bagian 3_bab10

Bagian 3
Warisan Yesus dan Muhammad Dalam Perkataan dan Perbuatan

Bab 10
Pesan Yesus dan Muhammad Kepada Dunia

Kita telah melihat bagaimana Yesus dan Muhammad menyebarkan pesannya. Sekarang kita perlu untuk melihat secara jelas apa pesan itu. Dalam bab ini anda akan belajar :

  • apa yang mereka ketahui tentang indentitas dan tujuan mereka
  • apa yang mereka katakan ke orang untuk menyenangkan Tuhan
  • bagaimana orang dapat diampuni dari kesalahan pada Tuhan
  • apa yang mereka tahu tentang nasib stelah kematian

MEREKA MENYATAKAN MUHAMMAD SEBAGAI : NABI TERAKHIR

Identitas Muhammad menyatakan diri bahwa ia lah nabi terakhir yang Allah kirim ke dunia. Ia menjelaskan:

Perumpamaanku dalam berbandingan dengan nabi-nabi lain sebelumku ialah jika seseorang membangun rumah indah dan bagus, kecuali sebuah lubang batu bata di pojok. orang pergi sekitar tentang itu dan heran pada keindahan, tetapi berkata: ‘ini batu bata yang akan diletakkan di tempatnya!’ jadi, akulah batu bata itu, dan aku adalah nabi terakhir.1

Muhammad mengatakan bahwa ia adalah pengenapan nubuatan dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tentang nabi yang akan datang. Dengan kata lain, ia menyatakan sebagai nabi yang di nantikan oleh Yahudi dan Kristen.

Beberapa teman rasul Allah berkata padanya, O Nabi Allah, beritahu kami tentang dirimu. Ia menjawab, ‘ ya akulah pesan dari ayahku Abraham dan kabar baik dari saudaraku Yesus.’2

Muhammad juga mengajarkan Yahudi dan Kristen telah mengubah kitab suci sehingga keterangan kedatangan Muhammad dikeluarkan (dibuang). Sarjana modern Islam menyatakan telah menemukan keterangan tentang Muhammad masih terdapat dalam Alkitab. Anda bisa membaca tentang topik itu di Apendix B.

Walau ia berkata ia adalah nabi terakhir dan terbesar, Muhammad jelas menyatakan ia manusia biasa, tidak ilahi. Muhammad berkata pada orang,

‘aku hanya manusia sama seperti kamu’

(Surah 18:110).

Ia akan meninggal sama seperti orang lainnya. Quran berkata,

‘ Sesungguhnya kamu (hai Muhammad) akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).’

(Surah 39:30)

Mengenai hubungan dengan Allah, Quran mengambarkan Muhammad sebagai ‘budak’ Allah (Surah 2:23). Masuk Islam juga digambarkan sebgai ‘budak’ Allah juga (Surah 50:8)

Tujuan

Dari Awal Muhammad berkata tujuan Allah untuknya adalah untuk menjadi ‘peringatan jelas’ (Surah 71:2)

tetapi (kamu dikirim) sebagai rahmat dari Tuhanmu, supaya kamu memberi peringatan kepada orang yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat.

Surah 28:46

Namun setelah Muhammad pindah ke Madinah, ia menjadi lebih dari pengingat, ia menjadi penakluk. Ia berkata dalam kotbah terakhirnya di bukit Arafat :

Setelah hari ini tidak ada lagi dua agama di Arab. Aku diturunkan oleh Allah dengan pedang ditanganku, dan kekayaanku akan datang dari bayang pedang ini. Dan orang yang tidak setuju dengan aku akan di buat malu dan dianiaya.3

Muhammad meminta para penyembah berhala untuk meninggalkan berhalanya dan Yahudi dan Nasrani untuk meninggalkan agama ‘korup’ dan menerima Islam

YESUS SANG ANAK TUHAN

Identitas

Yesus menyatakan banyak kali di Injil bahwa Ia anak Tuhan dan Tuhan adalah Ayah-Nya, contohnya:

Yesus bertanya kepada mereka: ‘Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?’ Maka jawab Simon Petrus: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!’ Kata Yesus kepadanya: ‘Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Matius 16: 15-17

[Yesus berkata] mengapa kamu menuduh aku menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.’

