KESAKSIAN SAUDARA HAMZAH

Komen Webmaster : Hingga kini, semua saudara dan saudari yang telah memberi kesaksian mereka melakukannya secara sukarela. Kesaksian saudara Hamzah juga sangat istimewa sekali. Beliau adalah seorang yang berpendidikan. Hamzah telah dididik dan dibentuk dalam ajaran Islam dan Al-Quran sejak masih muda. Sesudah menjalani pendidikan Islamnya selama lebih dari 16 tahun beliau berhasil dianugerahkan Ijazah Perguruan Islamnya. Sudah jelaslah ilmu al-Quran dan pengetahuan Islam beliau cukup lengkap dan mantap. Tetapi sesudah bergumul selama tiga tahun dengan kesulitannya, Hamzah telah menyerahkan hidupnya ke dalam tangan Isa Al-Masih Juruselamatnya yang maha pengasih! Beliau memulai kesaksiannya seperti berikut :

Saudara-saudaraku, marilah kita merenungkan firman Tuhan yang bersabda dalam 1 Petrus 3 ayat 15-16 :

“Tetapi kuduskanlah Kristus dalam hatimu sebagai Tuhan, dan bersiap sedialah pada segala waktu, untuk beri pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan-jawab dari kamu, tentang pengharapan yang ada padamu.Tetapi haruslah dengan lemah-lembut dan hormat dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka yang memfitnah kamu kerana hidupmu yang saleh dalam Kristus menjadi malu kerana fitnahan mereka itu.”

Saudara-saudaraku, saya ingin memberi kesaksian saya bagaimana Tuhan telah menyelamatkan saya dan memanggil saya secara khusus dan dengan kuasanya Dia memilih saya sebagai anakNya dan seterusnya sebagai hambaNya melalui berkat anugerahnya dalam Al-Masih Isa yang telah diberikan, bukan saja kepada saya tetapi sesungguhnya kepada seluruh dunia juga!

Saudara-saudari, satu dari lagu yang telah saya gubah menyatakan bahwa di dunia ini ada banyak orang yang sedang mencari-cari keselamatan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat. Tetapi Alkitab telah menyatakan bahwa hanya dalam Al-Masih Isa terdapat keselamatan untuk setiap jiwa di dunia ini! Dan melalui Isa sajalah saya telah menerima rahmat dan berkat Tuhan serta jaminan kesejahteraan dunia dan di akhirat. Firman Tuhan yaitu Al-Kitab telah bersabda bahwa:

Berbahagialah orang yang mempercaya dalam Isa walau pun tidak melihatnya dengan mata sendiri.

Yohanes 20 : 29

Tuhan telah memanggil dan menyelamatkan saya, bukan melalui peristiwa-peristiwa atau kejadian ‘supernatural’ atau pengalaman yang ajaib yang menakjubkan! Karena secara usaha manusia, adalah mustahil bagi saya menerima Kristus dan saya tidak mungkin menjadi seorang pengikut Al-Masih itu. Sebabnya ialah sejak taman asuhan kanak-kanak (Taska), saya dibesarkan di pesantren (perkampungan di mana terdapat sekolah-sekolah agama dan madrasah Islam). Ketika itu saya telah dididik dan dibentuk selama enam tahun di sekolah pesantren dan telah menjalankan pendidikan saya dengan begitu baik. Setelah itu, keluarga saya pindah, lalu saya pun melanjutkan pendidikan saya di sebuah pesantren lain selama tiga tahun lagi.

Sebagai satu contoh kecemerlangan saya di pusat pengajian Islam pesantren ini, pada tahun 1987, saya telah dipilih mewakili kota saya dalam pertandingan tilawah Al-Quran. Dan saya menjadi juara dalam pertandingan itu! Dan pada tahun 1988, saya juga telah menjuarai pertandingan kaligrafi Islam, yaitu seni Khat Arab yang halus itu. Pada masa itu juga, saya telah menjadi juara pertandingan berdakwah dengan cara yang sangat kuat pengaruh Islamnya, yaitu bagaimana untuk berusaha, mencari, berkhutbah secara Islam dan berdakwah ajaran Islam kepada mereka yang bukan Islam.

