BERAPA LAMA YESUS DALAM KUBUR?

Y E S U S

Tidak disalib pada hari Jumat

Tidak bangkit pada hari Minggu

Bagaimana bisa kita menyebut atau menghitung 3 hari 3 malam antara penyaliban di hari Jumat sore sampai kebangkitan di hari Minggu pagi? bagaimana sebenarnya tentang waktu Yesus disalibkan hingga Dia bangkit? Sekitar satu milyar penganut Protestan dan milyaran lagi penganut Katolik

percaya bahwa Yesus disalib dan dikuburkan pada hari Jumat sore (Jumat Aung) dan bangkit di Minggu dini hari (Minggu Paskah), satu setengah harikemudian. Namun, kalau kita membandingkan hal tersebut dengan apa yang dikatakan Yesus sendiri tentang berapa lama Dia akan dikuburkan, kita akan mendapatkan suatu kontradiksi yang besar.

Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian
juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

(Matius 12:40)

Konteks dimana Yesus mengatakan hal tersebut adalah penting, sebab orang orang Farisi dan ahli Taurat meminta satu tanda yang nyata bahwa Dia adalah benar Mesias yang sudah lama ditunggu sesuai nubuatan nabi-nabi.

Tetapi jawab-Nya kepada mereka: ‘Angkatan yang jahat dan tidak setia ini
menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda
selain tanda nabi Yunus.
(Matius 12:39)

Jadi, hal ini adalah satu-satunya bukti bahwa Dia adalah benar-benar Mesias yang dijanjikan.

1. Perhatikan kata ‘selain’! Tidak ada tanda lain! Satu-satunya bukti bahwa Yesus adalah Mesias adalah bahwa Dia dikubur selama 3 hari 3 malam (dan kemudian bangkit dengan KuasaNya sendiri)! Kepercayaan Kristen ‘tradisional’ tentang waktu Yesus mati dan bangkit tidak masuk akal! Alkitab jelas menuliskan bahwa Yesus mati dan tubuhNya diletakkan dengan segera pada sebuah goa tepat sebelum matahari terbenam, sesaat sebelum Sabat dimulai (Yohanes 19:31-42). Dari kepercayaan ‘tradisional’, Jumat petang hingga Sabtu petang adalah 1 hari 1 malam. Kemudian Sabtu petang hingga Minggu dini hari adalah malam. Kita hanya mendapatkan 2 malam 1 hari.

Dari mana kita mendapat 1 malam dan 2 hari lagi supaya jumlahnya 3 hari 3 malam, seperti yang telah dikatakan Yesus sendiri?

Ini benar-benar masalah!
Kebanyakan orang dan ahli teologi bertahan dengan argumentasi bahwa setiap bagian dari hari, baik siang atau malam dihitung sebagai satu siang atau satu malam. Jadi menurut mereka, sisa sedikit waktu di hari Jumat dihitung sebagai satu hari, seluruh hari Sabtu dihitung sebagai satu hari juga, dan sedikit waktu saja di hari Minggu (sampai dini hari saja) dihitung sebagai satu hari juga. Kedengarannya masuk akal, bukan? Tidak! Kalaupun dihitung dengan cara demikian itu, maka hanya akan diperoleh jumlah 3 hari 2 malam! Bukan 3 hari 3 malam seperti yang telah Yesus katakan sendiri!

Juga kita lihat di Yohanes 20:1 ‘..pagi-pagi benar ketika hari masih gelap,
pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil
dari kubur.’

