bagian 2_bab6

Bagian 2

Kehidupan Yesus dan Muhammad

Bab 6

PERMULAAN DIAM-DIAM MUHAMMAD

  • Muhammad: Tiga belas tahun pertama di Mekah.

  • Usia:40 sampai 53

  • Yesus: Tahun pertama dan kedua pelayanan sampai waktu Ia mengirim para murid untuk mengajar tanpa-Nya

  • Usia: awal 30

Sampai pada saat kisah ini, baik Yesus dan Muhammad telah menyatakan bahwa mereka telah di panggil untuk membawa pesan dari Tuhan ke dunia. Mari kita lihat pada hari pertama keduanya mengajar. Kita akan lihat kesamaan yang mengejutkan dari reaksi orang kota kelahirannya tapi perbedaan nyata bagaimana Yesus dan Muhammad merespon.

Istri Muhammad Khadijah adalah pengikut pertama yang menjadi Islam, di ikuti oleh sepupunya berusia sepuluh tahun (Ali bin Abu Talib) yang hidup bersama mereka.(1) Pengikut selanjutnya yang penting adalah mantan penyembah berhala bernama Abu Bakr. Abu Bakr cukup sukses dalam syiar Islam, dan ia membawa mualaf duapuluh lima orang, termasuk seorang bernama Al-Arqam. Rumah Al-Arqam menjadi tempat penting dimana muhammad mengajar.(2) Muhammad berkata pada paman yang membesarkannya mengenai apa yang ia alami, dan pamannya berjanji melindunginya, tapi ia tidak menerima pengajaran Muhammad.

Jadi apa yang Muhammad ajarkan pada waktu itu? Dia mengatakan pada keponakannya untuk menjadi muslim ia harus ‘bersaksi tiada tuhan selain Allah sendiri tanpa sekutu, dan menginkari Al-Lat dan Al-Uzza [berhala], dan meninggalkan permusuhan.’(3) Muhammad juga mengatakan Jibril mengajarkan pada nya cara berdoa khusus, yang ia ajarkan pada pengikutnya.(4) Kemudian Muhammad akan menambahkan petunjuk-petunjuk yang harus di ikuti untuk menjadi muslim.

Awalnya, Muhammad dan Muslim menunjukan sikap rendah hati. Mereka pergi ke lembah gurun di luar kota untuk berdoa jadi orang tidak melihat mereka.(5) Muhammad melakukan cara diam diam ini di Mekah selama tiga tahun.

PERMULAAN DRAMATIS YESUS

Kisah Yesus di Injil mengambarkan banyak perbedaan tentang awal karyaNya.

Hanya beberapa hari setelah dibabtis, lima orang langsung mengikuti Yesus kemanapun Ia pergi (Yohanes 1:35-40).

Mereka pergi ke Yerusalem bersama untuk perayaan Paskah. Saat mereka memasuki pelataran bait suci Yesus melakukan sesuatu yang akan menjadikannya perhatian orang Yahudi hingga akhir hidupNya. Saat Yesus melihat orang berjualan ternak, domba, dan merpati, dan penukaran uang, Ia menjadi marah. Ia membuat cambuk dari tali dan mengusir setiap orang dan binatang keluar dari pelataran, berteriak ‘Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.’ (Yohanes 2:16).

Pemimpin agama mempertanyakan otoritasnya, tapi mereka tidak bisa menghentikanNya. Ia tinggal di Yerusalem selama perayaan Paskah dan melakukan ‘Mukzizat Ajaib’, yang menyebabkan banyak orang percaya padaNya (Yohanes 2:23). Pemimpin agama Yahudi (Farisi) mulai untuk memperhatikan segala aktivitasNya (Yohanes 4:1)

Yesus Mulai mengajar di Synagog, dan ‘berita mengenai Dia tersebar ke seluruh penjuru negeri.. semua orang memuji Dia’ (Lukas 4:14-15) setelah mengajar di beberapa kota berbeda, yesus kembali untuk mengajar di kota kelahirannya, Nazareth, yang adalah desa pertanian kecil dengan penduduk sekitar 200 orang.