Kemudian saya melanjutkan pendidikan saya lagi disebuah institusi pengajian tinggi yang menyiapkan guru-guru agama Islam di kota kami. Di sini kami sebagai umat Islam amat mantap dan sangat percaya bahawa Islamlah yang paling benar, karena selaras dengan ajaran Al-Quran bahawa: ‘Innadinna indallah-hiislam’ – ‘sesungguhnya agama yang benar disisi Allah ialah Islam’. Dan satu misi besar bagi kami ialah untuk berusaha mencari mereka yang masih belum memeluk agama Islam.

Kewajiban besar bagi kami di sekolah tinggi itu untuk memberi penjelasan tentang Islam bagi orang yang bukan Islam. Di sekolah itu juga, saya diajarkan bahwa, pada masa yang silam telah terjadi Perang Salib, diantara umat Islam dan umat Kristen, dan dalam perang Salib itu umat Islam telah menang. Bagi saya, ini menunjukkan bahwa Islamlah agama yang benar. Karena menurut ulama dan kiyai saya, Tuhan berpihak kepada orang Islam, sehingga orang Islamlah yang menang dalam perang ini!

Ini juga telah memperbesar meyakinkan saya, dalam ayat Quran itu “sesungguhnya agama yang benar disisi Allah ialah Islam” dan saya dipacu dan didorong untuk mencari-cari meraka yang belum mengenal Islam. Dan di kota saya, kumpulan yang terbesar yang belum terima Islam ialah dari keturunan Cina-Tionghua. Oleh itu, saya amat rindu dan tergerak hati untuk mendakwahkan mereka. Menurut tanggapan saya, agama orang-orang Cina ini adalah salah dan mereka perlu mendengar utusan Islam. Meskipun begitu, saya sangat berhati-hati sewaktu mendekati orang Cina karena saya tahu yang mana makanan kesukaan mereka adalah daging babi. Menurut ajaran Islam, daging itu adalah jenis najis mugholadhl’oh-yaitu najis yang terkotor sekali. Jika tersentuh, untuk membersihkan dari kekotoran ini, orang yang tercemar itu harus mencuci tujuh kali dengan lumpur dahulu, setelah itu harus dicuci dengan air bersih sebanyak tujuh kali – barulah dapat dianggap ‘suci’. Jadi, saya sebagai seorang Islam sangat berhati-hati supaya tidak tersentuh dengan orang Cina.

Walaupun begitu, saya sangat terdorong untuk berdakwah pada orang Cina. Percakapan saya dengan mereka seringkali diselingi dengan pertanyaan-pertanyaan seperti berikut:

“Hei kawan, maukah anda dengarkan cerita dari saya? Saya ingin bertanya pada anda-Apakah agama anda?”

Pada satu hari saya menanyakan seorang sahabat keturunan Cina saya pertanyaan diatas. Maka kawan saya itu menjawab: “Agama saya Kristen”

Lalu saya berkata kepadanya: “Wahai kawanku, tahukah saudara bahwa pesan Kristen itu benar hanya untuk dua ribu tahun yang lalu? Pada saat Nabi Isa masih hidup, tetapi sekarang agamanya telah digantikan dengan agama yang baru dan seorang Nabi yang baru!” Yaitu Islam dan nabinya ‘Muhammad’.

Tetapi dia katakan : “Oh bagi saya itu tidak menjadi masalah, jika ada agama yang baru atau tidak …kerana bagi saya dengan IMAN saya pasti masuk syurga!

sewaktu mendengar ini, saya telah sangat terkejut…! Sebab selama 10 tahun saya belajar di sekolah agama pesantren dan setelah itu lebih dari empat tahun lagi di institusi perguruan tinggi Islam saya tidak pernah dengar bahwa masuk syurga itu pasti! Yang ada hanya kata-kata ‘Insyaallah…’. Yaitu “ad-dunia mazsira-tul akhirah” – yaitu Dunia ini adalah satu tempat berlumba-lumba untuk menuju ke Akhirat, dan untuk memasukinya pun dengan “Insyaallah'” saja. Tapi bagaimanakah saudara Kristian ini dapat berkata, memasuki syurga baginya adalah pasti? Jadi saya menegurnya dengan pertanyaan :

‘Wahai saudaraku, memangnya Syurga itu kepunyaan Bapamu, ya?’