Apa terlihat satu masalah dari ayat tersebut? Yohanes menulis bahwa Maria Magdalena datang pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, dan menemukan kubur yang telah kosong! Jadi, tentu Yesus telah bangkit sebelum pagipagi benar itu. Jadi kalau dihitung lebih teliti lagi dengan cara itu maka akan didapatkan; sedikit Jumat sore, Jumat malam, satu hari penuh Sabtu, dan sedikit sisa malam di hari Minggu. Ini menghasilkan jumlah hanya 1 hari ditambah 1 malam yang tidak utuh, kurang lebih hanya 1 1/2 hari saja. Sudah jelas ada masalah bukan? Yesus yang salah mengatakan tentang lamanya Dia akan dikuburkan, atau keyakinan tentang kematianNya selama Jumat Agung hingga Minggu Paskah adalah suatu keyakinan yang keliru dan tidak Alkitabiah? Tidak mungkin kedua-duanya benar. Jadi mana yang benar? Kuncinya adalah mengerti tentang Sistem Waktu Tuhan Kunci untuk mengerti tentang waktu penyaliban dan kebangkitan Kristus terletak pada pemahaman yang benar tentang sistem waktu yang dipakai Tuhan dalam hal menghitung hari (kapan mulai dan berakhir), juga tentang waktu Tuhan untuk menentukan hari-hari raya sesuai Alkitab.

Pertama kali kita harus mengerti bahwa Tuhan tidak memulai dan mengakhiri hari pada tengah malam seperti metode pemisahan waktu yang dipakai pada masa ini. Kejadian 1:15 secara jelas menunjukkan bahwa Tuhan menghitung permulaan hari adalah mulai petang (matahari terbenam); ‘Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama’. Tuhan dengan jelas mengulangi sistem waktu ini pada seluruh 6 hari penciptaan, seperti pada ayat 8, ayat 19, dan seterusnya. Pada kitab Imamat 23 dimana Tuhan menyebutkan tentang hari Sabat dan Hari Raya – Hari RayaNya, Tuhan membuat semakin jelas sistem waktu yang telah ditentukanNya itu, dengan mengatakan bahwa hari-hari itu haruslah dirayakan/dijalankan mulai petang hingga petang (ayat 32). Inilah juga mengapa Yusuf dari Arimatea dan Nicodemus, pengikut Yesus, dengan segera dan tergesa-gesa menguburkan Yesus di goa sebelum matahari terbenam. (Yohanes 19:39-42). Ini karena Sabat dimulai ketika matahari terbenam (ayat 31), dimana segala pekerjaan harus segera dihentikan. Dua macam Sabat, menghasilkan kebingungan di masa sekarang ini Seperti yang telah dituliskan

‘Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib – sebab Sabat itu adalah hari yang besar – maka datanglah orangorang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang orang itu dipatahkan (untuk mempercepat kematian) dan mayat mayatnya diturunkan.’ (Yohanes 19:31)

Budaya Yahudi pada saat itu, pekerjaan sehari-hari seperti memasak, membersihkan rumah dan lain-lain, harus dikerjakan sebelum Sabat untuk menghindari bekerja pada hari yang telah ditentukan Tuhan untuk beristirahat. Jadi, sehari sebelum tiba Sabat itu sudah biasa disebut ‘Hari Persiapan’. Jadi jelas bahwa hari dimana Yesus disalibkan adalah pada Hari Persiapan, sehari sebelum Sabat. Pertanyaannya kemudian adalah ‘Sabat yang mana?’

Banyak orang menganggap tentang ayat Yohanes tersebut sebagai Sabat mingguan biasa, yang dimulai sejak Jumat petang hingga Sabtu petang. Dihubungkan dengan ayat 31 tersebut maka, banyak orang menganggap bahwa Yesus disalibkan pada hari Jumat, yang sekarang dikenal sebagai Jumat Agung. Kebanyakan orang tidak berpikir bahwa ternyata Alkitab berbicara mengenai dua macam hari Sabat; – hari Sabat biasa yang jatuh pada hari ke-tujuh pada setiap minggunya, dan, tujuh hari Sabat tahunan, yang disebutkan dalam Imamat 23 dan disebutkan dalam berbagai bab dalam kitab-kitab selanjutnya, yang dapat jatuh pada hari apa saja dalam suatu minggu (ayat 5, 6). Karena kekristenan pada abad-abad pertama Masehi melalaikan perayaan Sabat tahunan ini, (seperti halnya melalaikan penghormatan Sabat mingguan), maka selama berabad-abad kemudian orang menjadi gagal untuk mengerti bahwa Injil menjelaskan mengenai kapan Yesus disalib dan bangkit. Itulah mengapa juga ‘sistem’ Jumat Agung – Minggu Paskah itu tidak demikian sebenarnya. Kebanyakan orang tidak memperhatikan bahwa Yohanes secara jelas menyatakan bahwa Sabat yang segera dimulai pada saat matahari tenggelam setelah Yesus disalibkan adalah Hari Sabat Tahunan, bukan Sabat mingguan yang jatuh pada hari Sabtu. Yohanes 19:31sebab Sabat itu adalah hari yang besar……

