KESAKSIAN SAUDARA BAHAROM

Assalamualaikum dan Salam Sejahtera, Saudara dan saudari yang budiman!

Nama saya Baharom. Saya adalah seorang berbangsa Melayu dan saya telah dibesarkan di daerah ini juga. Saya berasal dari sebuah keluarga Melayu yang sangat taat keislamannya, berilmu dan cukup bertaqwa kepada Allah s.w.t. dalam segala perkara.

Sebagai contoh ketinggian mutu keimanan keluarga saya yaitu, ada beberapa keturunan dari keluarga saya sendiri yang telah pantas/dipercayakan sebagai Imam, dan mereka menyandang jabatan itu secara profesional. Bagi diri saya sendiri, saya telah melewati pendidikan Islam yang cukup mantap, yang telah dimulai sejak sebelum bangku Tadika (Taman Didikan Kanak-kanak/TK.admin)! Saya juga telah menduduki jabatan ketua pemimpin Persatuan Islam di Organisasi saya.

Satu lagi kegiatan yang saya senangi sewaktu berada di Organisasi Pendidikan saya adalah untuk mencari orang-orang yang bukan beragama Islam, khususnya orang Kristen, untuk mendebat dan mengejek mempermainkan mereka. Sebab Organisasi saya itu diikuti pelajar-pelajar dari berbagai bangsa dan kaum. Saya teringat seorang sahabat beragama Kristen yang sebaya dengan saya yang selalu saya ganggu dan aniaya hanya karena dia seorang Kristen! Diantara prasangka dan tuduhan yang biasanya kami lontarkan yaitu bahwa agamanya sudah menyimpang dan juga sudah tersesat jalan akidahnya (keimanannya.admin). Tetapi beliau akan menghadapi semua tuduhan kosong ini dengan penuh ketabah dan kesabaran! Adakala saya sendiri terharu dan heran akan reaksinya pada penganiayaan yang saya lakukan itu. Ada saatnya juga saya merasa malu karena mengganggunya dengan cara seperti itu.

Biasanya, umat Kristen ini akan memberi balasan mereka yang sangat berbeda dan tidak setimpal sama sekali dengan prasangka dan penganiayaan yang kami lontarkan pada mereka. Inilah perkara yang sangat mengherankan bagi saya. Mereka akan membalas ejekan-ejekan dan tuduhan-tuduhan saya dengan pengampunan dan pemaafan yang lemah-lembut yang mencerminkan sikap panjang sabar dan kasih-sayang yang sejati! Ada juga di antara umat Kristen yang berdoa bagi saya, walaupun saya bersikeras terhadap mereka.

Sebenarnya, balasan mereka yang lemah-lembut itulah diantaranya yang telah menjadi suatu perkara yang menarik perhatian dan pangkal bagi saya terhadap ajaran-ajaran sayyidina Isa al-Masih dan Kitab Suci Injil. Saya juga telah menperoleh sebuah Kitab Suci Injil dan membaca serta mengkajinya dari awal hingga akhir! Satu perkara lagi yang telah menyentuh hati saya disaat saya membaca Al-Kitab itu adalah mengenai peristiwa kematian dan penyaliban Isa Al-Masih, tetapi saya akan menjelaskan ini di bagian yang lain.

Setelah beberapa bulan mengkaji ajaran Isa al-Masih itu dengan akal fikiran yang waras, terbuka dan dengan hati yang ikhlas, saya akhirnya mengambil keputusan untuk memelukinya dengan sungguh-sungguh. Beberapa minggu sesudah saya membuat keputusan ini, maka datanglah bermacam-macam sanggahan, dakwaan dan penganiayaan atas diri dan peribadi saya. Dengan mengingatkan kembali perbuatan yang pernah saya lakukan dahulu atas orang Kristen yang lain, saya dapat memahami sedikit sebanyak pengalaman yang mereka alami dengan penganiayaan yang menimpa saya sendiri di tangan saudara-saudara Islam saya sendiri.

Akan tetapi, Tuhan Allah s.w.t. maha berkuasa dan juga maha adil! Saya akan berbagi dengan anda semua tentang satu peristiwa di mana umat Islam telah mencoba menganiaya saya. Pada satu hari, saya diculik oleh sekumpulan orang-orang Islam yang dapat dianggap sebagai Muslim radikal. Mereka lakukan ini karena mereka mendapati saya telah masuk Kristen.

