bagian 4_bab19

Bagian 4
Kesimpulan Buku Yesus dan Muhammad

Bab 19
Rangkuman Poin Kunci Buku Yesus dan Muhammad

Seperti yang dijanjikan di awal, kami telah berjalan bersama melalui kehidupan Yesus dan Muhammad. Kita telah mendapatkan banyak informasi, dan sekarang saya pikir penting bagi anda untuk meninjau apa yang telah anda dapatkan. Bab ini memberikan anda ringkasan poin kunci dari setiap bab.

KISAH KEHIDUPAN YESUS DAN MUHAMMAD

Bab 4 – Takdir Masa Kecil (Dari lahir sampai dewasa muda)

Muhammad

Muhammad dilahirkan pada 570 M, kira-kira enam ratus tahun setelah Yesus. Semasa anak-anak, ia menghabiskan waktu di Kabah, Pusat penyembaanh berhala Arab di Mekah kota kelahirannya. Sejarah Islam mengatakan bahwa pendeta Kristen Nestorian telah bernubuat atasnya ketika ia berusia duabelas tahun. Muhammad mulai mempertanyakan penyembahan berhala kaumnya.

Yesus

Yesus dilahirkan pada 6-5 SM. Keluarganya adalah Yahudi, sehingga ia secara teratur datang ke bait suci di Yerusalem untuk mengikuti hari raya Yahudi. Saat masih bayi, seorang imam dan Nabiah bait suci bernubuat atas-Nya di bait suci. Yesus memeluk kepercayaan dari kaumnya.

Bab 5 – Permulaan Pewahyuan

Muhammad (usia 40)

Sebagai pemuda, Muhammad membantu memimpin sebuah karavan dari Mekah dan menikahi Khadijah pada usia dua puluh lima tahun, pemilik karavan terbesar. Muhammad mengunjungi Kabah, dan juga menghabiskan beberapa hari untuk bermeditasi sendiri di sebuah gua di gunung dekat Mekah.

Pada usia Empat puluh tahun Muhammad mengatakan bahwa ia telah dikunjungi oleh yang gaib saat sedang bermeditasi. Istrinya dan sepupu istrinya, seorang pendeta Kristen Ebionit, meyakinkan ia bahwa ia telah menerima pesan dari Allah sejati melalui malaikat Jibril.

Yesus (usia 32-33)

Sejak muda Yesus tinggal di Nazaret, mungkin belajar berdagang dari Yusuf – Tukang kayu. Tidak ada bukti bahwa ia telah menikah. Secara teratur ia mendatangi synagog lokal dan membaca Kitab Suci untuk masyarakat.

Pada awal tigapuluhan usian-Nya, Yesus datang pada sepupu-Nya, Yohanes, yang memanggil orang untuk bertobat dari dosa-dosa mereka dan dibaptis di Sungai Yordan. Johanes membaptis Yesus dan kemudian berkata :  ‘Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian : Ia inilah Anak Allah.” (Yohanes 1:34).

Baik Yesus dan Muhammad yang diuji pada hari pertama mereka menerima wahyu. Injil menceritakan Yesus memenangkan godaan Setan agar berbuat dosa. Hadist menceritakan masa di mana malaikat Jibril pernah berhenti untuk muncul ke Muhammad, dan karenanya Muhammad ingin bunuh diri. Pada akhirnya Jibril kembali muncul untuk menjamin Muhammad dan berkata ia adalah nabi sesungguhnya.

Bab 6 – Tanggapan orang

Muhammad

Tiga belas tahun pertama di Mekah (usia 40 sampai 53 tahun). Selama tiga belas tahun pertama, Muhammad membagikan wahyu dengan tenang, mengislamkan istri pertama, kemudian sepupunya yang berusia sepuluh tahun, dan beberapa orang lain. Di Mekah, pemimpin-pemimpin suku melawanan Muhammad secara terbuka untuk ide-ide baru dari Allah. Mualaf baru diganggu dan disiksa. Pada akhirnya pemimpin suku memutuskan boikot terhadap Muslim dan marga Muhammad. Setelah dua sampai tiga tahun, para pemimpin suku secara sukarela memilih untuk menghapuskan boikot, tetapi Muhammad mengetahui bahwa mereka perlu perlindungan, karena itu ia menandatangani perjanjian dengan dua suku terkuat di Madinah untuk menjadi pelindungnya. Pada usia lima puluh tahun, Muhammad dengan semua Muslim pindah ke Madinah. Ia mengangkat duabelas pemimpin dari kedua suku ini sebagai asisten khususnya.

