bagian 3_bab16_bagian 1

Bagian 3
Warisan Yesus dan Muhammad Dalam Perkataan dan Perbuatan

Bab 16 Bagian 1
Perlakukan terhadap Wanita

Kendati sebagai anak yang tumbuh di Mesir, saya marah pada cara Muslim memperlakukan perempuan. Dengan belajar Qur’an dan sejarah Islam, saya melihat bahwa banyak pembatasan bagi perempuan datang langsung dari Muhammad. Sekali lagi ini menyebabkan saya heran, apakah Tuhan sejati penguasa surga akan memperlakukan seseorang seperti itu.

Dalam bab ini, tujuan saya adalah untuk menunjukkan secara sederhana sikap Muhammad terhadap perempuan, dan juga hubungan dia dengan perempuan dalam hidupnya, dari sini Anda dapat melihat bagaimana tradisi masyarakat Islam dikembangkan.

Kita akan melihat perilaku Yesus dan hubungan pribadiNya dengan perempuan

Bab ini dibagi menjadi tiga bagian:

  • Ajaran mereka tentang karakter perempuan;
  • Ajaran mereka tentang perkawinan;
  • Hubungan pribadi mereka dengan perempuan.

PENGAJARAN MUHAMMAD TENTANG KARAKTER PEREMPUAN

Dalam Qur’an dan ajaran Muhammad seperti yang tercantum dalam hadist, kami memiliki sejumlah besar informasi tentang perempuan.

Muhammad membuat perbedaan yang jelas antara perempuan dan laki-laki, sayangnya, banyak komentarnya tentang perempuan tidak menyenangkan.

Apakah Perempuan jahat?

Ketika Muhammad melakukan kunjungan ke surga dan neraka (selama Perjalanan Malam), ia melaporkan :

‘Saya melihat di surga dan menemukan bahwa kebanyakan penduduknya orang yang miskin, dan melihat ke dalam api (Neraka) dan menemukan bahwa sebagian besar dari penduduknya adalah perempuan‘ 1.

Pada masa Muhammad, perempuan harus berhati-hati, tidak berjalan dekat orang-orang yang sholat 2 karena Muhammad telah mengatakan bahwa jika seorang perempuan yang lewat di dekat orang yang sholat, sholat itu menjadi batal dan harus mengulang dari awal. Istri kedua Muhammad, Aisyah, melaporkan mengajaran ini dengan protes ringan :

‘Saya telah disebutkan hal-hal yang membatalkan sholat. Aku berkata, ‘Doa dibatalkan oleh anjing, seeokor keledai dan perempuan (jika mereka lewat di depan orang-orang yang berdoa). ‘ Saya menjawab: ‘Anda telah membuat kami (perempuan) seperti anjing ‘ 3.

Lain waktu, Muhammad mengambarkan perempuan sebagai ‘pertanda buruk’ atau malapetaka. ‘pertanda buruk yang telah disebutkan sebelumnya oleh Nabi:

Nabi berkata: ‘Jika ada pertanda buruk dalam sesuatu, di dalam rumah, adalah perempuan dan kuda‘4.

Perempuan dianggap najis selama mereka mengalami siklus haid (mens) dan Muhammad mengatakan bahwa ia tidak berdoa dan puasa pada masa itu, ia juga mengatakan ini menempatkannya dalam posisi negatif di mata Allah :

‘Ketika Rasul Allah pergi ke Musalla (untuk berdoa) … Kemudian ia berpas-pasan dengan perempuan-perempuan dan berkata : ‘Hai perempuan, lakukan zakat karena saya melihat bahwa sebagian besar dari penghuni neraka adalah Anda (perempuan)‘. Perempuan bertanya : ‘Mengapa demikian hai Rasul Allah?‘ Dia menjawab, ’Anda dikutuk secara teratur dan tidak bersyukur terhadap suami. Saya tidak pernah dilihat siapapun lebih kurang dari Anda untuk kecerdasan dan iman. Setiap dari Anda dapat dengan mudah mengalihkan seorang laki-laki sensitif ‘ Perempuan bertanya: ‘Wahai Rasul Allah, apa yang kurang dalam kecerdasan dan iman kami?’. Dia berkata: ‘Tidakah Bukti yang disajikan oleh dua wanita sama dengan kesaksian dari satu pria?‘ Mereka meresponya. Dia berkata : ‘Ini adalah perbedaan dalam kepandaian. Apakah benar bahwa perempuan tidak dapat berdoa dan berpuasa selama siklus? ‘Perempuan-perempuan berkata ya. Dia berkata : ‘Ini adalah kelemahan dalam keyakinannya’ 5.