Lalu dia menjawab : “Ya! Memang Syurga itu Bapaku punya.”

Saya sangat terkejut dengan jawabannya itu dan terlintas di fikiran saya pada saat itu nas Al-Quran Surah al-Ikhlas ayat 6 : “Lam walid wa lam yulad” yakni “bahawa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan” dan di surah al-Jinn ayat 3 :”Bagaimana Allah dapat mempunyai Anak kalau Dia tidak mempunyai permaisuri?” Tetapi bagaimana sahabat Kristen ini sanggup mengakui Tuhan sebagai Bapanya sendiri? Kemudian saya tanyakan dia lagi: “memangnya Tuhan kamu Siapa?, dan namaNya Siapa?” Dia jawab dengan tenang: Tuhan saya adalah Yesus (Isa) – pada saat saya dengar kata-kata itu, emosi saya telah naik dan saya marah besar kepada dia. Karena dia telah menyekutukan Allah, menurut tanggapan saya. Ajaran saya selama ini ialah: “La-illah ha-ilallah” yakni “Tidak ada Tuhan kecuali Allah.” Tetapi bagaimanakah sahabat Kristen saya ini dapat berkata bahwa Isa adalah Tuhannya! Jadi saya pun mengucapkan kepada kawan itu: “Lakum di-nukum al ya-din” – “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku” (Surah al-Kafirun 6).

Kemudian saya anggap pertemuan itu sudah selesai. Saya pun pulang ke perkampungan saya dan hidup saya kembali seperti biasa. Saya teruskan pengajian dan pencarian saya untuk kebenaran. Baik di Institusi Islam saya atau secara peribadi. Sewaktu saya lakukan pengajian saya itu dialog yang telah terjadi dengan sahabat saya di atas tidak pernah meninggalkan fikiran saya.

Di mana dialog itu menggerakkan saya untuk mencari siapakah sebenarnya Isa Al-masih itu. Dan mengapakah umat Kristen dapat berkata bahawa ‘dengan iman seorang itu pasti masuk Syurga’. Saya telah mencari buku-buku yang bercerita tentang Isa. Saya temukan satu Kitab yang ditulis oleh Kiyai Mundhir Dhan Nadzir yang berjudul Fa’firu Il’lallah (Jalan Menuju ke Allah).

Dalam Kitab itu ada menjelaskan tentang peristiwa di akhir Zaman. Di mana di dalamnya diceritakan di zaman akhir akan terjadi peperangan di mana-mana, kelaparan di mana-mana, gempa bumi di mana-mana, keributan terjadi di mana-mana dan banyak orang akan resah gelisah dan ketakutan. Dalam keadaan yang seperti itu, kemudian muncullah satu kuasa yang sungguh dasyhat, yang bernama ‘Dajjal’. Dan Dajjal ini sangat-sangatlah menakutkan. Di mana matanya satu, dan dia amat tinggi dan besar, sehingga lautan pun hanya selangkah kaki saja baginya. Di tangan kanannya dia membawa Syurga dan di tangan kirinya dia membawa Neraka. Dajjal ini pergi kemana-mana untuk mencari penghuni-penghuni bagi Syurga dan Neraka yang dibawanya. Padahal Syurganya adalah Neraka di mana penghuni-penghuninya akan disiksa kekal abadi dan selama-lamanya! Dia pergi ke mana-mana saja mencari jiwa-jiwa untuk memasuki Syurganya itu. Tetapi, pada saat yang terakhir datanglah Penyelamat yang akan menentang Dajjal yang sangat jahat itu. Saya amat terkejut dengan siapakah yang akan datang selamatkan Dunia ini dari cengkaman Dajjal ini – ISA AL-Masih sebagai Imam Mahdi sendiri!