Yohanes 10: 36-38

Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: ‘Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.’Jawab Yesus: ‘Engkau telah mengatakannya’

Matius 26-63-64

(Ayat lain dimana Yesus menatakan diriNya adalah anak Tuhan adalah: Matius 4:6; 8:29; 10:23; 11:27; 16:15-17,27; 27:43; 28:19; Markus1:11; Lukas 2:49; 10:22; Yohanes 3:16-18; 5:17-18, 25; 10:36; 11:4)

Yesus berkata bahwa ia adalah pengenapan nubuatan Yahudi atas kedatangan Messias.

‘Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Matius 5:17

‘Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.’

Lukas 24:44

Perkataan Yesus didukung oleh banyak nubutan Perjanjian Lama yang digenapi dalam hidupNya, seperti lahir di Betlehem, tinggal di Nazareth, menghabiskan waktu di Mesir, dan rincian mengenai hari terakhirnya. Silahkan lihat Apendix C untuk daftar lengkap, termasuk ayat referensi.

Tujuan

Perjanjian lama mengajarkan Tuhan menghendaki pengorbanan hewan untuk mengampuni dosa. Yesus berkata tujuanNya untuk memberikan diriNya sebagai korban persembahan untuk pelanggaran semua orang.

Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.’

Markus 10:45 (lihat juga Yohanes 3:14)

Yesus meminta orang untuk percaya ajaranNya sehingga mereka memilihi hidup kekal.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Yohanes 3:16-17

BAGAIMANA MENYENANGKAN TUHAN

Inti dari setiap agama ialah bagaimana manusia memiliki hubungan baik dengan Tuhan. Pengajaran Yesus dan Muhammad sangat berbeda pada wilayah ini.

Kewajiban sebagai Muslim Pesan Muhammad berkembang dan menjadi jelas sepanjang hidupnya. Dengan kata lain, kewajiban sebagai muslim tidaklah sama pada permulaan pewahyuan sampai duapuluh tiga tahun kemudian. Misalnya, di Mekah pada masa awal, muslim tidak diwajibkan berdoa dalam jumlah tertentu per hari. Setelah perjalanan malam Muhammad, yang terjadi sepuluh tahun sejak wahyu pertama, Muslim diharuskan sembahyang lima kali sehari. Contoh lain ibadah haji, tidak diperlukan hingga sembilan tahun setelah Muhammad tinggal di Madinah.

Kita akan lihat ajarannya pada tahap akhir. Persyaratan untuk menjadi muslim adalah:

  1. Menyembah Allah saja, menerima Muhammad sebagai nabi Allah, dan percaya Quran.
  2. Sembahyang doa ritual Islami pada lima waktu perhari (di bab 15, saya akan gambarkan sembahyang Islam secara lengkap).
  3. Membayar zakat(sumbangan) untuk ‘rumah uang’, yang dikelola Muhammad. Stiap orang wajib memberikan 2,5 % dari pendapatannya. Zakat bukanlah suatu pilihan, melainkan kewajiban. Muhammad menggunakan uang itu sebagian untuk membiayai keperluan militer Muslim, membantu fakir miskin, dan membiayai proyek pembangunan. Tidak ada kata ‘pajak’ waktu itu, tapi itu adalah fungsi sebenarnya uang itu. Tidak ada pemerintahan sekuler waktu itu, jadi pemerintahan Islamlah yang sediri melakukan pengumpulan pajak. Pada masa kini, Muslim yang hidup di negara sekuler, harus membayar pajak negara. Jadi zakat adalah tambahan dari pajak sekuler. Karena tidak ada pusat negara Islam, setiap orang harus memilih kemana memberikan uangnya.
  4. Berpuasa diantara sembahyang pertama dan ke empat selama ramadhan.
  5. melakukan ibadah haji ke Kabah di Mekah (Surah 22:27)