Yesus

Satu sampai dua tahun awal pelayanan, sampai ketika Ia mengirim murid-murid-Nya untuk berkhotbah tanpa Dia (usia 34). Berbeda sekali, Yesus beberapa hari setelah dibaptis, Ia pergi ke bait suci di Yerusalem dan dengan keras menegur materialisme yang ada di tempat itu dan menarik perhatian semua Orang-orang Yahudi. Dia tetap mengajar di Yerusalem dan membuat tanda-tanda ajaib (Yohanes 2:23). Orang banyak tertarik dengan mukjizat dan pesan-Nya dan mulai mengikuti Dia. Yesus memilih dua belas orang sebagai murid-murid terdekat-Nya.

Bab 7 – menyebarkan pesan

Muhammad

Tujuh tahun pertama di Madinah (usia 53 sampai 60). Baik kehidupan pribadi maupun sosial Muhammad berubah dramatis setelah dia pindah ke Madinah. Dengan adanya perjanjian dengan dua suku yang paling kuat, ia mampu untuk membuat sebuah pasukan kecil dan mulai melakukan penyerangan. Mereka menang mengejutkan terhadap tentara Mekah di ‘Pertempuran Badar.’ . Setelah kemenangan itu, Muhammad menerima ayat-ayat dari malaikat Jibril yang memerintahkan semua Muslim untuk memerangi orang-orang kafir (lihat Sura 8:39). Hampir semua dari keduabelas orang asisten Muhammad menjadi pemimpin militer. Untuk setiap prajurit dipersilahkan untuk mengambil persentase dari aset yang disita dari pihak yang kalah

Di Madinah, Muhammad tinggal dekat dengan masyarakat Yahudi terbesar dari Arab. Mereka menolak pesannya, dan dengan bertumbuhnya kekuatan militer Muhammad, mereka melihatnya sebagai ancaman. Beberapa orang Yahudi bekerjasama dengan orang-orang dari Mekkah untuk mengatur sebuah serangan yang gagal terhadap Muhammad. Muhammad membalas, menyerang semua masyarakat Yahudi di Arab dan menyita milik mereka. Saat ia menyerang suku Yahudi Qurayzah, Muhammad membunuh semua laki-laki (enam ratus hingga sembilan ratus orang) dan membawa perempuan dan anak-anak sebagai tahanan.

Akhirnya, kehidupan pribadi Muhammad di Madinah itu sangat berbeda saat ia masih di Mekah. Ia menikahi dua belas perempuan yang menjadi sumber konflik dan stres dalam hidupnya.

Yesus

Satu sampai dua tahun pelayanan final-Nya, sampai perjalanan terakhirnya ke Yerusalem (usia 34 sampai 36). Saat Yesus memasuki tahun ketiga, tahun terakhir pelayanan-Nya, Ia terus mengajarkan kabar baik seperti sebelumnya. Ia mempercepat penyebaran pesan-Nya dengan mengirim murid-murid-Nya untuk pergi berkotbah berpasangan. Ia memerintahkan mereka untuk menyembuhkan yang sakit, membangkitkan orang mati, dan mengusir setan. Mereka tidak diizinkan membawa bekal atau meminta uang.

Yesus adalah Yahudi, tetapi ditolak oleh sebagian besar pemimpin agama Yahudi, yang mengatur rencana membunuh Dia. Yesus merespon ini dengan kuat, bantahan keras tapi tidak dengan serangan fisik.

Mengenai kehidupan pribadi Yesus, Injil berbicara tentang persahabatan tetapi tidak menyebutkan Ia pernah menikah.