Jadi apa yang Yesus ajarkan pada waktu itu? Saat ia berdiri untuk mengajar di synagog di Nazareth, Ia memegang gulungan kitab Yesaya. Ia membacanya di depan orang.

‘Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.’

Lukas 4:18-19

Saat mata orang banyak tertuju padanya, Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: ‘Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.’ (Lukas 4:21)

Hanya sehari sebelumnya di Yerusalem Yesus telah mengatakan pada pemimpin agamanya bahwa Tuhan ‘telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.’ (Yohanes 3:16). Seorang wanita dari Samaria bicara pada Yesus bahwa ia menantikan Messias dari Yahudi, dan Yesus menjawab,’ ‘Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.’ (Yohanes 4:26). Secara singkat, Yesus berkata Ia adalah anak Tuhan dan Ia memiliki kunci untuk memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan yang akan menghasilkan hdiup abadi. Ini adalah pesan yang Yesus bawa dari awal hingga akhir hidupNya. (Kita akan membandingkan pesan Yesus dan Muhammad lebih detail di bab 10).

MUHAMMAD DITOLAK OLEH KOTA KELAHIRANNYA DAN PEMUKA AGAMA

Muhammad menyebarkan agamanya diam-diam selama tiga tahun hingga ia menyatakan Jibril memerintahkan ia untuk bicara di depan umum (pada usia empatpuluh tiga). Muhammad menutuskan untuk memanggil semua pemimpin suku Quraish dan memberitahukan ajarannya. Ada beberapa hal yang harus diingat tentang Quraish: (1) Keluarga Muhammad berasal dari bagian suku ini. Dari bani Hasyim (Bani adalah bahasa Arab untuk kata anak suku). (2) suku ini mendapatkan penghasilan dari merawat Kabah, pusat pemujaan berhala di Arab.

Saat Muhammad mengatakan pada mereka pengajarannya, mereka tersingung. Mereka berkata ke paman Muhammad,’O Abu Talib, keponakanmu telah mengutuk dewa kami, menghina agama kami, mentertawakan cara hidup dan menuduh nenek moyang kita berlaku salah; kau harus menghentikan dia atau kamu harus membiarkan kami menghadapinya’6

Karena paman Muhammad melindunginya, orang Mekah tidak akan membunuh dia, jadi mereka mengusik dia. Contohnya, mereka memperingatkan orang yang mengunjungi Mekah untuk mengacuhkan Muhammad. Mereka menghina Muhammad saat ia berjalan mengitari batu hitam di Kabah’7

Para Mualaf berada dalam bahaya lebih dari Muhammad sendiri. Quraish menekan dengan kuat mereka untuk meninggalkan agamanya. Jika mualaf berasal dari kalangan atas, mereka mencelanya. Jika pedangan, mereka menyerukan untuk memboikotnya. Dan jika ia dari kalangan bawah, mereka memukulinya.8

Kebanyakan mualaf adalah kelas bawah atau budak, namun, berjalannya waktu, dua orang kuat bergabung dengan Muhammad-Umar dan Hamza (salah satu paman Muhammad). Orang ini secara fisik kuat dan agresif, yang mengintimidasi Quraish. Untuk memperlemah para muslim, Quraih memutuskan untuk memboikot para muslim dan seluruh klan Muhammad (Bani Hasyim).

Mereka menandatangani perjanjian bahwa suku lainnya tidak akan menikahi wanita Bani Hasyim atau memberika nanak wanita mereka untuk menikah. Mereka juga tidak boleh berjual-beli dengannya.

Salah satu pemimpin boikot adalah Abu Lahab, yang juga salah satu paman Muhammad. Ia pergi ke pasar dan berkata ‘O para pedagang, naikan hargamu sangat tinggi sehingga pengikut Muhammad tidak dapat beli sesuatu dari mu. Jika seseorang khaatir akan merugi, aku punya uang yang cukup untuk menutupinya.’

