KESAKSIAN FAISAL

Nama saya Faisal, saya dilahirkan dan dibesarkan disalah satu negara ASEAN. Saya dibesarkan sebagai orang Islam dan saya sendiri telah mengikut cara hidup seorang Muslim yang cukup alim.

Kisah nyata saya ini berawal dipenghujung Tahun Kedua saya di Universitas. ketika saya tinggal di luar negeri dengan tujuan menyambung pendidikan tinggi di Universitas, saya tidak menyangka atau bermimpi untuk memeluk ajaran Isa Al-Masih yang sesungguhnya, atau sabda Hazrat Isalah yang menjadi dasar dan telah membawa satu-satunya Jalan yang Lurus ke Tuhan.

Untuk beberapa lama saya telah mengkaji Teologi (Fikah) Kristen melalui kacamata prasangka-prasangka saya yang sempit, oleh karena itu saya tidak meminta sahabat-sahabat Nasrani saya untuk memberikan keterangan yang lebih lanjut, hingga suatu saat saya melibatkan diri dalam suatu dialog agama. Dengan tiba-tiba, minat dan tumpuan saya dalam pendebatan agama telah dibangkitkan kembali. Ketika saya berdialog seperti ini dengan mereka, saya telah kenal dengan seorang Kristen bangsa Arab.

Saya sangat mewaspadai Nasrani Arab ini, yang juga seorang imam di gerejanya. Saya pun bertekad membuktikan perkara ini kepadanya. Kami mulai dengan berbicara banyak hal tentang agama Islam dan Kristen. Saya juga mulai merenungkan banyak hal yang muncul kemudian. Banyak juga pertanyaan-pertanyaan yang muncul sewaktu kami sedang berbicara. Misalnya-Apakah jaminan akhirat atau tempat di surga bagi umat Islam? Apakah Manusia diciptakan hanya berfungsi sebagai hamba dan pesuruh Tuhan semata-mata? Ataukah Manusia sesungguhnya boleh mengalami hubungan peribadi dengan Tuhan Penciptanya yang jauh lebih intim dari pada itu? Kalau diajarkan dalam al-Quran bahawa Allah telah mengampuni Adam untuk dosanya, lalu mengapa Adam tidak diperkenankan kembali masuk ke dalam Taman Firdaus sesudah diampuni dosanya itu?

Kitab Suci Injil juga memiliki dukungan fakta-fakta sejarah yang amat kuat sebagai kesaksian pada kesahihan dan ketulenan(keaslian)nya . Saya sendiri telah mengkaji dan menyelidiki sebagian dari ajaran-ajarannya hanya dengan bimbingan Tuhan saja dan mengagumi kesaksian ajaran-ajaran itu. Perkara-perkara ini telah begitu menarik perhatian dan minat saya, sehingga saya tidak mengkaji buku atau Kitab manapun kecuali hanya al-Quran dan Kitab Suci Injil selama beberapa bulan berikutnya!

Pertanyaan di atas masih belum terjawab juga. Sambil saya berkenalan dengan sahabat-sahabat Kristen yang lain, saya mendapati bahwa mereka ini sesungguhnya sangat tulus ikhlas dan prihatin. Pada awalnya saya selalu mengawasi dan curiga akan keikhlasan mereka yang disebabkan oleh pengaruh dan prasangka saya yang sempit, yaitu orang-orang ini sengaja ‘berbaik-baik’ terhadap saya hanya untuk ‘mengkristenkan’ saya.

Namun kemudian, setelah saya lebih mengenal mereka saya menyadari bahwa mereka ini benar-benar menganggap diri saya sebagai seorang insan, dan bukan hanya dianggap sebagai sasaran mereka untuk diinjili. Justeru itu, saya telah menyelidiki lebih mendalam lagi ke dalam ajaran Kristen dan membandingkannya dengan Islam.

