DARI BANCI MENJADI PRIA SEJATI

Anisa adalah seorang banci asal Jawa Barat. Ia mencari peruntungan di Semarang. Seperti kebanyakan banci, ia terjerumus ke dalam dunia pelacuran. Mudah diduga, ia mudah terserang berbagai penyakit.

Dalam keadaan sakit parah, ia terbaring sendirian di kamar kontrakannya. Dalam penderitaannya ia melihat pemandangan yang mengagetkan. Di kamar itu datang seorang pria yang tampan namun sorot matanya tidaklah nakal, melainkan penuh kasih dan kekudusan. Pria ini tersenyum kepadanya. Secepat kilat ia ingat bahwa wajah pria ini sering dilihatnya di kalender-kalender. ‘Wah, Tuhannya orang Kristen koq ada di sini?’ pikirnya. Pria itu berlalu.

Ia bertanya-tanya, mengapa Tuhannya orang Kristen mau datang ke rumah kontrakannya yang kumuh? Mengapa Dia mendatangi orang penuh dosa seperti dirinya? Beberapa hari kemudian ketika masih terbaring di kamarnya ia sedang mengharapkan kesembuhan atas penyakitnya. Tiba-tiba di kamarnya datang lagi Tuhannya orang Kristen. ‘Kalau Engkau memang benar-benar Tuhan, sembuhkan saya! Kalau saya disembuhkan, saya akan percaya dan menyembah Engkau,’ katanya memberanikan diri. Pria itu tersenyum, lalu menjamah tubuhnya. Seketika itu juga ada aliran hangat mengalir ke sekujur tubuhnya. Aliran itu begitu penuh kasih dan kuasa. Ia mulai merasakan tubuhnya segar dan sehat. Penyakitnya hilang lenyap.

Di tempat lain di JKI Injil Kerajaan di Semarang, ada seorang staf yang senang berdoa bagi kaum waria. Pada suatu hari ia meminta ijin kepada Pdt. Petrus Agung untuk melayani kaum waria. Ia mendatangi suatu komunitas waria di kota Semarang. Ketika ia bertemu mereka, ia bertanya apakah diantara mereka ada yang pernah mendengar tentang Yesus. Salah seorang dari mereka berkata dengan mantap.
‘Saya kenal Dia!’
‘Oh ya?’
‘Saya pernah ketemu Dia. Dia menyembuhkan sakit saya dengan ajaib. Saya mau percaya dan menyembah-Nya.’

Akhirnya beberapa orang dari kalangan waria itu diajak ke sebuah ibadah anak-anak muda. Wah, ada kehebohan ketika para waria itu dengan gayanya yang khas memasuki ruang ibadah. Namun mereka diterima di antara mereka. Sejak saat itu Anisa, yang mengalami perjumpaan dengan Kristus sendiri, terus bertumbuh dalam iman dan bersemangat memperkenalkan Juruselamatnya. Ia kemudian dibaptis dan mengubah namanya menjadi Salomo, dan sejak saat itu ia berpakaian dan berperilaku sebagai pria sejati. Sekarang ini ada ibadah khusus bagi kaum waria di Semarang, dan salah satu pengerjanya adalah Salomo yang mengalami sendiri betapa Tuhan itu hidup!
Segala puji dan hormat hanya bagi Dia!

(Sumber Kesaksian: Pdt. Petrus Agung)