Muhammad melaporkan pewahyuan dari Malaikat Jibril tentang kemalangan orang ini (Surah 111).

Setelah beberapa waktu Muhammad dan pengikutnya meninggalkan kota pergi gurun di dekatnya. Mereka menjadi putus asa. Saat seorang muslim pergi ke kota untuk membeli makanan bagi keluarganya, pedagang menaikan harga dua, tiga, atau empat kali lipat. Ia tidak mampu membayat, jadi ia kembali dnegan tangan kosong bagi keluarganya.

Sejarah Islam berkata pengikut Muhammad menjadi begitu lapar sehingga mereka makan kotoran hewan dan dedaunan. Ini dikenal dengan Tahun Kelaparan.

Pikirkan ini: Muhammad dan istrinya Khadijah, dulunya orang kaya, wanita terhormat di Mekah, kini menjadi pengungsi di gurun, tidak mampu membeli makanan. Mereka mungkin juga masih memiliki anak yang masih kecil. Mereka bertahan hidup pada ransum yang di bawa kepadanya secara rahasia oleh simpatisan dan teman.9

Selama masa ini, Muhammad berbicara pewahyuan dari malaikat Jibril. Ayat ini di kumpulkan dan akan menjadi bagian dari buku yang di sebut Quran. Wayu seringkali terdapat kemarahan atas orang yang menganiaya Muhammad.

YESUS DITOLAK OLEH KOTA KELAHIRANNYA DAN PEMUKA AGAMA

Kita lihat bagaimana kota kelahiran Muhammad menolaknya. Sekarang mari kita lihat ke Nazareth, kampung kecil tempat Yesus dibesarkan. Anda telah baca sebelumnya bagaimana Yesus berdiri di Synagog di Nazareth membaca kitab suci. Sekarang kita lihat bagaimana orang berreaksi.

Setelah Yesus membaca bagian dari Yesaya, ia meneruskan mengajar. Ia berbicara bagaimana penduduk kota kelahiranNya Nazareth menginginkan Dia melakukan mukzizat seperti yang telah Ia lakukan di Kapernaum. ‘Aku berkata kepadamu,’ IA meneruskan,’Tidak ada nabi diterima di tempat asalNya.’ lalu Ia mengingatkan mereka tentang Perjanjian Lama nabi yang di kirim keluar dari Israel untuk menolong non-Yahudi. Kata kata ini membuat orang di synagog menjadi marah. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi. (Lukas 4:14-30)

Sebagai tambahan, Yesus juga ditolak di beberapa kota dan grup di masyarakat.Yesus melakukan beberapa Mukzizat di Galilea, tapi mereka menolak Yesus (Kapernamun Mat. 11:23; Korazin dan Betsaida, Lukas 10:13). Pesan Yesus umumnya menyakiti pemuka agama Yahudi, sama seperti pesan Muhammad menyakiti pemimpin berhala di Mekah.

Pemuka agama pada masa Yesus juga mencoba membunuh Yesus. Tapi dengan cara yang berbeda dari Quraish di Mekah. Alih-alih membunuh Yesus secara langsung, mereka mencari cara membuat Ia melawan hukum sehingga mereka dapat membunuhNya secara ‘legal’. Contohnya, jika Ia melakukan penistaan agama, hukum Yahudi mengatakan Ia dapat di hukum mati. Jika ia melakukan penghianatan terhadap pemerintah Romawi, ia dapat dihukum serupa (Mat.22:15).

Dihadapan penolakan, teladan Yesus untuk menyatakan pandanganNya terus berjalan (Lukas 9:51-56). Saat kita terus melihat kehidupan Yesus dan Muhammad, kita akan lihat reaksi Muhammad terhadap penolakan sedikit berbeda. Mari kita lihat bagaimana Muhammad Pulih dari boikot sukunya.