sebagai tambahan, di Madinah, Muhammad mendesak orang bahwa Allah ‘mencintai’ siapa yang berperang dengan giat dipenyerangan dap perang yang muslim lakukan melawan non-muslim di Arab (Surah 8 dan 9).

Persyaratan Menyenangkan Tuhan Pesan Yesus tetap sama dari awal hingga akhir.ia berkata bahwa IA adalah jalan untuk memiliki hubungan dengan Tuhan.

‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.’

(Yoh 14:6)

Yesus tidak punya daftar untuk di penuhi pengikutnya, Ia mengundang mereka dengan mudah:

‘Mari, ikuti Aku’

  • Markus 1:17

Dan mereka mengikuti Dia

‘Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia’

  • Yohanes 6:2

Tapi Yesus tidak berkata mengikutiNya akan mudah. Ia memperingatkan bahwa hidup mereka akan dalam bahaya.

Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

Markus 8:34-35

Tapi Yesus berjanji Ia tidak akan membebani pengikutNya.

‘Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.’

Matius 11:28-30

Ia meminta mereka untuk menuruti dua perintah ‘Utama’:

Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: ‘Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?’ Jawab Yesus kepadanya: ‘Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?’ Jawab orang itu: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’ Kata Yesus kepadanya: ‘Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.’

Lukas10:25-28

Secara singkat. Persyaratan menjadi Kristen ialah mengikuti Yesus, mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia. Kotras dengan Muhammad, Yesus tidak meminta muridNya mengikuti aturan mengenai sembahyang, berapa banyak uang yang harus diberikan, berapa sering berpuasa, atau kapan harus berziarah ke tanah suci.

PENGAMPUNAN KESALAHAN

Jika anda mengajarkan bagaimana menyenangkan Tuhan, anda juga harus menjelaskan apa yang terjadi saat kesalahan yang tidak dapat dihindarkan dibuat. Dengan kata lain, apa yang Tuhan butuhkan untuk pengampunan? Mari lihat apa yang Yesus dan Muhammad katakan.

Allah memutuskan dosa siapa yang diampuni Ada sebuah kisah terkenal tentang kematian paman Muhammad Abu Thalib, yang telah melindungi Muhammad dari musuh – musuh nya di Mekah selama bertahun – tahun. Saat paman nya terbaring sakit, Muhammad memohon dia untuk mengaku Islam, tapi paman nya tidak melakukan nya. Setelah itu Muhammad menyampaikan wahyu dari Allah, yang berkata:

Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (munafikun). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasikun.

surah 9:80

dengan kata lain, Muhammad berkata ia tidak memiliki kemampuan memaafkan kesalahan seseorang atau meyakinkan Allah untuk mengampuni. Muhammad hanya berkata ia hanya mampu untuk mengurangi hukuman pamannya sebagai berikut:

di antara penduduk neraka Abu Thalib akan mengalami lebih sedikit penderitaan, ia akan memakai dua sepatu(api) yang akan mendidihkan otak nya.4

pada kesempatan lain Muhammad berkata ia meminta Allah untuk mengampuni ibu nya, yang meninggal saat Muhammad berusia enam tahun: salah seorang pelayan Mahammad menceritakan kisah ini :

Abu Hariara menceritakan: ‘Nabi Muhammad mengunjungi makam ibu nya, dan menangis dan menangis dan membuat kami di sekeliling nya menangis. Muhammad berkata, ’aku bertanya pada Allah apa aku bisa memintanya mengampuni ibuku, dan Ia menjawab tidak, tapi Ia memberikan aku izin untuk mengunjungi makam nya.’’5

Lagi Muhammad menekankan bahwa ia tidak dapat mempengaruhi Allah untuk mengampuni dosa. melalui Quran dan hadist, Muhammad mengajarkan hanya Allah yang memiliki kekuasaan mengampuni dosa.