Datanglah Isa al-Masih sebagai Imam Mahdi yang akan selamatkan Dunia dari kejahatan siDajjal! Dua kuasa yang timbul ini akan bertemu dalam satu pertemuan peperangan yang dahsyat antara Isa dan Dajjal itu! Saya sangat kagum dan heran dengan apa yang terjadi selanjutnya. Sewaktu bertemu dengan Dajjal itu, Isa al-Masih berkata kepada bumi “Hai Bumi! Terbukalah..”. Maka dengan serta-merta Bumi pun terbuka dan Dajjal pun jatuh ke dalamnya dan terus terhimpit di dalamnya, lalu si Dajjal itu pun mati. Dari situ saya bertanya lagi : “Mengapakah masih ISA Al-Masih yang dapat mengalahkan Dajjal?” Kerana dalam foot-notenya buku ini, disebut bahawa Dajjal ini merupakan gabungan segala kekuatan Iblis yang menjadi satu. Dan Dajjal ini akan menyesatkan banyak orang kedalam Neraka dengan kuasanya.

Pertanyaan yang timbul di dalam fikiran saya ialah: Mengapa masih Isa Al-Masih yang dapat mengalahkan kuasa-kuasa Iblis ini? Mengapakah bukan Nabi Adam yang pernah bertemu secara langsung dengan Iblis itu? Kenapakah bukan Nabi Nuh, Nabi Idris, Hud, Salleh dan nabi-nabi yang lainnya, dan bukan pula Nabi Muhammad yang dulu saya pernah menyanjungkan, muliakan dan impikan. Mengapakah masih Nabi Isa? Dalam kitab yang sama itu, muncullah cerita yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang runcing ini dalam jiwa saya. Setelah Hazrat Isa berkuasa setelah kekalahan Dajjal, maka terjadilah Hari Kiamat.

Pada masa Kiamat juga, semua jiwa manusia yang pernah hidup akan dikumpulkan di satu tempat yang bernama ‘Ara Mahsyar’ atau Padang Mahsyar. Mereka akan dikumpulkan di Padang Mahsyar ini untuk menunggu waktu penghakiman mereka, dimana satu-persatu mereka akan menghadapi seorang Hakim yang akan menghakimi setiap umat manusia. Mereka ini amat ketakutan saat ini karena keadaan kepanasan yang amat sangat pada waktu itu. Mengikut gambaran Kitab itu, lantainya Padang Mahsyar adalah perak dan di atasnya terdapat Matahari yang bisa dijangkau dengan tangan manusia. Sehingga kepanasannya begitu kuat sekali dan membuat setiap manusia disana hancur menjadi air dan kemudian muncul lagi menjadi manusia; sehingga mereka ini semua berduyun-duyun mencari pembela mereka, supaya masalah mereka dapat cepat diadili.

Mereka bertemu dengan Nabi Adam, lalu menyeru kepada baginda:”Ya Nabi Adam, ya Nabi Allah-tolonglah cepat bela masalah kami!” Tetapi jawaban Nabi Adam ialah : “Hai Umatku, aku tidak sanggup membela perkara kamu, kerana saya juga malu, sayapun harus mempertanggungjawabkan masalah saya sendiri di hadapan Hakim itu.” Kemudian mereka ke Nabi-nabi Nuh, Idris, Hud, Salleh dan kepada semua nabi yang lain untuk mencari pertolongan membela masalah mereka di hadapan Sang Hakim itu. Tetapi mereka semua tidak dapat menolong umat manusia itu! Kemudian mereka pergi mencari Nabi akhir zaman, nabi Muhammad. Mereka berseru:”Ya Rasullulullah, Tolong cepat bela masalah kami.” Lalu Muhammad menjawab mereka: “Wahai umatku, aku tidak dapat membela perkara kamu. Aku hanya dapat mendoakan syafaat bagimu saja…”. Tetapi Muhammad tidak dapat menentukan siapa diantara umatnya yang akan masuk Syurga atau Neraka. Keputusan mutlak dan terakhirnya hanya berada di dalam tangan Hakim yang akan menghakimi umat Manusia!