Bab 8 – hari terakhir

Muhammad

Tiga tahun terakhir dari kehidupannya (usia 60 hingga 63). Selama delapan tahun di Madinah, Muhammad menaklukkan kota Mekah dengan kelebihan kekuatan militer dan strategi. Ia menunggangi kudanya melalui jalan-jalan kota dan mengambil kontrol Kabah dalam nama Allah. Muhammad terus mendapat ayat-ayat dari Jibrill, yang mengajak Muslim untuk melakukan perang melawan orang-orang yang menolak untuk tunduk kepada Islam, sebagian besar para pemimpin Arab mengirim pesan pada Muhammad, mereka berkata : ‘Kami tunduk’.

Dalam tahun kesebelas di Madinah, Muhammad jatuh sakit serius karena demam. Setelah dua puluh hari sakit, ia meninggal di pelukan istrinya Aisyah.

Yesus

Bulan terakhir dari hidup-Nya (usia sekitar 36 tahun). Pada hari terakhir dari hidup-Nya, Yesus pergi ke Yerusalem untuk merayakan perayaan Paskah Yahudi. Ia masuk ke dalam kota menunggangi keledai, sementara orang banyak mengelu-elukan dan memuji-Nya. Setelah makan makanan Paskah, Yesus dan murid-murid pergi untuk berdoa di sebuah gunung. Pemimpin-pemimpin Agama Yahudi menangkap Dia di sana. Dia dihukum mati di kayu salib. Hal itu  telah dilakukan dan tiga hari kemudian, murid-murid melaporkan telah melihat Ia hidup kembali dan tubuh-Nya tidak ada lagi di dalam kubur. Injil menyebutkan petunjuk terakhir Yesus pada murid-murid-Nya agar berkhotbah tentang pertobatan dan pengampunan dosa dalam nama-Nya pada semua bangsa.

PENGAJARAN MEREKA

Bab 10 – pesan mereka kepada dunia

Muhammad

Muhammad mengambarkan dirinya sebagai nabi yang datang untuk membawa gambar Allah sebenarnya di dunia. Ia secara jelas tidak mengajarkan bahwa ia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa. Dia mengatakan bahwa Islam adalah agama yang benar yang dipraktekan oleh Abraham, tetapi diubah oleh orang-orang Yahudi dan Kristian. Dalam hal menyenangkan Allah dan untuk masuk ke dalam surga, seseorang harus mengikuti ajaran Islam, khususnya rukun Islam. Jika seseorang melakukan dosa kecil, ia dapat melakukan perbuatan baik untuk mendapatkan ampunan, tetapi jika seseorang melakukan dosa besar, hanya Allah yang akan memutuskan untuk memberi ampunan. Setelah kematian, orang masih menunggu dalam kubur sampai hari Kiamat, kemudian semua orang akan pergi menghadap Allah yang akan menimbang setiap tindakan manusia dan memutuskan apakah orang itu akan pergi ke surga atau ke neraka.

Yesus

Yesus berkata Ia anak Tuhan dan memiliki wewenang untuk mengampuni dosa. Ia mengambarkan dirinya sebagai pengenapan hukum dan nubutan para nabi dari kitab Yahudi. Pada ‘akhir jaman’ Yesus berkata bahwa Ia akan menghakimi yang hidup dan yang mati, mereka yang benar akan naik ke Surga dan yang salah ke neraka. Untuk masuk ke dalam surga, setiap orang harus percaya padaYesus Kristus, yang dibuktikan dengan ketaatan pada perintah-Nya.

Bab 11 – Pengajaran mereka satu sama lain

Muhammad

Muhammad sering menyebutkan Yesus dalam ajarannya dan menunjukkan rasa hormat yang besar terhadap Dia. Namun, Muhammad selalu menyebutkan bahwa Yesus hanya seorang nabi Allah dan bukan anak Allah. Bahkan walau Muhammad sepakat bahwa Yesus lahir dari perawan, namun ia menolak penyaliban dan kebangkitan-Nya. Muhammad mengutuk orang Kristen yang menyembah Yesus sebagai Tuhan.