Semua pelangaran tidaklah sama menurut teologi Islam. Ada dosa kecil dan ada dosa besar. Contoh dosa besar ialah: Menyembah tuhan lain selain Allah; menyangkal apa saja dasar kepercayaan Islam tertutama rukun Islam; menghina Muhammad; membunuh orang diluar aturan hukum Islam; memfitnah muslim lain saat ia tidak ada. Pendosa harus menyesali dosanya di hadapan Allah, tapi Allah yang memutuskan apakah mengampuni atau tidak kesalahannya. Di hari Kiamat orang akan tahu apakah Allah mengampuni dirinya atau tidak.

Di sisi lain, dosa kecil dapat diampuni dengan melakukan perbuatan baik seperti, sembahyang ekstra, puasa ekstra, atau amal ekstral. Contoh dosa kecil adalah lupa sembahyang dalam sehari, berbohong, makan selama puasa ramadhan, atau lalai menolong tetangga yang membutuhkan.

Secara singkat, Allah sendiri memutuskan atau tidak pengampunan seseorang. Jika ia melakukan dosa besar, ia ada di belaskasih Allah. Jika ia melakukan dosa kecil, ia bisa mendapatkan pengampunan melalui perbuatan baik atau pergi naik haji (ziarah ke tanah suci Mekah).

Pengampunan Allah bagi mereka yang berperang

Setelah Muhammad mulai mengirim ekspedisi militer dari Madinah, ia menerima wahyu mengenai cara khusus Muslim dapat menerima pengampunan dari Allah-dengan berperang atau menderita karena Islam.sebuah wahyu mengambarkan perang untuk allah sebagia ‘perdagangan’. Jika kamu memberikan Allah ‘kekayaan dan hidupmu’ Ia akan mengampuni dosamu dan memasukan anda ke surga. Dan membantu anda memenangi perang. Ini adalah kutipan dari Quran:

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya(Muhammad) dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn (Eden). Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah (terhadap musuhmu) dan kemenangan yang dekat (waktunya).

Surah 61:10-13

Muslim lebih jauh mengartikan ini orang yang meninggal saat berjihad langsung pergi ke surga dan tidak perlu meunggu di kuburnya untuk hari Kiamat.

Apa yang Yesus ajarkan mengenai pengampunan

Saat Muhammad mengatakan ia tidak punya kemampuan untuk mengampuni dosa, Yesus secara terbuka ia memiliki otoritas lengkap untuk mengampuni dosa.

Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ‘Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.’ Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: ‘Ia menghujat Allah.’ Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: ‘Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa’ — lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –: ‘Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!’ Dan orang itu pun bangun lalu pulang.

Matius 9:2-7; lihat juga Lukas 7:36-50

Saat Yohanes pembabtis melihat berjalan mendekatinya, ia berseru ‘Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.’

(Yoh. 1:29)

Saat Yesus bicara kematianNya di kayu salib, ia berkata,’ Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.’

(Mat. 26:28)

Dengan kata lain Yesus tidak hanya menyatakan memiliki kemampuan untuk mengampuni dosa atas nama Tuhan saat Ia di bumi, tapi Ia juga menyatakan kematianNya berfungsi mengantikan korban persembahan, memberikan pengampunan bagi semua manusia sepanjang watu. Salah satu pernyataan terakhir pada muridNya ialah:

‘Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.’