Imamat 23:2; Sabat berarti hari perhentian, tidak berarti hari Sabtu saja. Kata ‘Sabat itu’ pada ayat ke 11, 15 misalnya, tentu saja menunjuk pada paragraf sebelumnya yaitu ayat 6, tujuh Hari Raya Roti Tak Beragi, tidak menunjuk pada Sabat di ayat 3. Perhatikan Imamat 23:5 Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN. Imamat 23:6 Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi Imamat 23:15 Kemudian kamu harus menghitung, mulai dari hari sesudah Sabat itu, yaitu waktu kamu membawa berkas persembahan unjukan, harus ada genap tujuh minggu; 23:16 sampai pada hari sesudah Sabat yang ketujuh kamu harus hitung lima puluh hari; lalu kamu harus mempersembahkan korban sajian yang baru kepada TUHAN. Ayat 15, menghitung 7 minggu setelah Sabat jelas dimaksudkan untuk menghitung 7 minggu setelah hari Sabat tanggal 14 (ayat 5) yang bisa jatuh pada hari apa saja. Kalau ditebak sebagai Sabat hari Sabtu, tentunya tidak perlu dihitung selama tujuh minggu lagi bukan? Tinggal disebutkan ‘tujuh
Sabat lagi’.

Ayat 16 menunjuk lebih jelas bahwa Sabat yang dimaksud adalah Sabat yang ke tujuh (Sabat terakhir) setelah Paskah yaitu Hari Raya Roti Tak Beragi selama tujuh hari (ayat 5, 6).

Perhatikan secara seksama Yohanes 19:31 yang mengatakan bahwa ‘-sebab Sabat itu adalah hari yang besar -’, kata hari besar di sini jelas membedakan antara Sabat tahunan dengan hari Sabat mingguan biasa. Jadi, setelah mengerti hal-hal tersebut, ‘hari besar’ apakah yang akan dirayakan segera setelah Yesus dengan segera dikuburkan itu?

Injil mengatakan bahwa malam sebelum Yesus diadili dan disalibkan, Dia merayakan Paskah bersama murid-muridNya. (Matius 26:19-30, Markus 14:16-17, Lukas 22:13-15). Ini berarti Yesus disalibkan pada hari Paskah! (ingat, hari Paskah dimulai petang hari itu hingga petang esok hari). Imamat 23, dimana disebutkan semua Hari Raya Tuhan, mengatakan bahwa setelah hari Paskah adalah hari raya yang lain yaitu Hari Raya Roti Tak Beragi (ayat 5 dan 6). Hari pertama pada perayaan ini adalah hari besar dimana harus dilakukan pertemuan kudus (ayat 7), dimana tidak boleh melakukan pekerjaan sehari-hari pada umumnya. Ini adalah hari pertama Sabat tahunan Tuhan. Ini adalah ‘hari besar’ atau hari raya yang ditulis oleh Yohanes. Banyak komentar Alkitab, ensiklopedi Kristen, dan kamus Alkitab juga merujuk hal ini pada Sabat tahunan daripada
Sabat mingguan. Paskah dimulai saat matahari tenggelam dan diakhiri hari berikutnya ketika matahari tenggelam, dimana kemudian Sabat Tahunan (Hari Raya Roti Tak Beragi) dimulai. Yesus merayakan Paskah bersama murid-muridNya, ketika kemudian malam hari itu juga Dia ditangkap. Setelah hari terang, Dia dihadapkan kepada Pontius Pilatus, kemudian disalibkan, kemudian secara segera dikuburkan sebelum matahari tenggelam, ketika ‘hari besar’ yaitu hari pertama Hari Raya Roti Tak Beragi dimulai. Kitab Imamat 23 menjelaskan kepada kita tentang urut-urutan hari raya-hari raya tersebut, dan sebenarnya Injil menegaskan kembali urut-urutan tersebut. Yesus disalibkan pada hari Rabu, bukan Jumat!

