ENAM DIBAGI DUA

Cerita dibawah ini adalah test recruitment untuk jadi wapres.
Satu pertanyaan, dan dari satu jawaban ini akan terlihat siapa yang yang layak jadi pendamping si Babe dalam menantang bade´, krisis moneter.

Soe menemukan sebuah cara untuk memilih wapres dari tiga calon kuat…yaitu : mas Tri, mas Haramoko dan mas Yusuf Hbb.
Prioritas pertama, Soe memilih mas Tri…., sang ajudan diperintah oleh dia,

“Panggil si Tri kemari segera!”

Setelah Tri duduk, Soe bertanya,

“Coba kamu Tri, jawab pertanyaan saya ini dengan benar, kalau 6 : 2 (enam bagi dua) berapa ???”

Tri dengan sigap menjawab, ” Siap pak…tiga…siap!”

Melihat kesigapan Tri, pak Soe jadi takut, dia tidak bisa mempercayai orang yang terlalu sigap sperti Tri.
Karena belum puas ia menyuruh ajudannya memanggil Haramoko.
Ketika si Haramoko masuk ruangan, Soe langsung bertanya,

“Eh Haramoko, sampeyan coba jawab ini soal matematika dengan benar, 6:2 = berapa?”

Haramoko menjawab, “Saya akan selalu menuruti dan menunggu petunjuk dari bapak untuk menjawab segala permasalahan.”

Soeharto dengan kesal berkata, “Memang kamu ini tidak pernah berubah, tetap lamban moko..moko…!”, sambil menyilakan Haramoko untuk keluar dari ruangan.

Sekarang tinggal pilihan terakhir yaitu Yusuf Hbb; Soe berharap Yusuf bisa memuaskan dia.

“Ok !! Rudy (panggilan sayang Soe kepada Yusuf Hbb), “aku mau tanya kamu.. enam dibagi dua berapa?”

Yusuf dengan tenang menjawab, “Kalo enam dibagi “berdua” ..antara saya dengan bapak, saya cukup satu dan lima buat bapak!”, kata Yusuf dgn tenang.

Soe sangat puas dgn jawaban ini dan ia telah menemukan wapres idamannya….

Kiriman : “Setya A. Sis” <sasis@>.