Kumpulan Muslim radikal ini telah menculik dan membawa saya secara paksa, pergi ke satu tempat yang cukup jauh dari tempat saya. Pada saat itu saya telah menyerahkan jiwa raga saya ke dalam tangan Allah s.w.t dan saya yakin bahwa Dia akan memeliharakan saya. Ketika kami telah sampai ke tempat yang dituju oleh Islam radikal ini, saya akhirnya dibawa untuk berjumpa dengan seseorang yang dianggap oleh mereka sebagai tokoh agama Islam.

Mereka telah menjelaskan kepada tokoh Islam ini, bahwa menurut khabar yang mereka ketahui saya sudah murtad, dan mereka meminta pertolongannya untuk mentobatkan saya dan mengambalikan saya kepada Islam! Apakah pentobatan itu dapat dilakukan atas siapapun dengan cara paksa begini?! Tetapi saudara dan saudari yang budiman, seperti yang saya sudah jelaskan di atas, Tuhan adalah maha adil dan penuh kasih sayang kepada umat-Nya yang setia akan kebenaran-Nya!

Saat saya telah berhadapan dan berjumpa dengan si-Ustaz ini, beliau tidak menegur saya untuk apapun juga, tetapi dia malah mencurahkan perhatiannya dan berceramah kepada para Muslim radikal yang telah menculik saya itu! Dia menegur dan memarahi mereka karena telah menculik saya, dan membawa saya berjumpa dengan ustaz itu secara paksa, ceramah beliau cukup panjang dan juga telah membuat malu orang-orang radikal itu. Akhir kata, Ustaz ini menyuruh mereka untuk mengantar saya pulang secepatnya dan supaya saya tidak diapa-apakan lagi! Syukur Alhamdulillah! Beliau tidak menegur saya malah dia telah menjamu saya dengan penganan. Hallelujah! Segala kemuliaan kepada Tuhan yang mahakuasa!

Melalui pengalaman ini serta banyak lagi yang lainnya, saya menjadi yakin bahwa Allah telah membela saya di saat-saat di mana saya sangat memerlukan pertolongan-Nya dan pembelaan-Nya yang agung. Saya benar-benar dapat mengaku bersama-sama dengan seorang Kristen yang lain (yang dulunya Islam), yaitu Imam Pak Hamran Ambrie bahwa Tuhan adalah Pembela kami yang Agung!

Kebenaran Kebenaran Kematian Sayyidina Isa dan PenyalibanNya

Satu perkara yang telah benar-benar menyentuh di hati dan akal fikiran saya adalah perkara kematian Isa Al-Masih, khususnya peristiwa penyaliban Isa Al-Masih.

Saat kita memperhatikan hari-hari terakhir Al-Masih Isa di atas muka bumi ini seperti yang digambarkan di dalam Al-Quran, terdapat tiga nas yang mengesahkan tentang kematiannya dan dua nas lain yang menyatakan bahwa dia telah dibunuh. Mari kita lihat tiga di antaranya :

1.) Surah Al-Maryam 19 ayat 33

untitled-4.jpg

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali’.

Ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa sayyidina Isa al-Masih telah dilahirkan, Baginda juga telah dimatikan dan dibangkitkan kembali dari kematiannya, di dalam bentuk ramalan dan berdasarkan mukjizat. Hal ini sama dengan teks di dalam Kitab Suci Injil yang juga merupakan Firman Allah.

2.) Surah Al-Imran 3 ayat 55

untitled-2.jpg

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: ‘Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya’.

3.) Surah Al-Maidah 5 ayat 117

untitled-3.jpg

Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

Apa Kata Ulama-ulama dan para Penafsir Islam ?

Dari al-Quran Terjemahan Muhammad Asad:

Ulasan alim dan penafsir ini pada Nota kakinya bagi Surah 4/157 juga mengandung kata-kata :

‘Tidak terdapat di manapun di dalam al-Quran yang menjadi alasan untuk mengesahkan pendapat separuh dari para Muslim bahwa Allah telah mengangkat jasad Nabi Isa secara jasmaniah ke dalam Syurga.’

‘The Message of the Quran’ Terbitan The Muslim World League of Makka, 1964, Edisi lengkap Dar al-Andalus, 1980, hal.135.