Beberapa program komputer yang ada sekarang ini bisa menunjukkan kepada
kita untuk menghitung atau untuk mengetahui kapan waktu untuk Paskah
dan hari-hari raya Tuhan lainnya pada sebarang tahun yang ingin diketahui.

Program-program tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 31 Masehi, tahun kejadian peristiwa tersebut di atas, Paskah/malam Paskah jatuh pada hari Selasa petang, dan kemudian hari Rabu petang adalah permulaan dari ‘hari besar’, yaitu hari pertama dari perayaan Hari Raya Roti Tak Beragi. Jadi kemudian, dengan dalil ini dan dengan mengetahui bahwa Yesus disalibkan sehari sebelum Sabat tahunan, yaitu Sabat setelah Paskah; jelas bahwa Yesus disalibkan pada hari Rabu siang, bukan pada hari Jumat, seperti dianggap oleh banyak orang. Dapatkah kita menemukan bukti/kejelasan lebih lanjut tentang hal ini dalam Injil/Alkitab? Ya, tentu saja kita bisa. Mari kita lihat ayat yang jarang diperhatikan secara teliti, yaitu di
‘Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus’ (Markus 16:1).

Pada masa itu ketika sanak saudara atau orang yang dikasihi mati, ada yang dikuburkan di dalam tanah, ada pula yang diletakkan di dalam goa. Bagi yang diletakkan di dalam goa, maka sanak saudara atau famili sudah biasa meletakkan rempah-rempah dan wewangian di dalam goa di seputar mayat dengan maksud untuk mengurangi bau busuk yang ditimbulkan oleh mayat tersebut. Karena Yesus dikuburkan petang hari menjelang Sabat (tahunan), sehingga dua wanita tersebut tidak mempunyai waktu untuk membeli rempah-rempah dan wewangian sebelum hari Sabat itu (disamping tentu saja belum perlu
untuk mengurangi bau busuk dari mayat menggunakan rempah-rempah, karena mayat Yesus belum membusuk). Demikian juga mereka tidak bisa membelinya pada hari Sabat, karena pasar tutup. Sehingga Markus dengan jelas menuliskan bahwa mereka membeli rempah-rempah tersebut setelah lewat hari Sabat!

Catatan: dengan asumsi umum yang keliru bahwa Yesus disalibkan pada hari Jumat, bukankah langsung terbantah, kalau mereka membeli rempah-rempah setelah lewat hari Sabat, berarti hari Minggu, sedangkan di pagi-pagi buta Yesus ternyata sudah bangkit? Perhatikan kutipan ayat berikut yaitu : Lukas 23:55-56:

Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan. (23:55)

Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan
minyak mur. (23:56a)

(Dari keterangan Markus 16:1, kata ‘setelah pulang’ ini pun dimaknai setelah lewat hari Sabat [tahunan], sebab pada hari Sabat mulai petang hari itu mereka tidak boleh bekerja hingga petang keesokan harinya)

Dan (kemudian) pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat, (23:56b)

Apakah ada masalah yang tidak Anda mengerti di sini? Markus mengatakan dengan tegas bahwa wanita-wanita itu membeli rempahrempah setelah lewat hari Sabat, tetapi Lukas juga menulis bahwa setelah membeli/mempersiapkan rempah-rempah tersebut, mereka kemudian beristirahat pada hari Sabat sesuai dengan perintah hukum Taurat. Jadi, mereka membeli rempah-rempah setelah lewat hari Sabat (Markus 16:1), dan kemudian mereka mempersiapkan rempah-rempah tersebut [Lukas 23:56a], sebelum kemudian mereka beristirahat (lagi) pada hari Sabat (mingguan) sesuai hukum Taurat (ayat 56b).

