak datang di Desa Meko, tapi tidak ada kendaraan yang harus diatur-atur, mereka tertib berlalu-lintas. Semua orang dari berbagai agama menyatu di tempat itu. Ini benar-benar rekonsiliasi sejati. Luar biasa !” kata Damanik.

Namun begitu, yang disayangkan, lanjut Damanik, dari peristiwa mujizat tersebut, masih saja ada sejumlah orang yang notabene pelayan Tuhan, malah masih meragukan pekerjaan Tuhan yang terjadi di Meko.

“Ada yang meragukan, sampai-sampai menyebut nabi palsu dan sebagainya. Tapi mana mungkin itu, karena ibadah yang dilakukan menggunakan doa Bapa Kami dan lagu yang dilantunkan Allah Kuasa. Yah, memang iblis itu ada. Yang pasti sudah banyak orang disembuhkan. Ini mujizat dan luar biasa,” kunci Pdt Damanik yang pernah disuruh pulang oleh Selvin seraya mengatakan, “Ada orang yang sedang menunggu memerlukan opa (Pdt Damanik, red).” Dan setelah Pdt Damanik kembali ke Tentena, ternyata perkataan Selvin itu benar adanya. “Di rumah memang ada orang yang sedang menunggu dan sangat memerlukan saya,” kata Damanik memberikan kesaksiannya.

Sementara beredar informasi, Ibu Selvin juga sudah bisa melakukan penyembuhan. Menurut kabar, aku Damanik, Selvin sebagai anak kecil, merasa letih melakukan penyembuhan sendiri, sehingga dia meminta kepada Tuhan melalui doa, agar ibunya bisa melakukan hal yang sama se-perti yang dilakukannya. “Dan itu terjadi.”

Kisah mujizat dari Desa Meko (3)
Keluarga Turang: Mujizat Tuhan Memang Terjadi …

IMAN lahir dari pendengaran akan Firman Yesus Kristus. Itulah yang diyakini Keluarga Turang-Wuisan. Saat dihubungi Komentar via telepon Kamis (22/03) kemarin, Ibu Helmy Wuisan sedikit terkejut dan tak menyangka kalau kabar perubahan kondisi suaminya usai mengikuti doa di Desa Meko diketahui harian ini. Dengan sukacita iman Ibu Helmy menceritakan apa yang dialami suaminya.

“Memang suami saya (Wellem Turang) menderita komplikasi berbagai penyakit, tetapi usai mengikuti doa dan penyerahan di Desa Meko yang dipimpin Selvin, ada perubahan mencolok yang dialami suami saya. Ini iman kami, jika kami sungguh-sungguh percaya dan menyerahkan sungguh-sungguh kehidupan di tangan Yesus Kristus pasti kami akan mengecapi berkat kesembuhan, meski tidak langsung sembuh total tapi ada perubahan besar terjadi pada suami saya,” ceritanya.

Namun Ibu Helmy mengakui, mujizat kesembuhan benar-benar terjadi di Desa Meko. Sebab dirinya melihat langsung seorang nenek yang sudah buta, meski tak dijamah lewat doa khusus oleh Selvin, tapi karena nenek itu sungguh-sungguh dalam pujian dan penyembahan serta penyerahan penuh kepada Tuhan Yesus, mujizat dikecapinya.

“Nenek yang buta itu langsung melihat dan saya menyaksikan sendiri apa yang terjadi, meski tak langsung dijamah dan didoakan tetapi suasana mujizat di Desa Meko itu benar-benar nyata dan nenek itu merasakannya,” tukasnya. Di akhir pembicaraan Ibu Helmy justru mengatakan, untuk membuktikan apa yang terjadi, sebaiknya melihat langsung di Desa Meko. “Anda akan melihat dari berbagai latar belakang suku, ras dan agama berkumpul untuk melihat kemurahan Tuhan yang terjadi,” katanya mengakhiri pembicaraan.