Dalam ulasannya pada halaman 134, Muhammad Asad menyangkal cerita bahwa riwayatnya Isa al-Masih telah digantikan oleh orang lain, dan pengganti itulah yang telah disalibkan, dia katakan bahwa pandangan ini adalah suatu mitos dan dongeng belaka.

Terdapat juga dukungan dan kesepakatan yang kuat dari ulama-ulama Islam yang lain bagi pernyataan Muhammad Asad seperti di atas ini. Diantaranya adalah Mufti Muhammad Abduh dari Mesir, Al-Ustaz Mustafa al-Maraghi, Ulama Muhammad Farid Wajadi dan ahli penafsir Ahmad Al-`Ajuz dari Lubnan.

Di antara para ulama Islam ortodoks ini, dan yang lebih terkenal yang juga telah mengulas kebenaran kematian Isa al-Masih adalah Syaikh Imam Shaltut, bekas Mufti Besar Mesir dan Rektor Universiti Al-Azhar di Kaherah, Mesir, yang mempunyai kuasa mengeluarkan fatwa (keputusan tentang hukum agama.admin) seperti berikut :

Tidak terdapat alasan yang berwibawa berdasarkan pada al-Quran atau pun Sunnah yang dapat membenarkan kepercayaan bahwa Isa telah diangkat ke Syurga dengan jasadnya dan beliau masih hidup di sana dan beliau akan turun ke bumi dari sana pada Hari kiamat.’

‘Ayat-ayat al-Quran dalam nas tersebut (QS.4/157) menunjukkan kalau Tuhan telah menjanjikan Isa bahwa beliau akan dimatikan pada waktu yang ditetapkan, kemudian dimuliakan (diangkatkan) masuk dalam hadhirat Allah (swt) sendiri dan seterusnya dilindungi dari musuh-musuhnya. Janji ini sudahlah terpenuhi, Allah TELAH MEMATIKAN BAGINDA dan memuliakannya ke dalam hadirat Allah s.w.t.

(Al-Fatawa, diterbitkan oleh Al-Idara al-‘Ama lil-Saqafat al-Islamiyya bil-Azhar, halaman 52-58)

Ada juga aliran-aliran seperti penerus Ahmadiyyah yang berpegangan pada kebenaran kematian Isa di dunia ini 2000 tahun yang lalu. Aliran ini juga telah muncul dari ajaran Islam ortodoks. Dari sini, dapat kita lihat bahwa dunia Islam dan tokoh-pujangganya hari ini sebenarnya tidak mempunyai kata sepakat dan kesepahaman serta pendirian yang sama mengenai kebenaran matinya Isa al-Masih.

Dengan kata lain, yang berkaitan dengan perkara PENYALIBAN ISA, dunia Islam mengalami kesulitan dan kecurigaan yang jelas tentang pendapat dan pemahaman mereka masing-masing dan tidak ada pendirian yang jelas dan yang pasti diantara sesama tafsiran-tafsiran Islam menyangkut perkara kematian Sayyidina Isa di muka bumi!


Jelaslah dalam dunia Islam dan sumber-sumber Islam termasuk al-Quran, tidak mempunyai kata sepakat dan kesamaan yang cukup tepat tentang apa yang sebenarnya telah terjadi atas Sayyidina Isa al-Masih pada hari-hari terakhir Baginda di Bumi ini! Sebenarnya, terbukti bahwa sumber Islam sangatlah KELIRU dan KURANG PASTI akan pemahaman mereka mengenai kebenaran ini! Sesungguhnya kekeliruan dan keraguan para penafsir Islam ini juga telah melahirkan banyak sekali salah-tafsir dan salah sangka yang terlihat berkaitan, bukan saja dengan kebenaran Penyaliban Isa, bahkan banyak lagi fenomena dan ajaran agama Kristen yang lainnya juga.

Oleh karena itu, marilah kita curahkan perhatian kita pada sumber-sumber di dalam Kitab Suci Injil dan Al-Kitab, di mana TIDAK ADA satupun kekeliruan dan keraguan sama sekali tentang kehidupan, pelayanan dan kematian serta kebangkitan Sayyidina Isa al-Masih itu!

Keadaan sebaliknya terwujud dalam dunia Kristen, karena dalam Kitab Suci Injil tercatat pernyataan-pernyataan yang cukup jelas, terarah dan pasti mengenai hari-hari terakhir Sayyidina Isa tersebut. Tidak ada satupun kecurigaan atau kesulitan atau kekeliruan dalam hal tersebut, sebagaimana yang terdapat di dalam al-Quran dan sumber-sumber Islam! Karena itu, adalah sepadan sekali bagi kita merujuk dan mengkaji catatan-catatan dari sumber-sumber Kristen untuk menggali perkara-perkara ini.