Tanpa memahami tentang dua macam Sabat seperti yang telah diuraikan diatas, kita hanya akan bingung atau hanya akan melihat kontradiksi atau ketidaksesuaian dari Alkitab. Tetapi dengan mengerti jelas tentang dua macam Sabat, maka kebingungan ini sudah terjawab. Ingat sekali lagi tentang Yesus merayakan Paskah di malam hari sebelum Dia ditangkap, ingat sekali lagi bahwa di Imamat 23 ditugaskan secara tegas bahwa setelah hari Paskah adalah tujuh hari Hari Raya Roti Tak Beragi, dimana hari pertama perayaannya disebut ‘hari besar’’ yang disebut Sabat tahunan, dimana harus dilakukan pertemuan kudus, dan juga tidak boleh mengerjakan pekerjaan sehari-hari seperti halnya Sabat mingguan. Itu sebabnya juga hari Paskah itu disebut sebagai ‘hari persiapan’ (Lukas 23:54, Yohanes 19:31 perayaan Hari Raya Roti Tak Beragi.) karena akan menyambut ‘hari besar’ yaitu hari pertama Markus mengatakan bahwa setelah Sabat ‘hari besar’ yang dimulai pada hari Rabu petang pada saat matahari tenggelam dan berakhir pada hari Kamis petang, ketika matahari tenggelam, para wanita tadi membeli rempahrempah untuk mengurapi mayat Yesus. Lukas memberitahukan bahwa wanita-wanita tersebut mempersiapkan rempah-rempah tersebut – aktivitas yang tentunya dilakukan pada hari Jumat pagi hingga siang – dan setelah itu ‘mereka beristirahat/berhenti bekerja pada hari Sabat (hari Sabat mingguan biasa/hari ke tujuh/jatuh pada hari Sabtu) sesuai perintah hukum Taurat.’

Dengan membandingkan secara teliti hitungan dua macam Sabat seperti tersebut di atas kita dapat dengan jelas melihat ada hari kerja yang ‘terjepit’ di antara kedua Sabat tersebut (yaitu hari Jumat). Sabat yang dimaksud pertama adalah ‘hari besar’ – hari pertama dari hari perayaan Hari Raya Roti Tak Beragi, yang jatuh pada hari Kamis. Hari Sabat yang dimaksud kedua adalah hari Sabat mingguan biasa yang jatuh pada hari ke tujuh, yakni hari Sabtu, menurut sistem waktu yang kita pakai sekarang ini (aslinya, Sabat hari ke tujuh itu mulai dari Jumat petang hingga Sabtu petang). Teks asli Yunani yang dipakai untuk menulis kitab Injil juga secara jelas membedakan dua macam Sabat ini. Pada Matius 28:1 dimana Matius menuliskan bahwa para wanita itu pergi ke kubur ‘setelah hari Sabat’, Sabbath yang digunakan sebenarnya berbentuk jamak (plural) yang mestinya diterjemahkan sebagai ‘hari-hari Sabat’. Alkitab versi terjemahan Alfred Marshal’s Interlinear Greek-English New Testament, Green’s Literal Translation, Young’s Literal Translation, dan Ferrar Fenton’s Translation, membuat hal ini semakin jelas. Kapan Yesus bangkit?

Kita telah melihat bahwa Yesus Kristus disalibkan dan dikubur pada hari Rabu, tepat sebelum Sabat tahunan dimulai – bukan Sabat mingguan. Lalu kapan Dia bangkit? Yohanes 20:1 seperti yang telah kita baca sebelumnya, mengatakan bahwa ‘Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil
dari kubur’

Jadi ketika matahari belum terbit, – ketika hari masih gelap -, Yohanes mencatat bahwa Maria menemukan kubur itu telah kosong. Jadi jelas bahwa Yesus bangkit bukan ketika pagi hari di hari Minggu itu. Lalu kapan? Jawaban sebenarnya jelas dan sederhana kalau kita membaca Alkitab dan memperhatikan perkataan Yesus sendiri, dan mempercayai sepenuhnya apa yang dikatakan Alkitab dan apa yang dikatakan Yesus sendiri tersebut.