Lukas 24:46-47

TAKDIR SETELAH KEMATIAN

Kita telah belajar apa yang Yesus dan Muhammad ajarkan tentang dirinya dan apa yang harus dilakukan pengikutnya. Sekarang mari kita bandingkan pengajaran meerka tentang perlakuan Tuhan atau Allah pada manusia saat meeka meninggal

Nasib Muslim setelah kematian

Muhammad mengajarkan setelah mati seseorang tetap dalam kuburnya sampai Hari Kiamat. Jika orang itu baik, kuburnya menjadi surga kecil, jika ia jahat, itu akan menjadi tempat penyiksaan (Surah 55:46-60). Namun, Muhammad tidak pernah mengungkapkan dengan pasti apakah ia sendiri akan bersenang senang atau di siksa di kubur.

Sebagai seorang Muslim, saya pribadi frustasi dnegan sedikitnya informasi mengenai ini. Saya heram. ’bagaimana tuhan Quran mengungkapkan banyak hal duniawi seperti apa harus dilakukan selama masa menstruasi wanita, tapi gagal mengungkapkan bagaimana saya bisa tahu apakah saya akan di siksa atau nyaman saat saya meninggal?’

Muhammad sendiri menyatakan kekhawatirannya tentang apa yang akan terjadi padanya di kubur. Istrinya Aisyah melaporkan:

Dua wanita tua Yahudi mengunjungiku di rumahku dan berkata pada ku ‘kematian dalam kubur mereka ialah penghukuman.’ aku tidak mempercayai mereka. Setelah mereka pergi saya menemui nabi Muhammad dan mengatakan padanya, dan ia berkata. ’ya, mereka mengatakan padamu kebenaran; bagi sebagian orang kematian adalah penghukuman dan bahkan binatang dapat mendengar tangisan mereka di kubur.’ dari hari itu, setiap saat aku melihat nabi sembahyang, ia meminta Allah untuk menyelamatkannya dari siksa kubur.6

Muhammad mengajarkan Hari Kiamat akan di umumkan oleh suara trompet. Baik yang hidup maupun yang mati akan datang bersama, dituntun oleh malaikat ke lapangan Kiamat untuk dihakimin oleh Allah sendiri. Allah akan menimbang perbuatan baik dan jahat dan memutuskan siapa yang akan pergi ke surga dan siapa ke neraka. Hingga Hari Kiamat, seseorang tidak akan tahu apakah ia telah menyenangkan Allah. (Lihat Surah 6:73; 18:99; 20:102; 23:101; 27:87; 36:48; 39:68; 40:20; 78:18)

Muhammad sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya pada Hari Kiamat. Mari lihat saat ia buat pernyataan ini. Muhammad mengunjungi rumah dimana seorang pria muslim meninggal dan jenazahnya masih disana.

Seorang wanita berkata kepada jenazah, ‘semoga belaskasihan Allah turun atasmu, aku bersaksi Allah telah menerima engkau’ Muhammad berkata pada wanita itu, ‘ bagaimana kau bisa tahu bahwa [Allah menerima orang ini]?’ Ia menjawab, ‘saya tidak tahu, oleh Allah.’ Muhammad menjawab, ‘untuk pria ini, kematian telah datang dan aku berharap yang baik baginya dari Allah. Oleh Allah, walau aku rasul Allah, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku, sama juga dengan kamu.’7

Pengikut setia Muhammad, Abu Bakr juga berbicara tentang ngerinya penghakiman Allah.

Ia berkata, ‘jika satu kaki aku ada di surga, dan satu lagi masih di luar, aku tidak percaya kecerdikan Allah.’8

Bakr bermaksud mengatakan takdir abadinya masih misteri sampai kedua kakinya di surga.

Nama lain dari Abu Bakr adalah ‘manusia menangis’ karena ia akan terus menangis saat ia berdoa.9 Saat ditanyai mengenai ini jawabannya adalah, ‘setiap saat aku mulai berdoa, aku membayangkan Allah berdiri di depanku dan raja kematian di belakangku, surga di kanan ku dan neraka di kiriku, dan aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Tuhanku pada ku.’10

Pengajaran Muhammad memberikan Muslim sedikit kelegaan saat orang yang dikasihi meninggal.