Tentang perjalanan rohani saya, belum begitu matang pada waktu itu, agak kocar-kacir keadanya. Keraguan dan kegelisahan mulai melanda saya dan saya kerapkali berpaling kepada Tuhan dan meminta bimbingan daripadaNya. Bila saya mengkaji Kitab Suci Injil (Bible), ada nas-nas yang membawa pengaruh yang begitu mendalam pada jiwa saya, seolah-olah Allah sendiri sedang membimbing saya dengan firman-Nya.

Walau bagaimanapun, pada satu ketika saya hampir putus asa dalam pencarian saya, yaitu diakhir pertengahan semester kuliah saya. Pencarian saya itu dihentikan untuk sementara, dan saya pergi berlibur dengan sahabat-sahabat saya itu. sewaktu liburan itu, teman-teman saya mengadakan pengkajian Kitab Suci pada waktu petang, tetapi saya tidak menceburkan diri dalam pengkajian itu dan hanya duduk di satu sudut yang jauh sambil memerhatikan mereka.

Pertalian silaturrahim yang erat lagi rapat di antara mereka semua tidak pernah lepas dari perhatian saya. Walaupun mereka ini semua individu-individu yang berbeda dan berlainan kepribadian, namun hubungan kasih mereka yang akrab sangatlah kuat. Dampaknya kembali kepada saya mengenai apa yang telah saya kaji tentang agama Kristen akhirnya menjadi jelas dan telah mendorong saya untuk membuat keputusan yang sewajarnya.

Tetapi saya masih menunda keputusan tersebut – karena masih ada sedikit kegelisahan atas reaksi pada banyak orang nantinya. Tetapi akhirnya saya insaf akan kewajiban saya untuk melangkah ke Jalan Tuhan yang sebenarnya dengan sungguh-sungguh.

Pada hari terakhir liburan itu, setelah merenung dan berfikir yang cukup matang dan juga berdoa, saya akhirnya membuat pengakuan bahwa terdapat penyelamatan dan kesejahteraan dunia dan akhirat hanya melalui Al-Masih Isa saja!

Sungguh cepat sudah waktu berlalu. Kini saya ingin menyampaikan khabar baik mengenai Al-Masih dan anugerah rahmat kasih-sayang Tuhan yang sungguh indah ini sesudah selesainya pengajian saya. Saudaraku Muslimin dan Muslimat yang terkasih, secara ikhlas dan dengan penuh kejujuran saya berseru supaya saudara-saudari semua mengenyampingkan prasangka-prasangka terhadap Injil, umat Nasrani dan Al-Masih Isa sendiri yang selama ini dipelopori sebagian umat Islam, walaupun alasan mereka itu tidak mempunyai dasar.

Pertimbangkanlah kesaksian kami ini dengan hati dan fikiran yang terbuka tanpa dipengaruhi oleh prasangka-prasangka sempit dan tidak berdasar itu.

hubungilah saudara Nasrani kita dan kemukakanlah persoalan kamu kepada mereka tanpa adanya perasaan was-was. Satu pertanyaan saya yang ingin tanyakan kepada saudara-saudara Islam saya, ‘sudah pastikah kamu semua kemana kamu akan pergi sesudah kamu meninggal dunia?’ Renungkanlah hakikat dan pertanyaan ini sedalam-dalamnya oleh kerana kehidupan di dunia ini hanyalah sementara saja. Bagi diri saya sendiri, saya sudah tentu dengan jaminan janatulnaim dan penyelamatan jiwa saya. Dan ini pula menjamin saya melalui fidia atau korban tebusan agung yang telah dilakukan oleh Hazrat ‘Isa Al-Masih melalui pengorbanannya di atas Salib, yang telah menyelamatkan saya dari maut karena dosa. Saya yakin dengan segenap akal budi, hati dan jiwa saya sepenuhnya bahwa Dia sesungguhnya satu-satunya Putera Allah yang telah diutus-Nya.

Doa-doa saya menyertai anda semua.

Faisal