Apakah Paulus Memalsukan Alkitab?

Banyak prasangka bahwa Injil Asli dari Yesus telah digantikan/dipalsukan oleh tulisan-tulisan Rasul Paulus. Doktrin & ajaran Kristen yang ada adalah ajaran palsu dari Rasul Paulus. Tulisan di bawah ini memberikan alasan/jawaban yang rasional atas tuduhan-tuduhan itu :

Apakah Paulus memalsukan Injil-Perjanjian Baru?

Atas prasangka keliru itu, kami cukup menjawab dengan fakta sederhana saja. Bahwa penulisan-penulisan Injil dan bagian-bagian PB mulai muncul tahun 45M hingga 100M. Kita tahu bahwa Rasul Petrus dan Rasul Paulus dieksekusi mati tahun 64M dibawah pemerintahan Romawi/ Kaisar Nero. Ketika mana Injil Markus, Matius dan Lukas telah tertulis seperti sekarang ini isinya. Sementara Injil Yohanes dan Wahyu dan Surat Yohanes 1,2 dan 3 adalah naskah-naskah kitab suci yang kesemuanya dengan doktrin yang sama. Yang paling akhir (Kitab Wahyu) ditulis setelah kematian Paulus, yaitu dipenghujung Abad pertama Masehi.

Maka, dengan bukti kematian Paulus yang lebih dini, maka tulisan-tulisan Paulus tidak akan mungkin memalsukan kitab-kitab Injil, Wahyu, dan surat-surat dalam Perjanjian Baru yang ditulis berdekatan dan sesudah kematiannya. Dengan demikian, bisa kita simpulkan bahwa kitab-kitab yang terhimpun dalam perjanjian Baru berasal dari salinan-salinan naskah-naskah aslinya.

Perjanjian Baru, kesemuanya menuliskan teks “Injil-Salib” yang sama, yaitu bahwa Yesus Kristus itu Allah yang datang ke bumi, mendapat sebutan “Anak Allah”, dan Ia disalibkan demi menebus dosa manusia. Tidak ada naskah-naskah tandingannya shahih yang menunjukkan ”Injil-non-Salib” (Yesus tidak disalib), dan tak ada urusannya samasekali dengan “ayat-ayat pemalsuan” Paulus!

Apakah Paulus memalsukan Perjanjian lama (Tanakh Ibrani) ?

Jika Perjanjian Baru itu dipalsukan maka Perjanjian Lama-pun juga harus dipalsukan. Tetapi, apabila Paulus memalsukan Perjanjian Lama (dari Kejadian sampai dengan Maleakhi). Maka tentu saja golongan Kristiani ini tidak berhadapan dengan agama lain, tetapi akan berhadapan langsung dengan pengikut Yudaisme!.

Mengubah Perjanjian Lama akan berhadapan langsung dengan orang-orang Yahudi yang terkenal amat fanatik terhadap kitab-kitab Suci mereka itu. Para ahli Taurat bahkan tahu persis berapa jumlah kata dan huruf yang dimiliki oleh masing-masing Kitab sehingga tak terpalsukan. Sementara orang-orang Yahudi dan umat Kristen bermusuhan (ingat bahwa kehidupan Para-Rasul dan gereja mula-mula mendapat ancaman dari golongan Farisi & Saduki), maka mustahil ada peluang persekongkolan antara kedua kubu ini untuk memalsukan teks Alkitab.

Sebaliknya mereka saling memata-matai, demi menjaga kemurnian Kitab-kitab mereka masing-masing. Lewat perseteruan ini, tangan Tuhan bekerja untuk mengamankan Firman-Nya sendiri sehingga sejarah tidak pernah menemukan Kitab-Kitab Taurat yang berbeda teks karena pemalsuan. Kitab-kitab Tanakh Ibrani yang dimiliki oleh kalangan Yudaisme sama-persis dengan Kitab-kitab dalam Perjanjian Lama yang dimiliki kalangan Kristiani. Tidak ada perbedaan teks dalam kitab-kitab Perjanjian Lama karena pemalsuan.

Blessings,
BP