BOIKOT DICABUT/ MUHAMMAD MENCARI PERLINDUNGAN

Setelah dua atau tiga tahun, tanpa intervensi dari Muhammad, pemimpin Quraish memutuskan mencabut boikot. Pemimpin memutuskan itu adalah salah memperlakukan sanak family sendiri begitu buruknya, jadi mereka merobek perjanjian. Muhammad dan pengikutnya kembali ke Mekah dan meneruskan mempraktekan Islam di sana, walau kadang tetap menjadi subjek gangguan.10

Muhammad menyampaikan pesannya dnegan mengatakan orang bahwa mereka harus meninggalkan berhala mereka, menerima Allah sebagai satu satunya Tuhan, dan menerima Muhammad sebagai Nabi Allah. Dia juga kadang mengutip perkataan Quran bagi orang-orang. Saat orang meminta tanda, ia menjawab,’Quran adalah tanda bagimu’ (Surah 29:50-51)

Kejadian pada tahun-tahun berikutnya menunjukan bahwa Muhammad mengembangkan strategi baru untuk menegakan Islam dan melindungi dirinya sendiri.

Setelah satu atau dua tahun, dua orang penting dalam kehidupan Muhammad meninggal-pamannya Abu Talib, yang melindunginya dari musuh, dan istrinya Khadijah yang mendukung secara moral (620 M). Muhammad berusia limapuluh tahun. Sejarah Islam mencatat Quraish mulai memperlakukan dia ‘lebih kasar dari sebelumnya’ contohnya seorang ‘anak muda dari desa’ yang ‘melenpar debu ke kepalanya’. 11 Namun tidak ada serangan fisik seperti pemukulan, pencobaan pembunuhan, atau yang sepertinya. Meskipun demikian, dapat dikatakan dengan yakin Muhammad merasa terancam, karenanya ia mencari perlindungan dari orang lain (pengikutnya juga mencari perlindungan bagi dirinya sendiri). Sejarah Islam mencatat ia berjalan di luar mekah ke orang Thaqif, tenda orang Kinda, dan kediaman Kalb dan ditolak oleh mereka semua.12

Saat pemimpin suku datang mengunjungi Mekah, Muhammad berencana meneui mereka. Dia akan mengatakan pada mereja bahwa ia adalah nabi dan meminta mereka untuk ‘ percaya padanya dan melindunginya sampai Allah menjelaskan kepada mereka dengan pesan yang telah di berikan kepada nabi’13

Kecuali kepada beberapa pengikut kelas rendah di Mekah, Usaha Muhammad menemui sedikit kesusksesan. Ia akhirnya menemukan kesempatan melalui perang perkepanjangan antara kedua suku besar di dekat Medina –Aous dan Khazraj. Suku-suku ini datang ke Mekah untuk ziarah menyembah patung mereka. Setelah ibadah mereka selesai, beberapa perwakilan menemui Muhammad di malam hari di Al-Aqaba. Muhammad berkata pada mereka ‘aku meminta kesetiaan atas dasar bahwa kamu akan melindungi aku seperti kamu melindungi perempuan dan anak-anak’. Salah seorang kepala suku merespon:

Aku bersumpah di dalam nama dia yang mengirim engkau dalam kebenaran, kami akan membela engaku seperti kami membela keluarga kami, tanda tangani perjanjian ini dengan kami, O nabi Allah, aku bersumpah kami adalah anak anak perang (yaitu :kami tahu cara membela engkau). Kami mewarisi ini dari generasi ke generasi ke generasi.14 Jadi kita lihat suku yang telah berperang bertahun-tahun menandatangani perjanjian dengan Muhammad. Muhammad jelas sekali membuat perjanjian milter dengan suku-suku ini. Ia mengatakan pada mereka ‘aku akan perangi mereka yang melawan kamu dan berdamai dengan mereka yang damai denganmu’15

Pada titik ini kita lihat kesamaaan ironis dengan Yesus. Muhammad mengatakan pada dalam pertemuan ‘berikan padaku duabelas pemimpin supaya mereka membawa perubahan dalam urusan rakyat mereka’. Mereka membawa sembilan dari satu suku dan tiga dari suku yang lain. Jadi Muhammad memilih duabelas orang kunci untuk bekerja dengannya, sama seperti Yesus memilih duabelas murid untuk berjalan bersamanya. Pada titik ini Muhammad telah menghabiskan waktu tigabelas tahun mengkotbahkan Islam, sekarang ia mulai mempersiapkan perubahan besar.

Mari membandingkan gambaran dari hidup Muhammad dengan bagaimana Yesus menyampaikan ajaranNya.

YESUS MENGANDALKAN PENGAJARAN DAN KESEMBUHAN

Kita telah mengalami kemajuan dalam setengah pertama kehidupan Muhammad sebagai nabi. Dan sekarang kita akan fokus di setengah pertama pelayanan Yesus. Kita tetapkan ini pada satu atau dua tahun awal pengajaran dan pelatihan muridNya sebelum Ia mengutusNya sendiri.

Jadi bagaimana Yesus menyampaikan pesanNya? Ia berjalan dari kota ke kota sekitar Galiea dan Yudea untuk berkotbah. Bagaimana Ia meyakinkan orang agar percaya padaNya? Ia menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dari orang yang kerasukan, dan melakukan mukzizat alam.

Sebagai contoh, pada awal pelayananNya, Ia mengusir setan keluar dari orang yang menganggu kotbahNya di sinagog di Kapernaum (Lukas 4:33). Lalu Yesus kembali ke rumah Petrus dan menyembuhkan ibu mertua Petrus, yang menderita demam tinggi. Malamnya orang banyak membawa berkumpul di depan rumah. Mereka membawa pada Yesus semua orang yang menderita pelbagai penyakit, dan Ia menyembuhkan mereka dengan ‘menaruh tanganNya pada tiap orang’ (Lukas 4:40).

Aktivitas ini mendapatkan respon antusias dari dari orang dimanapun Ia pergi. Orang membawa padaNya ‘ semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.’ (Mat 4:24). Seorang yang sembuh dari lepra menyebarkan berita sangat efektif sehingga Yesus tidak dapat masuk terang terangan karena banyaknya kerumunan orang. Ia tinggal di luar di ‘tempat yang sunyi’ dan orang masih tetap datang menemuiNya di sana (Mark 1:45)

Setelah Mukzizat melipatgandakan makanan, orang mulai berkata, ‘pastilah Ia nabi yang datang ke dunia.’ mereka siap ‘memaksaNya menjadi raja’, jadi Yesus pergi ke gunung sendiri (Yoh. 6:14-15).

Dia juga dikenal dari caranya berbicara. Matius berkata, ‘takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka. (Mat 7:28-29; lihat juga Lukas 4; Mat 13:54). Yesus kadang mengajar orang dengan menceritakan kisah duniawi dengan makna spiritual (perumpamaan Mat 13:34). Contohnya, untuk mengajar orang tentang pengampunan, Ia menceritakan kisah tentang pelayan yang hutangnya di anggap lunas oleh tuannya (Mat 18:21-35).

Pada akhirnya tahun pertama Yesus memilih duabelas orang yang tel;ah mengikutinya selama ini (Mat 10:1; Mark 3:13; Luk 6:12). Keduabelas orang ini menjadi teman dekat, Yesus akan segera memerintahkan mereka bagaiamana untuk membawa pesanNya sendiri.

Muhammad juga mulai bekerja dengan kedua belas pemimpin barunya untuk menyiapkan mereka untuk menyebarkan Islam ke seluruh Arabia, mari kita lihat bagaimana ia melakukannya.

Bab 7

Menyebarkan Ajaran