Muhammad melihat seorang wanita menangis di kuburan anaknya. Ia berkata ‘jadilah orang percaya yang baik dan sabarlah.’ wanita itu berkata,’ pergilah karena kamu tidak kehilangan seorang yang kamu sayang seperti saya,’ ia tidak mengenalinya.11

Mari kita periksa kata-kata hiburan Muhammad pada wanita ini. Ia mengatakan wanita ini untuk menjadi Muslim yang baik dan bersabar. Dalam pengajaran Islam, anak wanita ini dalam kehendak Allah. Tidak ada yang tahu apakah ia akan masuk surga atau neraka; Allah yang memutuskan. Jadi muhammad mengatakan wanita itu bersabar menerima apapun keputusan Allah, apapun itu. Ini tidak cukup menghibur bagi wanita itu.

Takdir

Pengajaran Muhammad pada Hari Penghakiman dikombinasikan dengan pengajarannya pada takdir. Ini adalah hasil dari ketidakpastian besar di pikiran muslim mengenai nasib setelah mati:

Rasul Allah, yang benar dan sumber inspirasi mengatakan, ‘ (seperti menurut penciptaanmu), stiap kamu dikumpulkan di rahim ibumu empatpuluh hari pertama, dan akan menjadi gumpalah darah empatpuluh hari kemudian, dan akan menjadi sebouah daging empat puluh hari yang lain. Lalu Allah mengirim malaikat menulis empat kata: ia menulis perbuatannya, waktu kematian, arti kehidupannya, dan apakah ia malang atau diberkati (dalam agama). Lalu jiwa akan dihembuskanketubuhnya. Jadi seorang mungkin melakukan perbuatan karakteristik penghuni (neraka) api, yang banyaknya dan jaraknya hanya sehasta diantaranya, dan saat telah ditulis (oleh malaikat) melebihi, dan ia mulai melakukan perbuatan karakteristik, penghuni surga dan memasuki surga, yang banyaknya dan jaraknya hanya sehasta diantaranya, dan saat apa yang ditulis (oleh malaikat) melebihi, dan ia mulai melakukan perbuatan karakteristik, penghuni (neraka) Api dan memasuki (neraka) Api.’12

Izinkan saya meringkas apa yang hadist katakan sehingga anda mudah mengertinya. Muhammad mengajarkan saat seorang masih di kandungan ibunya, Allah mengirim malaikat untuk menulis empat fakta tentang hidup orang ini: (1) perbuatannya, (2) waktu kematiannya, (3) arti hidupnya, (4) apakah ia akan malang atau diberkati (artinya apakah ia akan masuk neraka atau surga).

Karenanya, seorang mungkin melakukan perbuatan jahat sepanjang hidupnya. Tapi, jika saat dalam kandungan ibunya, bahwa ia akan ‘diberkati’, maka pada akhirnya takdir akan mengambil alih dan ia akan mulai melakukan perbuatan baik dan masuk surga, kebalikannya juga berlaku: seseorang mungkin berlaku baik sepanjang hidupnya, tapi jika malaikat menuliskan ia akan ‘malang’, maka pada akhir hidupnya takdir akan mengambil alih dan orang itu akan mulai melakukan hal jahat dan berakhir di neraka.

Bagaimana mengaplikasikan ini dalam kehidupan sehari-hari? Jika anda seorang muslim, anda berharap Allah akan menerima perbuatan baik anda dan mengizinkan anda masuk surga. Tapi karena anda sadar bahwa takdir akhir hidup anda berdasarkan apa yang malaikat tulis sebelum anda lahir, harapan anda selalu di bayangi keraguan. Apakah saya termasuk orang yang di takdirkan berbuat baik selama hidup saya namun akhirnya hukuman neraka?