Saya sangat kagum dengan siapa yang menjadi Sang Hakim itu, saudara saudari, ternyata yang menjadi hakim adalah tidak lain dan tidak bukan : Isa Al-Masih. Persoalan ini senantiasa melintas difikiran saya : Mengapakah Isa Al-Masih lagi yang muncul menjadi Hakim? Dialah yang menentukan mereka yang akan masuk syurga dan juga mereka yang akan masuk Neraka. Saya bertanya-tanya dan terus bertanya dan sangat ingin mengetahui jawabannya. Dan kemudian saya mulai bertahajud, saya beristikhoro’ dan saya bersolat dan berdoa terus-menerus. Karena saya tidak mau berada dalam keadaan di tengah-tengah, dimana dosa dan pahala saya dihitung seimbang. Karena saya tahu bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, yang kekal hanya di akhirat -syurga atau neraka. Yang menentukan kita masuk syurga atau neraka nanti adalah semasa kita di dunia hari ini.

Kemudian sayapun berdoa dan bersolat sambil mencari jawaban dan penyelesaian bagi persoalan saya di atas. Saya menangis, hati saya senantiasa mencari apakah hakikat yang sebenarnya tentang peranan besar yang dimainkan oleh Nabi Isa yang juga bergelar Al-Masih itu, dalam perkara Syurga dan Neraka. Selama tiga tahun saya telah bergumul dengan perkara yang penting ini, tiga tahun saya mencari-cari kebenaran siapakah sebenarnya Isa Al-Masih ini. Mengapa orang Kristen tetap yakin dengan iman mereka pasti masuki Syurga? Mengapa Tuhan umat Kristen adalah Yesus Kristus yakni Isa Al-Masih!

Tidak lama kemudian, saya diberi jawabannya. Tuhan telah bukakan mata dan hati saya kepada kebenaran – Siapakah sebenarnya Isa Al-Masih itu. Jawabannya datang dari ayat al-Quran Surah Al-Imran 3 ayat 45 :

“Malaikat berkata : Ya Maryam, sesungguhnya, Allah itu memberi khabar sukacita kepadamu, Maryam, dengan Firman yang dari Allah, Firman itu bernama Al-Masih Isa ibnu Maryam, yang berkuasa di dunia dan di dalam akhirat dan yang paling dekat dengan Allah…”

Sungguh indah hakikat ini. Firman Allah ini yang bernama Isa Ibnu Maryam yang berkuasa di dunia dan di akhirat. Alhamdullillah! Kesimpulannya dalam fikiran saya : Dia yang datang kali kedua, Dia yang mampu mengalahkan Dajjal, Dia yang akan menghakim umat manusia dan menentukan siapa akan masuk ke Syurga atau Neraka – memang itulah HAK Dia, sebab Isa ibnu Maryam itu berkuasa di Dunia dan juga di Akhirat!

Kemudian saya mencari sahabat Tionghua saya itu dan melaluinya saya memperoleh sebuah Al-Kitab yaitu sebuah Kitab Suci Injil (KSI). Saya telah coba membaca KS Injil ini tetapi pada awalnya saya takut lalu mengucap “ta’awuz” (nauzbillah…) sebelum membacanya! Tetapi pada saat saya membukanya saya merasa sangat lega sekali lalu saya membaca dimulai dengan buku Kejadian.

Sungguh nyaman dan menyenangkan sekali pembacaan saya itu! Karena cerita dalamnya sangat jelas, dan kesinambungannya juga sangat sempurna. Kronologinya sangat lengkap sekali dan berurutan! Dalam al-Quran tidak selengkap KS Injil. Kalau dalam Quran cerita Nabi Adam, terdapat di Surah Semut, Sapi Betina, Surah Labah-labah dan di Surah Guruh dsbnya, semuanya hanya secuil-secuil saja. Tetapi keseluruhannyapun tetap tidak selengkap Buku Kejadian dalam Al-Kitab!