Kisah nyata penyembuhan yang dilakukan gadis cilik, Selvin Bungge, terhadap orang-orang sakit di Desa Meko, Kabupaten Poso, dengan cepat meluas dan menjadi buah bibir, tidak hanya se Sulteng dan Sulut, melainkan di sejumlah daerah se-Indonesia. Tak heran, orang yang datang di Meko, ada yang berasal dari berbagai daerah di luar Sulawesi.

Redaksi koran ini juga menerima sejumlah telepon dari pembaca yang menanyakan tentang penyembuhan di Meko. Sementara kalangan rohaniawan Kristen Sulut ketika diwawancarai mengamini bahwa mujizat itu datang dari Allah dan kadang menggunakan perantara manusia, dan salah satunya Selvin, gadis cilik berumur 8 tahun.

Pucuk Pimpinan KGPM Gbl. Tedius Batasina menerangkan, dalam teologi Kristen, mujizat dapat terjadi atas kehendak Allah. Tuhan memakai orang-orang yang diberi karunia. Seperti halnya yang dialami gadis cilik berusia delapan tahun bernama Selvin Bungge, asal Desa Meko di Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso (Sulteng) yang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan banyak orang sakit.

“Segala sumber mujizat itu sesungguhnya berasal dari Allah, dan dikirimkan dalam bentuk karunia kepada orang-orang tertentu. Namun demikian, yang terpenting adalah, bagaimana keimanan kita secara total terfokus kepada Tuhan. Sebab, manusia hanyalah alat. Keyakinan tentang mujizat yang terutama adalah kepada siapa kita menyembah dan percaya. Tentunya, tidak bukan tidak lain hanyalah kepada Tuhan semata. Sebab, kita tahu bahwa Tuhan adalah segala-galanya. Dan dalam kasus ini Tuhan, telah membantu umatnya dengan memakai perantara,” jelasnya.

Sedangkan Pastor Fred Tawaluyan menilai, penyembuhan di Poso hendaknya dibaca sebagai sapaan Tuhan terhadap umat-Nya lewat peristiwa alam. Karena atas pelbagai dan banyak cara, kesempatan dan waktu, Tuhan ingin menegur kita.

Untuk itu, menurutnya, hal yang perlu dipertanyakan, apakah kita peka? Sebab, katanya, hal seperti ini jangan terlalu cepat dinilai sebagai mujizat. Mungkin saudara kita, adik kecil tersebut, mendapat kharisma dan anugerah khusus dari Tuhan untuk membantu orang banyak, seperti halnya menyembuhkan berbagai penyakit atau yang lainnya. “Kalau peristiwa itu terjadi di luar batas kemanusiaan dan diimani sebagai peristiwa ilahi, pantas disebut mujizat. Tapi, kalau memang ada iman, maka mujizat itu pasti mungkin,” ujarnya.

Presiden of Asia Fellowship of Mission 21 Partner Churches/Vice President of International Synod of Mission 21, Pdt Dr Nico Gara MA berpendapat bahwa, Tuhan bisa memakai apa saja dan siapa saja untuk melakukan dan menjankan kehendakNya. Seperti contoh kasus di Poso, menurutnya, Tuhan telah memakai perantara gadis cilik untuk menjalankan kehendakNya, yaitu membantu menyembuhkan orang sakit.

“Sebenarnya tidak ada hal yang aneh, karena mujizat itu juga terjadi kepada setiap manusia,” ucapnya. Ia mencontohkan, seperti halnya kelebihan yang dimiliki oleh seorang dokter yang telah menyembuhkan orang sakit, menurutnya juga merupakan mujizat, dan atas karunianya ia memiliki ke-ahlian khusus.

Senada dikatakan Ketua Bamag Manado Pdt Johan Manampiring. Menurutnya, kita harus percaya segala mujizat itu selalu ada dan akan terjadi dalam kehidupan nyata manusia. “Yang pasti, mujizat merupakan suatu hal yang harus kita syukuri. Karena, kita telah diberi kelebihan tersendiri. Dan kita harus ingat di balik kelebihan dan hal yang menonjol yang kita miliki, jangan menjadikan diri kita menjadi sombong, angkuh. Namun harus diingat, semua terjadi karena Tuhan,” tegasnya.

salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota