CHOO THOMAS SELAMA DI SURGA

Aborsi pada pandangan Allah?

Dari bukunya Surga itu nyata,

Choo Thomas menjelaskan apa yang didengar-nya dari Yesus Kristus selama di Surga

Setelah Berjalan Melewati jembatan emas bercahaya, Tuhan membimbing-ku pada sebuah tempat dimana ada bayi-bayi kecil dan bayi-bayi mungil—banyak diantaranya terlihat seperti baru dilahirkan—mereka di-pelihara. Ruangan yang sangat besar, seperti sebuah gudang, tak mewah atau indah. Di-penuhi dengan bayi-bayi mungil yang telanjang dan terbaring berdekatan satu dengan yang lainnya.
‘Mengapa banyak sekali bayi-bayi mungil disini?’ saya bertanya,

Bayi-bayi mungil dari ibu-ibu yang tak menginginkan-nya. Aku akan Jaga bayi-bayi-nya!’ Tuhan menjawab-ku.
‘Apa yang akan Engkau lakukan terhadap mereka, Tuhan?’
Jika ibu-ibu mereka diselamatkan, mereka dapat mengambil bayi-bayi mereka kembali.
‘Apa yang terjadi jika ibu-ibu mereka tidak diselamatkan? Apakah yang akan Kau lakukan?’
Ibu-ibu lain akan memiliki mereka saat semua anak-anak-ku masuk kedalam Kerajaan.
Lalu saya mengerti bahwa bayi-bayi mungil ini telah di gugurkan dari rahim-rahim ibu-nya, lalu saya menangis. Yesus berteriak, ‘
Aku tidak suka Aborsi!’ Suara-Nya dan kelakuaan-Nya bertambah sukar dan marah, saya sadari, setelah itu dan disana, bahwa ini-lah pesan yang segera akan saya bagikan pada siapa saja yang mau mendengarkannya.
Tuhan tidak menyukai Aborsi. Hal itu adalah salah satu dosa terburuk kepada-Nya. Yesus-lah yang mengatakan, ‘
Biarkan-lah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan melarang mereka;sebab mereka-lah yang empunya Kerajaan Allah’ (Markus 10:14). Yesus mencintai anak-anak kecil, dan dapat kulihat belas kasihan yang lembut pada Bayi-bayi Aborsi yang mungil ini sebagaimana saya melihat dan mendengarkan-Nya.’
(Akhir kutipan)

Mem-Fiolasikan pengadilan-Nya,

Mem-profokasikan Murka-Nya,

Tuhan telah memberikan peringatan setelah peringatan!

Anda harus berpegang pada apa yang benar,

dan menolak apa yang salah!

abortion_picture_5.jpg abortion_picture_4.jpg

abortion_picture_1.jpg abortion_picture_2.jpg

abortion_picture_3.jpg abortion_picture_6.jpg

abortion_picture_7.jpg abortion_picture_8.jpg

abortion_picture_9.jpg abortion_picture_10.jpg

abortion_picture_11.jpg abortion_picture_12.jpg

abortion_picture_13.jpg abortion_picture_14.jpg

abortion_picture_15.jpg abortion_picture_16.jpg

abortion_picture_17.jpg abortion_picture_a.gif

abortion_picture_19.jpg

abortion_picture_20.jpg abortion_picture_21.jpg

abortion_picture_22.jpg abortion_picture_23.jpg

abortion_picture_24.jpg abortion_picture_25.jpg

abortion_picture_26.jpg abortion_picture_27.jpg

abortion_picture_28.jpg abortion_picture_31.jpg

abortion_picture_33.jpg abortion_picture_34.jpg

abortion_picture_36.jpg
abortion_picture_37.jpg

abortion_picture_38.jpg abortion_picture_39.jpg abortion_picture_40.jpg

abortion_picture_41.jpg abortion_picture_42.jpg

Jangan berdiam diri!

Jangan ber-alasan!