Perempuan lebih rendah?

Apakah Muhammad percaya bahwa perempuan lebih rendah untuk laki-laki? Muhammad mengatakan bahwa yang diperlukan kesaksian dua perempuan setara dengan kesakian seorang laki-laki :

Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya.

Surah 2:282

Muhammad menjelaskan alasan dari doktrin ini dengan cara :

‘Nabi berkata:

‘bukankah kesaksian seorang perempuan setengah dari laki-laki?

‘Wanita menjawab:’ Ya.

‘Dia berkata: ‘Ini adalah karena kurangnya kepandaian seorang perempuan ‘‘ 6.

Dalam Islam, perempuan menerima bagian dari warisan yang lebih kecil dari laki-laki.

Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu.

Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan

Surah 4:11

Perempuan harus memakai penutup

Banyak orang bertanya mengenai kerudung bagi muslimah. Pada permulaan Islam, saat Muhammad hidup di Mekah dengan hanya seorang istri pertamanya, ia tidak meminta muslimah untuk memakai kerudung. Setelah pindah ke Madinah, sesuatu terjadi dan keluarlah wahyu baru mengenai perempuan.

Muhammad mulai menikahi banyak wanita, dan secara adat, Muhammad biasanya mengadakan perayaan setelah setiap perkawinan. dan setelah perayaan untuk Zainab binti Jahsy (nanti saya akan beritahu anda lebih banyak tentang dia), beberapa orang tetap tinggal di rumah setelah Muhammad pergi.

Hari berikutnya salah satu pengikut yang paling setia Muhammad SAW menyarankan :

Disampaikan oleh Umar: aku berkata:’ Wahai Rasul Allah! orang yang baik dan buruk mendatangi kamu, maka saya sarankan Anda memesan ibu dari orang-orang yang beriman (yaitu, istri anda) untuk memakai kerudung. ‘ Kemudian Allah mewayukan ayat- ayat dari Al-Hijab 8.

Hari yang sama Muhammad SAW menerima wahyu dari malaikat Jibril memerintahkan muslimah memakai kerudung.

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.

Surah 33:59; lihat juga ayat 33 dan Sura 24:31, 58

Jadi perempuan mulai memakai kerudung. Istri kedua Muhammad, Aisyah, memberi komentar bagaimana cara perempuan mengikuti wahyu baru ini :

‘Aisyah sering berkata : ’Ketika itu diturunkan (ayat) : ‘Mereka harus berkerudung ke bawah hingga leher dan dada’ , di sampaikan, mereka ( perempuan) memotong ujung-ujungnya kemeja mereka dan kemudian menutupi wajah mereka dengan menghadap potongan itu. ‘9.

Sejak itu tujuan Muhammad mengenai kerudung telah jelas dan muslimah pada masa itu menutupi wajah mereka. Bahkan saat ini konservatif Muslim untuk mengikuti Quran secara harafiah, dan muslimah juga menutupi wajah mereka. Muslim liberal, memilih memakai pakaian modern , modis, tetapi layak dari pada tertutup.

Burqa

Perempuan sebagai harta rampasan perang

Setiap kali ada desa atau suku yang melawan Muhammad dan tentaranya, dan kemudian telah dikalahkan, Muslim diperbolehkan untuk mengambil perempuan dan anak-anak sebagai budak. Bab 29 Buku 8 dari hadis sahih Muslim memiliki judul berikut :

Diizinkan berhubungan seks dengan tawanan wanita jika ia telah bersih (dari menstruasi dan melahirkan). Jika perempuan telah memiliki suami, perkawinannya dibatalkan setelah ia menjadi tahanan

Hadist kemudian menjelaskan saat peraturan ini dibuat :

‘Dalam Pertempuran Hanain, Rasul Allah mengirim pasukan ke Autas, di mana mereka menghadapi musuh dan melawannya. Setelah memenangkan pertarungan dan membawa tawanan, sahabat Rasulullah nampaknya menahan diri dari berhubungan seksual dengan wanita tahanan karena suaminya polytheists. Kemudian Allah, Yang Maha Kuasa, memberikan wahyu :

‘Di antara semua perempuan, yang telah menikah, kecuali mereka adalah budak’ (yaitu, yang sah untuk mereka ketika mereka telah selesai masa Iddah) 10.