Apakah yang telah diajarkan dan dinyatakan oleh Sayyidina Isa al-Masih Sendiri ?

Catatan dari Kitab Suci Injil cukup penuh dengan rekord serta kata-kata Sayyidina Isa sendiri mengenai kematian Baginda sewaktu Dia berada di Bumi ini bersama-sama dengan para murid dan murid-murid Baginda. Sebenarnya, Baginda sendiri telah bernubuat dan mengajar TIDAK KURANG DARI TIGA KALI DALAM SEJARAH PELAYANAN BAGINDA MENGENAI KEMATIANNYA DI TANGAN MANUSIA YANG AKAN TERJADI PADA ZAMAN BAGINDA SENDIRI (Yakni 2000 tahun yang lalu).

Isa al-Masih telah banyak kali memberitahukan sambil menjelaskan kepada pengikut-pengikutnya bahwa misi Baginda mengharuskan kematiannya di atas kayu salib. Ini juga merupakan BUKTI tanpa adanya keraguan lagi, bahwa kematian Baginda adalah satu misi utama dan tugas intisari akan kedatangan Isa dan ini diperkenankan Allah dan juga adalah kehendak-Nya bagi Isa. Mengertilah, al-Masih juga telah dengan jelasnya menyatakan terhadap para pengikut-pengikutNya seperti berikut :

sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Matius 20 ayat 28.

Al-Masih Isa telah mengajar kepada para murid-murid-Nya

BERULANG-ULANG KALI KEBENARAN INI:

1] Matius 16: 21

Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

2] Matius 17: 22-23

Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: ‘Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.’ Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali.

3] Matius 26: 1-2

Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya: ‘Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.’

4] Markus 8: 31

Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

5] Markus 9: 31

Sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: ‘Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.’

6] Markus 10: 32 – 34

Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem dan Yesus berjalan di depan. Murid-murid merasa cemas dan juga orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya, kata-Nya: ‘Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit.’

7] Lukas 9: 22

Dan Yesus berkata: ‘Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.’

Nas Kitab Suci telah mencatat pernyataan-pernyataan, ajaran serta penjelasan yang telah diucapkan Sayyidina Isa al-Masih berulang-ulang kali yang berkaitan tentang pembunuhan dan kematian Baginda yang akan terjadi DI ZAMAN BAGINDA SENDIRI semasa Dia berada dengan murid-muridnya.

Apakah sebenarnya yang Isa telah ajarkan kepada para pengikut-pengikut terdekat-Nya tentang hal ini?

Marilah kita meneliti dan merenungkannya bersama-sama pernyataan-pernyataan dan kata-kata Baginda yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Baginda telah mengajar dan menjelaskan kebenaran tentang identitas Baginda yang sebenarnya sesudah para Murid memberi jawaban mereka atas pertanyaan-pertanyaan-Nya.

Matius 16 ayat 15-19

Matius 16 ayat 15 :

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: ‘Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?’

Matius 16 ayat 16 :

Maka jawab Simon Petrus: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!’

Matius 16 ayat 17:

Kata Yesus kepadanya: ‘Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Matius 16 ayat 18 :

Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Matius 16 ayat 19 :

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.’

Sayyidina Isa telah memberitahu murid-muridnya tentang kematian-Nya – sebagaimana juga mereka telah diberitahu tentang identitas yang sebenarnya yang juga mengidentifikasikan Baginda sebagai AL-MASIH:

Matius 16 ayat 21-23

Matius 16 ayat 21 :

Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

Perhatikanlah reaksi Petrus (yaitu Simon anak Yohanes-ketua murid) dengan apa yang telah diberitahukan oleh Sayyidina Isa kepada mereka:

Matius 16 ayat 22 :

Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: ‘Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.’

Sekarang lihatlah bagaimana Sayyidina Isa al-Masih memberi teguran yang sangat keras sekali kepada Simon anak Yohanes atas jawapannya itu! Serta nama yang telah digelarkan kepada Simon!

Matius 16 ayat 23 :

Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: ‘Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.’