Yesus

Karena Yesus hidup enam ratus tahun sebelumnya, Ia tidak berbicara langsung mengenai Muhammad. Namun kita dapat mengambil kesimpulan tentang Muhammad, berdasarkan apa yang Yesus ajarkan. Pada pendapat saya, Yesus akan menantang kenabian Muhammad untuk tiga alasan: (1) cara Muhammad memperlakukan orang lain, (2) pengajaran Muhammad bagaimana cara menyenangkan Tuhan, dan (3) deskripsi Muhammad mengenai Sifat Tuhan.

Bab 12 – Penyembuhan dan mukjizat

Penyembuhan dan mukjizat adalah bagian penting dari kisah Yesus. Tapi Dalam kehidupan Muhammad SAW, penyembuhan dan mukjizat adalah topik perdebatan di kalangan Muslim. Meskipun hadist menjelaskan beberapa mukjizat, Quran menyangkal Muhammad telah membuat tanda-tanda, sehingga beberapa Muslim tidak menerima cerita tentang keajaiban. Sebenarnya, penyembuhan dan mukjizat tidak mempunyai peranan penting dalam kehidupan Muhammad.

Ketika anda membandingkan cerita dari kehidupan Yesus dan Muhammad, Anda akan menemukan bahwa :

1. Tentang penyembuhan :

Ada beberapa cerita dalam kehidupan Muhammad, sedangkan dalam kehidupan Yesus, anda akan memukan seluruh pelayanan-Nya melibatkan penyembuhan orang-orang.

2. Tentang mengusir setan :

Saya tidak dapat menemukan bukti yang menunjukkan bahwa Muhammad mengusir setan, sedangkan injil menjelaskan bahwa Yesus mengusir setan sama seringnya dengan menyembuhkan orang.

3. Tentang keajaiban alam :

Hampir semua kisah supranatural menyangkut Muhammad dianggap sebagai mukjizat alam, tetapi tidak ada bukti bahwa mukjizat ini mempunyai pengaruh yang kuat terhadap pengikutnya. Injil mengatakan bahwa Yesus melakukan mukjizat dengan efektivitas untuk mengkonfirmasi klaim-Nya.

Bab 13 – Makna jihad

Seperti mukjizat dan penyembuhan yang dominan dalam kehidupan Yesus, Jihad (perang suci) memegang peranan penting dalam kehidupan Muhammad dan penyebaran Islam. Selama tiga belas tahun di Mekah. Muhammad mempraktekan toleransi dalam menghadapi penganiayaan. Tetapi setelah memiliki tentara di Madinah, ia menyatakan perang suci dengan kafir dan orang-orang yang menganiaya dia sebelumnya. Ia menjanjikan Allah akan memberi pahala bagi Muslim yang akan pergi berjihad. Ia tidak pernah berhenti untuk menyatakan perang melawan kafir sampai kematiannya. Meskipun ada ‘contoh’ dari Muhammad, Muslim moderat hari ini percaya bahwa jihad harus diinterpretasikan sebagai perjuangan ‘batin’ setiap orang dalam dirinya untuk berbuat baik.

Beberapa Muslim menunjuk segelintir ayat-ayat di Perjanjian Baru (khususnya Matius 10:34) mengklaim bahwa Yesus telah memanggil murid-murid-Nya untuk perang suci. Namun arti dari kutipan ini berdasarkan koteks tidak mendukung kesimpulan ini. Yesus, konsisten dengan diri-Nya, menolak untuk melawan atau membela diri-Nya. Ketika Ia terancam, biasanya Ia pergi ke tempat yang aman. Yesus meminta kepada murid-muridnya untuk mempraktekan belaskasih, pengampunan dan perdamaian, bahkan ketika mereka disalahkan (lihat Matius 5).