‘Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.’ (Matius 12:40). Seperti telah terbukti, Yesus dikubur, – ‘tinggal di dalam rahim bumi’ – tepat sebelum matahari tenggelam pada hari Rabu. Yang perlu kita lakukan adalah menghitung ke depan. 1 hari 1 malam akan membawa kita sampai hari Kamis petang. 1 hari 1 malam berikutnya membawa kita sampai kepada Jumat petang. 1 hari 1 malam yang ke-3 membawa kita sampai kepada Sabtu petang sebelum matahari tenggelam. Seperti kata Yesus sendiri bahwa ia akan bangkit setelah 3 hari 3 malam sejak Dia dikuburkan, pada waktu yang sama, petang hari atau menjelang matahari tenggelam. Apakah ini sesuai dengan Alkitab? Tentu saja, seperti kita lihat di Yohanes 20:1, Dia sudah bangkit dan kubur telah kosong ketika Maria tiba di kuburan ‘pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap’ pada hari Minggu dini hari itu. Ketika tidak ada seorangpun yang menyaksikan Yesus bangkit (karena terjadi di dalam kubur/goa yang ditutup batu dan dijaga oleh tentara Romawi), perkataan Yesus sendiri dan catatan Injil membuktikan bahwa kebangkitan ini terjadi 3 hari 3 malam setelah penguburanNya, yaitu jatuh pada akhir hari Sabat mingguan, petang hari menjelang matahari tenggelam.

Cobalah sekuat daya, adalah tidak masuk akal untuk menghitung 3 hari 3 malam antara penguburan di hari Jumat sore sampai dengan kebangkitan di hari Minggu dini hari. Konsep tradisional (secara turun temurun saja) tentang Jumat Agung – Minggu Paskah adalah tidak benar dan tidak Alkitabiah.

Tetapi kalau kita secara teliti mempelajari catatan-catatan di dalam Injil dan
juga memperhatikan perkataan Yesus sendiri, kita dapat melihat kebenaran,
dan kebenaran ini terbukti cocok, dan tidak dibuat-buat.
Perkataan malaikat Tuhan yang mencengangkan para wanita tadi di kubur
Yesus telah terbukti benar; (Matius 28:5-6):

28:5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu:

‘Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan
itu.

28:6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia TELAH bangkit, sama seperti yang telah

dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring’.

 

Sekaranglah saatnya kita membuka mata dan hati kita kepada kebenaran, tidak sekedar mempertahankan tradisi yang tidak didukung oleh kebenaran Firman Tuhan. Pastikan bahwa iman dan kepercayaan serta praktek kehidupan Anda pribadi didasarkan pada kebenaran Alkitab. Apakah sekarang Anda mau (dan berani) untuk membuat komitmen untuk menyembah Tuhan menurut kebenaran Alkitab daripada sekedar menghormati tradisi manusia?

Ringkasan kronologi:

Selasa:

Yesus Kristus makan roti Paskah bersama murid-muridNya (permulaan hari ke 14 bulan pertama [Nisan] menurut perhitungan Alkitab), dan mengadakan satu simbol Perjanjian Baru (Matius 26:26-28). Malam itu kemudian Dia dikhianati Yudas, dan pada malam itu juga dihadapkan kepada Imam besar. Selasa siang adalah ‘hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi’ (lihat
Matius 26:17 dan Markus 14:12), dimana orang-orang sudah memulai ‘kegiatan’ yaitu ‘MENYEMBELIH DOMBA PASKAH’

Rabu:

Yesus disalibkan dan mati, kira-kira jam 3 sore (Matius 27:46-50). Ini adalah ‘hari persiapan’ untuk menyambut serangkaian hari raya Sabat tahunan, bukan Sabat mingguan, yang dimulai ketika matahari tenggelam (Markus 15:42, Lukas 23:54, Yohanes 19:31). Mayat Yesus diletakkan ke dalam kubur sesaat sebelum matahari tenggelam (Matius 27:57-60). Selasa malam- Rabu sore adalah HARI PASKAH (hari ke-14 – lihat Imamat 23:5)

Kamis:

Ini adalah ‘hari besar’ Sabat tahunan. Hari pertama perayaan Hari Raya Roti Tak Beragi. (Yohanes 19:31, Imamat 23:4-7). Ini disebut juga sebagai hari setelah ‘hari persiapan’ (Matius 27:62). Rabu malam – Kamis sore adalah hari pertama PERAYAAN hari raya Roti Tidak Beragi (hari ke-15 – lihat Imamat 23:6)

Jumat:

‘Hari besar’ Sabat sudah berlalu. Para wanita membeli dan menyiapkan rempah-rempah untuk mengurapi mayat Yesus, sebelum harus berhenti bekerja lagi untuk menghormati hari Sabat mingguan yang dimulai saat matahari tenggelam pada petang hari ini. Jumat ini juga waktu imam-imam menghadap Pilatus (Matius 27:62 dst.)