Ketika Simon anak Yohanes telah mencoba menghindarkan Sayyidina Isa untuk menghadapi keharusan penganiayaan, penderitaan dan seterusnya penyalibannya di kota Yerusalem, beliau telah dimarahi dan ditegur dengan keras oleh Sayyidina Isa! Sehingga al-Masih Isa telah menyebutnya ‘Iblis’ atau syaitan!

MENGAPA BISA TERJADI SEPERTI INI? Hal ini disebabkan karena sikap dan kata-kata yang diucapkan si Simon pada saat itu merupakan suatu pencobaan untuk menghalangi Sayyidina Isa dari penyaliban Baginda di atas Salib. Tetapi. Sebaliknya, penderitaan dan kematian yang berulang-kali telah dinyatakan oleh Sayyidina Isa adalah satu-satunya ketetapan untuk memenuhi dan menggenapi kehendak Allah bagi Isa, yang juga merupakan pemberontakan Baginda pada perintah Allah jikalau peristiwa tersebut TIDAK terjadi. Matius 20 ayat 28.

Simon anak Yohanes tidak rela melihat Isa al-Masih ditangkap, dianiaya dan menderita di tangan manusia. Terlebih lagi, beliau tidak rela dan sangat tidak menginginkan apabila Rabbinya Isa al-Masih mati di tangan Manusia! Untuk Simon, penderitaan ini sangat hina dan memalukan untuk jalani Al-Masih Isa yang telah diutus oleh Allah s.w.t.

Saudaraku kekasih, saya pernah berfikir dan bersikap sepenuh hati seperti Simon ibni Yohanes itu! Dan umat Islam pada hari ini (dan juga di zaman dahulu) semuanya memiliki pandangan dan pendapat serta fikiran sama seperti murid Al-Masih Isa ini!

Kita tidak ingin hamba dan rasul terpilih Allah dihina dan dikecilkan bukan? Karena itulah Simon Petrus telah mencoba untuk menghalangi Sayyidina Isa agar tidak ditangkap oleh musuh-musuhnya, dianiayakan dan seterusnya mati di atas salib akibat penyaliban di tangan mereka.

Akan tetapi saudaraku, SEBENARNYA dengan peristiwa itulah maka digenapi dan tercapailah kehendak Allah bagi Al-Masih Isa! Baginda sendiri telah menyatakannya secara terus terang:

Matius 26 ayat 54 – 56.

Matius 26 ayat 54 :

Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?’

Matius 26 ayat 55 :

Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: ‘Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.

Matius 26 ayat 56 :

Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi.’ Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Saudaraku yang budiman, terdapat banyak nubuatan-nubuatan yang telah diramalkan oleh nabi-nabi Allah sebelum datangnya Firman Allah yang hidup – yakni Isa Al-Masih Kalimatullah. Di antara nabi-nabi yang terkenal dan dikagumi umat Allah yaitu Nabi Yesaya. Baginda telah dinubuatkan selama 700 tahun sebelum kedatangan Isa Al-Masih. Marilah kita bersama-sama merenungkan nubuatan ‘Hamba Allah yang Menderita’ yang terdapat dalam fasal 53 Kitab Nabi Yesaya.

3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
4
Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya..
8
Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya
.(Yesaya 53 ayat 3 – 9)

Nabi Yesaya telah menubuatkan ini 700 tahun SEBELUM kedatangan al-Masih Isa! Petikan ini tercatat dalam kitab Suci Taurat dan Nabi-nabi Israel yang masih dipakai umat Yahudi sampai hari ini. Apakah kita mempunyai bukti dan alasan kuat untuk mempercayai kebenaran nubuatan Yesaya ini?

Jawabannya ADA! Alhamdulillah! Dengan penemuan ahli-ahli dan pakar arkeologi purbakala di kawasan Laut Mati dekat dengan BaitulMaqddis, koleksi Dead Sea Scrolls yaitu Skrol-skrol Laut Mati yang awalnya telah ditemukan pada tahun 1948 T.M (Tahun Masehi.admin) telah membantu penyelidik-penyelidik dan tokoh-tokoh penulis naskah Kitab Taurat dan Kitab Injil yang memperoleh banyak sekali pengesahan untuk isi serta ketepatan kandungan Kitab-kitab tersebut. Contohnya, terdapat naskah Skrol Laut Mati Kitab nabi Yesaya (seperti di atas) yang keseluruhan isinya dengan apa yang tertulis dalam Kitab Yesaya umat Yahudi hari ini! Ini berarti keadaan teks dan nas Kitab Taurat, Zabur dan Nabi-Nabi Allah adalah TEPAT DAN TIDAK MENGALAMI PERUBAHAN SELAMA LEBIH KURANG 1,000 TAHUN. Dalam hal ini pakar-pakar dan tokoh-tokoh yang menyelidiki manuskrip tersebut telah menetapkan waktu pencatatan Skrol-skrol Laut Mati itu pada Tahun 100 Sebelum Masehi.