Saya telah membaca selanjutnya dari Kitab Suci Injil itu. Semua cerita-cerita didalamnya sangat cocok dengan ajaran dari kiyai-kiyai dan tokoh-tokoh Islam lainnya yang telah mengajar saya. Saya berusaha membaca dan memahami semua yang terkandung didalamnya dengan hati dan fikiran yang terbuka sekali, dan Tuhan telah memperkenankan usaha pencarian saya itu.

Akhir kata, pada bulan Juli tahun 1991, setelah bergumul selama tiga tahun dengan pertanyaan-pertanyaan saya, setelah memiliki dan membaca Kitab Suci Injil bagi diri sendiri, Tuhan telah memberkati saya dengan damai sejahtera dan keselamatanNya. Pada masa yang sama saya tertarik pada sebuah lagu rohani yang memperingatkan saya tentang pencarian saya yang awal. Liriknya seperti berikut:

Sudahkah engkau siap sedia?
Menghadapi kedatangan Yesus kelak kembali!
Untuk mengangkat kita semua,
Yang sungguh-sungguh mengharap padaNya

Liriknya memperingatkan saya jika kita semua sudah harus siap menghadap kembalinya Isa ke dunia ini. Hakikat ini juga diajarkan oleh agama Islam dan nasihatnya untuk bersiap-sedia bagi kedatangan baginda kali kedua juga sama. Sambil saya berfikir tentang persiapan saya, saya telah diperlihatkan gambaran dosa-dosa saya yang sungguh besar sekali yang tidak mungkin dosa itu dapat diampuni. Tuhan telah menunjukkan dosa saya yang begitu besar sehingga mustahil bagi saya masuk syurga. Pada saat itu saya mulai menangis atas segala yang telah saya renungkan. Tetapi pada waktu itu juga Tuhan telah menunjukkan saya bagaimana Al-Masih Isa telah menjadi Penebus saya, dan bagaimana baginda telah menanggung hukuman bagi dosa-dosa saya -dan juga manusia sejagat-untuk kekal abadi! Sama seperti bagaimana anak Nabi Ibrahim telah diselamatkan ketika dijadikan korban sembelihan oleh penggantinya – seekor domba yang telah disiapkan oleh Tuhan sendiri yakni penebusnya yang besar (fi’dia). Sesungguhnya peristiwa ini adalah satu gambaran nubuat yang Tuhan telah berikan kepada umatnya tentang kedatangan Isa al-Masih yang datang sebagai Penebus manusia yang kekal abadi!

Setelah saya sendiri meyakini penebusan hukuman dosa-dosa saya oleh korban yang telah dibayar oleh Tuhan sendiri -dengan nyawa Isa al-Masih yang sempurna, saya kini memperoleh keyakinan juga untuk kedatangan baginda kembali ke dunia. Karena kini baginda bukan saja Sang Hakim yang adil itu, tetapi dia juga adalah Penebus dan Juruselamat saya untuk selama-lamanya! Halleluyah! Alhamdullilah!

Saya ingin sarankan kepada saudara-saudari yang terkasih, lepaskanlah segala prasangkamu yang tidak berdasar terhadap Kitab Suci Injil. Bacalah Kitab Suci ini dengan fikiran yang terbuka. Tuhan akan memberkati saudara-saudari dengan anugerahNya yang maha suci dan indah! Saya ingin menutup kesaksian saya dengan satu ayat dari Kitab Suci Injil yang sungguh bermakna dan indah sekali:

“Karena dengan rahmat Allah, kamu diselamatkan oleh sebab kamu percaya kepada Isa. Penyelamatan itu bukan hasil usaha kamu sendiri, melainkan dari kasih karunia Allah.”

Efesus 2 : 8-9

Semoga Tuhan memberkati pencarian saudara! Amin.