Sura 4:24

Tidak hanya hadist berisi ketentuan ini, tetapi juga Qur’an merujuk kepada tahanan perempuan yang tersedia untuk pemiliknya, bahkan jika pada waktu itu telah menikah (lihat Sura 4:24).

Muslim, jika mereka mau, mereka memiliki pilihan untuk melepas perempuan itu dari perbudakan dan mengambil mereka sebagai istri.

Kepedulian Muhammad untuk perempuan

Walaupun telah memberikan kritik dan perilaku tidak menyenangkan terhadap perempuan, Muhammad memastikan bahwa muslimah mendapat perhatian, khususnya mereka yang miskin dan janda. (masyarakat Islam memiliki jumlah janda yang besar karena mereka mempraktikan jihad). Ia merawat mereka dengan harta rampasan perang dan pajak amal (zakat) yang dikumpulkan oleh semua orang yang dibawah otoritas Islam.

AJARAN YESUS TENTANG KARAKTER PEREMPUAN

Yesus tidak membuat komentar secara khusus tentang perbedaan karakter antara perempuan dan laki-laki, tetapi kita dapat memahami posisi perempuan cukup dengan memperhatikan bagaimana Ia memperlakukan mereka. Injil mencatat Yesus yang memuji perempuan untuk iman mereka, menyembuhkan sakit mereka, mengusir setan dari mereka dan maafkan dosa mereka, sama seperti yang dilakukan-Nya untuk laki-laki.

Memuji iman perempuan dan menyembuhkan mereka

Seorang wanita yang sakit pendarahan selama dua belas tahun, melihat Yesus dalam keramaian. Menyentuh ujung jubah Yesus, dan Ia merasakannya. ‘Siapa yang menyentuh jubah Saya?’ Ia bertanya. Wanita itu ketakutan karena, menurut hukum Yahudi, pendarahan membuatnya najis dan tidak dapat menyentuh siapapun, Yesus berkata : ‘Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!’

(Markus 5:34)

Jadi Yesus memuji iman perempuan, dan komentarnya kontras dengan ajaran Muhammad yang menyatakan bahwa perempuan ‘kurang iman’.

Yesus juga memuji wanita lain untuk imannya. Ini adalah seorang wanita dari golongan non-Yahudi yang terus memohon pada Yesus untuk mengusir setan dari anaknya.

Yesus berkata kepadanya : ‘Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki’.

(Matius 15:28).

Yesus juga mengatakan bahwa bahkan persembahan dari seorang janda dapat lebih berharga daripada seorang yang kaya.

Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.

Lukas 21:1-4

Sikap Yesus bertolak belakang dengan Muhammad. Ingatlah bahwa Muhammad mendorong sekelompok perempuan untuk ‘bersedekah’ untuk menutupi kekurangan mereka dalam kecerdasan dan iman.

Mengusir setan dari mereka

Beberapa murid-murid Yesus ada perempuan yang Dia telah terbebas dari setan.

Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain.

Lukas 8:1-3

Yesus juga menyembuhkan seorang wanita yang selama delapan belas tahun telah Lumpuh karena roh jahat

(Lukas 13:10-13)

Memaafkan dosa perempuan

Sementara Yesus dan murid-murid-Nya bepergian ke Samaria, mereka berhenti di sumur di luar kota. Yesus lelah dan beristirahat di sana sementara para murid pergi ke kota untuk membeli makanan. Seorang wanita datang untuk mengambil air dan Yesus mulai berbicara dengannya. Kenyataan bahwa Yesus berbicara dengannya adalah suatu hal luar biasa untuk dua alasan :

  1. Ia adalah seorang wanita
  2. Ia adalah wanita Samaria, bangsa yang dianggap najis oleh orang-orang Yahudi

Setelah beberapa saat, Yesus mengejutkannya dengan secara lembut mengungkapkan dia tinggal bersama seorang laki-laki yang bukan suaminya; terkejut mengetahui bahwa Yesus mengetahui hidupnya, Perempuan itu lari masuk ke dalam kota dan memberitahu kepada semua orang. Yesus tetap ada untuk mengajar selama dua hari dan kesaksian perempuan itu mendorong banyak orang Samaria beriman kepada-Nya (Yohanes 4:1-42).