Ini berarti bahwa nubuat dan ramalan ‘Hamba Allah yang Menderita’ dari Kitab Nabi Yesaya fasal 53 diatas diakui sudah ada sekurang-kurangnya 100 TAHUN sebelum kelahiran Sayyidina Isa al-Masih. Mereka yang tertarik untuk mendalami pengkajiannya dalam ilmu ini dapat merujuk pada buku ‘How We Got the Bible ?’ karya N.R. Lightfoot, 2003, Baker Books halaman 114-140.

Jadi, nubuatan-nubuatan seperti di ataslah yang dimaksudkan oleh Sayyidina Isa dan para murid saat mereka mengutip dari Kitab Suci Taurat, Zabur dan Nabi-nabi Allah. Dan nas pada Yesaya 53 itulah yang sesungguhnya dikatakan oleh Simon Anak Yohanes dalam tulisan-tulisannya yang juga menunjuk sepenuhnya kepada Sayyidina Isa.

Apakah ajaran dan pegangan Simon Petrus setelah itu? Apakah yang terjadi pada pengikut Sayyidina Isa yang terkenal ini sesudah beliau benar-benar insaf dan bertobat pada sabda pemimpin dan guru beliau ? Dengarlah kata-kata murid Simon ibni Yohanes ini mengenai Al-Masih Isa, yang juga merupakan himbauannya kepada umat Allah yang bukan hanya pada zaman beliau saja, tetapi juga masih berlaku untuk hari ini :

1 Petrus 1 : 18 – 21

1 petrus 1 ayat 18 :

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

1 petrus 1 ayat 19 :

melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

1 petrus 1 ayat 20 : Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.

1 petrus 1 ayat 21 :

Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

dan juga :

1 Petrus 2: 21-24

1 Petrus 2 ayat 21 :

Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

1 Petrus 2 ayat 22 :

Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

(Nubuat dari Yesaya 53 ayat 9)

1 Petrus 2 ayat 23 :

Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

1 Petrus 2 ayat 24 :

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.(Nubuat Yesaya 53 ayat 5).

Jikalau DULUNYA, Simon ini telah mencoba untuk MENGHALANGI gurunya, Isa al-Masih, untuk menjalani kematian di atas Salib, sekarang, pendiriannya TELAH BERGANATI DENGAN RADIKALNYA! Kajilah kata-kata Simon anak Yohanes itu sendiri di atas! Simon sudah insaf dan sadar akan kebenaran PENYALIBAN DAN KEMATIAN ISA AL-MASIH dan juga bagaimana peristiwa itu adalah KEHENDAK ALLAH S.W.T. BAGI ISA dan Manusia sejagat. Beliau telah mengimani kehendak Allah ini bagi Isa, dan Murid ini telah mengajarkan kebenaran penyaliban Isa pada pengikut-pengikut Al-Masih Isa yang lain diseluruh Dunia!

Jikalau dahulunya terdapat kesalahan dan suatu yang sulit diterima oleh murid ini, sekarang segala kekhawatiran dan kecurigaannya sudah tidak ada lagi – dimusnahkan dan dirobohkan oleh kata-kata dan sabda Isa Al-Masih sendiri, serta oleh peristiwa PENYALIBAN BAGINDA yang benar-benar telah terjadi – sesuai dengan terpenuhinya akan penggenapan firman dan kehendak Allah sendiri, serta dengan pengesahan kebenaran dan fakta-fakta Sejarah. Syukur Alhamdulillah!

Saudara dan saudari yang dikasihi Allah, pertimbangkanlah kata-kata Sayyidina Isa serta penjelasan Baginda di atas ini. Janganlah biarkan pra-sangka dan salah-sangka anda mengeruhkan fikiran dan jiwa anda tentang apa yang sesungguhnya telah diucapkan oleh Baginda sendiri. Moga-moga Allah s.w.t. akan menganugerahi anda dengan nur dan hidayah-Nya kepada saudara!
Wassallam, saudara Baharom.