Pengajaran Yesus pada Takdir stelah mati

Hari Kiamat juga bagian dari pengajaran Yesus (Mat.10:15,11:22-24,12:36, 41-42, 24:31; Lukas 10:14, 11:31-32). Mengenai Hari Kiamat, Yesus berkata:

  • Tidak ada yang tahu Waktunya kecuali Tuhan (Mat.24:36)
  • Sangkala akan berbunyi (Mat.24:31)
  • Malaikat akan mengumpulkan orang (Mat. 13:41)

Seperti yang anda baca, deskripsi Muhammad mengenai hal ini sama persis enam ratus tahun kemudian. (lihat Surah 6:73,18:99, 20:102, 23:101, 27:87, 36:68, 50:20, 78:18). Namun pengajaran Yesus pada Hari Kiamat berbeda dari Muhammad pada hal yang penting. Contohnya, Yesus berkata ia akan kembali dan melakukan penghakiman (Mat 13:24-30, 36-41, 47-50; 25:31-33; Yoh. 5:22). Muhammad berkata Allah yang akan menjadi hakim.

Yesus menceritakan empat perumpamaan di Matius 24 dan 25 tentang Hari Kiamat, mengambarkan kriteria apa orang akan di hakimi.setiap perumpamaan meminta orang untuk mengasihi Tuhan dan sesama manusia untuk menerima hidup kekal.

Apakah ini berarti Yesus mensyaratkan perbuatan baik untuk seseorang agar masuk surga? Ini pertanyaan penting yang bisa kita jawab dari pengajaran Yesus sendiri, Yesus berkata iman kepadaNya diperlukan untuk hidup abadi: ‘Tuhan telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.’

(Yoh. 3:16)

dan Yesus juga berkata :

‘Jika kamu mengasihiKu, kamu akan menuruti segala perintah-Ku’

(Yoh.14:15).

Ini berarti jika kamu sungguh percaya Yesus anak Tuhan, kamu akan menuruti perintahNya. Jika kamu tidak menuruti perintah-Nya, maka kamu tidak percaya pada-Nya.

Pengertian ini didukung oleh tulisan pengikut Yesus, Yakubus, saudara Yesus, menuliskan,

‘Iman tanpa perbuatan adalah mati’

(Yak. 2:26)

Ia mengambarkan pekerjaan baik sebagai bukti iman: ‘aku akan menunjukan padamu imanku dengan apa yang aku lakukan’

(Yak. 2:18)

Kitab Efesus menuliskan secara sederhana :

‘Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.’

(Ef. 2:8-9)

Karenanya, pada hari kiamat, Yesus akan melihat perbuatan baik sebagai bukti Iman kepada-Nya.

Mengenai apa yang terjadi pada orang yang telah mati selama mereka menunggu Hari Kiamat, Yesus memberikan sedikit pengajaran. Dimana, Yesus memberikan gambaran orang kaya yang meninggal dan di bawa ke alam maut dan orang miskin meninggal dan dibawa ke ‘pangkuan Abraham’, yang adalah tempat tentram (Luk. 16:19-31). Ini memberikan kita indikasi dimana orang yang telah mati menunggu Hari Kiamat. Keterangan lain mengenai Hari Kiamat untuk orang percaya dan tidak percaya digambarkan di bagian lain di Perjanjian Baru, teruatam di kitab Wahyu.

Kesimpulan

Yesus dan Muhammad memiliki perbedaan besar bagaimana cara menyenangkan Tuhan, pengampunan dan Hari Kiamat. Mereka juga melihat peran mereka sebagai pembawa pesan Tuhan dengan cara yang berbeda. Di bab selanjutnya kita akan lihat apa yang Muhammad katakan tentang Yesus dan apa yang Yesus mungkin katakan tentang Muhammad.

Bab 11

Ajaran Yesus dan Muhammad Mengenai Satu Sama Lain