Sabtu:

Para wanita berhenti bekerja/beristirahat untuk menghormati hari Sabat mingguan seperti perintah hukum ke-4 (Lukas 23:56, Keluaran 20:8-11). Yesus bangkit menjelang petang, tepat hitungan 3 hari 3 malam (72 jam) setelah kematianNya, memenuhi ‘Tanda Yunus’ yang dikatakanNya sendiri, dan memberi bukti yang sahih tentang ke-Mesias-anNya.

Minggu:

Para wanita membawa rempah-rempah yang telah disiapkan, pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap (Lukas 24:2-3, Yohanes 20:1). Yesus telah bangkit. (Matius 28:1-6; Markus 16:2-6; Lukas 23:2-3; Yohanes 20:1) Yesus tidak bangkit pada Minggu pagi, dia TELAH bangkit, yaitu petang hari sebelumnya.

 

Jika buku kecil ini bermanfaat bagi Saudara silakan sampaikan kepada orang-orang yang Saudara kasihi. diterjemahkan dan diedit dari: ‘Jesus Wasn’t Crucified on Friday – or Resurrected on Sunday!’ dalam The Good News, A Magazine of Understanding, edisi March-April 2006

 

Catatan: Perhatikan juga ayat-ayat berikut:

‘Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia
akan diserahkan untuk disalibkan.’
(Matius 26:2)

Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi.… (Markus 14:1)

Ayat-ayat tersebut menjadi logis, karena Yesus ditangkap hari Selasa malam, dua hari sebelum perayaan Paskah (dirayakan selama 7 hari yaitu dengan Hari Raya Roti Tak Beragi, yang dimulai hari Kamis (hari sabat = hari besar). Paskah-nya sendiri jatuh pada hari Rabu (Selasa malam –Yesus mengadakan perjamuan; ditangkap — sampai Rabu Sore — Yesus disalib), sehari sebelum perayaan ini (bandingkan dengan Imamat 23: 5-6)

 

‘Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dantidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.’

(Markus 4:22)

Catatan :

Ketika Cetakan Pertama buku kecil ini dibagikan kepada beberapa puluh orang, ada berbagai tanggapan. Ada yang menyetujuinya, (bahkan ada pendeta yang meminta artkel ini untuk dibagikan ke jemaat); ada yang menganggap ini sebagai wacana dan ada yang belum bisa menerima argumentasi (dasar) yang dipakai dalam tulisan ini untuk menyatakan bahwa Yesus disalib hari Rabu, karena telah percaya dan yakin bahwa Yesus disalib hari Jumat dan bangkit hari Minggu, sesuai dengan kepercayaan yang turuntemurun diajarkan. Ada yang menganggap artikel ini memaknai Alkitab secara harfiah. Ada juga yang tidak peduli.

Bagi yang menganggap bahwa Yesus disalib hari Jumat dan bangkit hari
Minggu, ada beberapa pertanyaan yang perlu direnungkan.
1. Dari mana asal anggapan, bahwa Yesus disalib pada hari Jumat? Pendapat Tokoh gereja? Guru agama? Orang-orang tua?

2. Apa dasar Tokoh gereja/Guru agama/Orang-orang tua itu berpendapat bahwa Yesus disalib pada hari Jumat? Apakah dasarnya Alkitab? Bagian yang mana?

(Apakah hanya berdasar ……. pada hari pertama minggu itu (Matius 28:1)…… dan bangkit pada hari yang ketiga (Lukas 24:7 & 46). Kemudian dianggap 3 hari sebelumnya berarti jatuh pada hari Jumat? Bagaimana dengan 3 hari 3 malam yang disebutkan Yesus dalam Matius 12:40?