Bab 14 – Pengajaran tentang kasih Kasih

Harus dipahami dalam konteks hubungan, sehingga bab ini menjelaskan hubungan antara Allah, Rasul-Nya (Yesus dan Muhammad), orang-orang yang beriman dan orang-orang kafir. Hubungan antara Allah dan Rasul memberi sifat untuk seluruh apa yang rasul ajarkan dan lakukan. Yesus mengambarkan hubungan penuh kasih antara Dia dan Allah Bapa, secara konsekuen Yesus mengasihi murid-murid-Nya dan meminta mereka untuk saling mengasihi bahkan terhadap non-Kristen sekalipun. Muhammad bicara tentang hubungan dengan Allah seperti Tuan-budak; ia tidak berbicara tentang mengasihi Allah dan ia tidak juga bicara mengasihi Muslim. Dia mengontrol pengikutnya melalui pahala dan hukuman. Ia mengatakan kepada mereka untuk memperlakukan orang lain dengan cara yang sama, membalas orang-orang yang beriman dengan baik dan menghukum orang-orang kafir dengan jihad.

Bab 15 – Pengajaran tentang doa

Dalam Islam, sembahyang tertulis terdiri dari kata-kata dan gerak-gerik. Sembahyang harus didirikan lima kali setiap hari fokus kepada penyembahan pada Allah dan pernyataan tunduk kepada Dia. Muslim tidak dilarang mengucapkan tambahan doa diluar ketentuan, namun tidak di dorong untuk melakukannya. Komunikasi pribadi dari Allah selama sembahyang tidak diharapkan (hanya sebagian kecil dari mazhab Sufiti yang mengharapkan ini). sembahyang adalah cara untuk mendapatkan hati Allah.

Yesus menolak pengulangan kata-kata selama berdoa. Dia mengajarkan murid-murid-Nya untuk membawa penyembahan, meminta Tuhan untuk memenuhi kebutuhan mereka dan meminta ampunan untuk dosa-dosa. Yesus menggunakan doa untuk berkomunikasi dengan Tuhan, seperti anak akan melakukannya dengan ayahnya. Tidak seperti Muhammad, Yesus meminta murid-murid-Nya untuk berdoa bagi  musuh-musuh mereka.

Bab 16 – Perlakuan terhadap perempuan

Yesus dan Muhammad sangat berbeda dalam cara mereka memperlakukan perempuan. Kita meneliti tiga aspek dari masalah ini.

Karakter perempuan :

Muhammad memberi komentar cukup negatif tentang perempuan secara keseluruhan, tetapi memastikan bahwa kebutuhan mereka di masyarakat terpenuhi. Yesus tidak berkomentar mengenai perbedaan antara sifat laki-laki dan perempuan. Ia memuji perempuan untuk iman mereka, menyembuhkan mereka yang perlu kesembuhan dan menerima bantuan mereka.

Ajaran tentang perkawinan :

dalam perkawinan, Muhammad memerintahkan kepada suami untuk menyediakan kebutuhan keluarga, dan istrinya harus tunduk kepada suaminya. Seorang suami dapat menceraikan istri karena hal sepele hingga besar; istrinya tidak dapat menghentikan atau memulai sebuah perceraian. Sebaliknya Yesus, mengajarkan perceraian dapat diperbolehkan hanya dalam kasus zina. Ia mengambarkan perkawinan sebagai penyatuan rohani yang di prakarsai oleh Tuhan.

Pernikahan pribadi :

Muhammad menikah dengan tiga belas perempuan dan meningalkan sembilan janda Yesus tidak pernah menikah, namun sekelompok perempuan bepergian dengan Dia untuk membantu-Nya.

Kesimpulan

Saya berharap ringkasan ini akan membantu Anda dalam menginggat gambar besar hubungan antara Yesus dan Muhammad. Banyak orang mencari persamaan antara keduanya, tetapi saat saya melihat mereka hidup berdampingan, saya sampai pada kesimpulan bahwa perbedaan yang lebih penting dari persamaan permukaan.

Yang lebih penting, saya sadar bahwa saya telah tiba di sebuah titik penting untuk mengambil keputusan dalam kehidupan saya. jalan mana yang saya ikuti? Pada bab berikutnya saya menjelaskan pilihan saya.

Bab 20

Keputusan Pribadi Mark Gabriel