Alih-alih mengutuk perempuan untuk dosanya, Yesus memberi dia kesempatan untuk mengikuti-Nya

Wanita lain datang pada Yesus sementara Dia makan di rumah pemimpin agama. Seorang perempuan yang dikenal karena memiliki kehidupan yang penuh dosa. Memasuki rumah dan menangis tersedu-sedu di kaki Yesus, sementara air mata membasahi kaki-Nya, ia membersihkan kaki Yesus dengan rambutnya. Kemudian, mengambil sebotol parfum mahal, dan meminyaki kakiNya. Para pemimpin agama membisikkan: ‘sekiranya Dia, seorang nabi, maka Ia akan tahu perempuan yang menyentuhNya adalah orang berdosa.‘

Yesus menjawab dan berkata : ‘Ya, wanita ini sangat berdosa, tetapi telah menunjukkan kasihnya besar untuk Aku.’ Yesus berkata pada wanita ini ‘Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!’

(Lukas 7:36-50)

Yesus juga melakukan intervensi dalam kasus seorang wanita yang telah tertangkap berzina dan akan dilempari batu oleh para pemimpin agama.

Kata-Nya pada orang-orang yang mendakwa perempuan itu ‘Siapa kamu yang tidak berdosa melempar batu pertama kepada dia.’ Ketika semua orang mereka pergi, Yesus berkata ‘Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.’ (Yohanes 8:11).

PERNIKAHAN

Ajaran Muhammad pada perempuan dalam perkawinan

Sejalan dengan sikapnya terhadap perempuan, Muhammad menjelaskan dalam perkawinan, pria lebih tinggi derajatnya, sedangkan wanita harus tunduk.

Berkenaan dengan suaminya, Muhammad mengatakan :

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.

Surah 4:34

Dalam ayat yang sama, dalam kasus seorang istri, Quran mengatakan

Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat (kepada Allahd dan suami) lagi memelihara (kesucian dan harta benda suami), oleh karena Allah telah memelihara (mereka).

Bagian kedua dari ayat ini memberikan kebebasan suami menghukum istrinya jika berkelakuan jelek :

Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka (1) nasihatilah mereka dan (2) pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan (3) pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. ‘

Perempuan dikutuk jika menolak untuk tidur dengan suaminya :

Nabi berkata: ‘Jika seorang laki-laki meminta isterinya untuk tidur dengan dia dan dia menolak untuk berhubungan dengan dia, maka malaikat mengirim kutukan pada dia sampai pagi hari’ ‘11.

Perceraian diterima sebagai bagian kehidupan dalam budaya Islam. Seorang pria dapat menceraikan ustrinya dengan berkata tiga kali, ‘Talak (aku ceraikan kamu)’12. dan pria tersebut dapat menikahi istrinya lagi. Namun jika pria itu juga berkata ‘kamu seperti ibuku bagi aku’, maka ini adalah perceraian permanen dan ia tidak bisa menikahi istrinya kecuali wanita itu telah menikah lagi dengan pria lain dan bercerai dengannya. Setelah perceraian kedua terjadi, suami pertama bebas untuk menikahinya lagi jika ia ingin (Surah 2:226-232). Namun, sang istri tidak diizinkan untuk meminta cerai atau mencegah suaminya menceraikannya (ketentuan ini berdasarkan Surah 4:34)

Dalam dunia Islam hari ini, di negara di mana berlaku hukum Islam (Saudi Arabia, Iran, Sudan, dll.) perempuan tidak diperbolehkan untuk memulai atau untuk menentang perceraian, tetapi di negara-negara sekuler, memberikan perempuan hak untuk bercerai. Misalnya, pada tahun 2003 di Mesir meluluskan hukum yang memungkinkan perempuan untuk bercerai di bawah kondisi tertentu, seperti suami yang kafir.

Dalam hadist dijelaskan beberapa skenario dalam perceraian, kompensasi dan masa tunggu (iddah) sebelum menikah lagi. Hukum Islam memungkinkan untuk perceraian di banyak keadaan, bahkan untuk hal-hal sepele, suaminya, jika ingin, dapat bercerai hanya karena sulit untuk hidup dengan istrinya.

Quran mengizin seorang pria memiliki hingga empat istri jika mampu menghidupi mereka :

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat.

Sura 4:3

Muhammad sendiri diizinkan untuk menikahi lebih dari empat wanita seperti yang anda akan lihat nanti.

Bab 16 Bagian 2

Perlakukan terhadap Wanita 2