3. Jika Yesus disalib hari Jumat, kapan imam-imam kepala dan orangorang Farisi menghadap Pilatus dan selanjutnya Pilatus memberikan penjaga-penjaga? Apakah di hari Sabtu/Sabat? (mungkinkah di hari yang dikuduskan?) (lihat Matius 27:62 dst)

4. Jika Yesus disalib hari Jumat, bagaimana akan dijelaskan keterangan di Kitab Markus dan Lukas dalam mencatat kematian Yesus?

Markus 16:1:
‘Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta
Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus’

(Jika Yesus disalib pada hari Jumat, apakah Maria Magdalena membeli rempah-rempah pada hari Sabtu malam? –Sabat berakhir Sabtu petang hari– Adakah pasar di malam hari pada masa itu? Dan, malam itu mereka tidak tidur karena harus mempersiapkan rempah-rempah?– karena Minggu pagi-pagi benar Maria Magdalena sudah pergi ke kubur–)

Lukas 23:55-56:

Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan. Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan (kemudian) pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat, Menurut Lukas, perempuan-perempuan menyediakan rempah-rempah SEBELUM Sabat (karena mereka KEMUDIAN beristirahat pada hari Sabat) Jika Yesus disalib hari Jumat, berarti perempuan-perempuan itu menyediakan rempah-rempah pada hari Jumat sore sesaat setelah Yesus disalib (karena Jumat petang sudah masuk hari Sabat — dan mereka beristirahat di hari Sabat–). Padahal disebutkan di Alkitab bahwa mereka ikut ke kubur, melihat bagaimana mayatNya dibaringkan. Berapa lama waktu yang mereka miliki untuk mempersiapkan rempah-rempah? — Juga kapan imam-imam menghadap Pilatus (Matius 27:62, dst?)

Nah.., mana yang benar? perempuan-perempuan itu mempersiapkan rempah-rempah sebelum atau sesudah Sabat? Markus atau Lukas yang benar? Jika salah satu kitab itu salah, apakah Alkitab memang salah? Jika Markus dan Lukas keduanya benar, yang paling masuk akal adalah bahwa Yesus disalib hari Rabu, Kamis adalah hari Sabat Besar, (kemudian setelah Sabat — Markus) Jumat adalah hari saat perempuan-perempuan mempersiapkan rempah-rempah, (kemudian) hari Sabtu perempuanperempuan itu beristirahat (Lukas) — Jumat ini juga waktu imam-imam menghadap Pilatus (Matius 27:62 dst.), Sabtu malam Yesus bangkit, Minggu pagi-pagi benar, diketahui kubur TELAH KOSONG.

Baik…., mungkin ini membingungkan, dan Saudara berpikir bahwa Rabu atau Jumat tidaklah penting, sebab yang penting adalah makna-nya Makna memang penting. Tetapi, jika hanya demi makna, beranikah Saudara memperingati kematian Yesus (PASKAH) pada hari Senin, atau Selasa? Saudara tetap perlu memilih, percaya Yesus disalib pada hari Jumat, atau pada hari Rabu, atau hari yang lain. Jangan asal pilih / asal percaya, berikan argumentasi yang meyakinkan, berdasarkan Firman TUHAN.

Artikel ini tidak membahas hal makna, tetapi hal kebenaran Alkitab itu sendiri. Jika Markus 16:1; Lukas 23:55-56; dan Matius 12:40 adalah benar, maka tidak benar bahwa Yesus disalib di hari Jumat dan bangkit hari Minggu.

‘Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu’.
(I Korintus 15:14)

 

Seperti halnya Natal diperingati pada tanggal 25 Desember dan dari fakta sejarah, Yesus tidak lahir pada bulan Desember (bahkan perlu disadari bahwa dalam kepercayaan Pagan, tanggal 25 Desember dipercaya sebagai tanggal kelahiran dewa Matahari)

demikian juga kematian Yesus diperingati pada hari Jumat Agung dan dari penelusuran ayat-ayat Alkitab, dapat disimpulkan bahwa Yesus tidak disalib pada hari Jumat.

Sumber : http://gkmin.net/