YEO TOON JOO – MATI DAN HIDUP KEMBALI

Banyak diantara anda sekalian yang berkiprah di dunia bisnis di dunia mengetahui Mr. Yeo Toon Joo, mantan orang no. 2 di Straits Times ….. tepatnya bukan orang yang baik di kantor dan di rumah … bahkan (menurut perkataannya sendiri), pemain perempuan terbesar dan peminum terbesar sampai dia nyaris mati (Tuhan membiarkan ia mengalami kematian – 2 kali !) … dan bertemu dengan Yesus Kristus ! Ini adalah kesaksian se-sungguhnya dari orangnya sendiri yang bersaksi di hadapan banyak dari kita di Citibank dan menyentuh banyak jiwa sebagai hasilnya.
Bacalah sungguh-sungguh dan setelah itu bagikan kepada kawan-kawan anda yang anda tahu akan sangat dikuatkan oleh kesaksian Mr. Yeo ini.
Nikmatilah hari anda ….. Tuhan memberkati.

 

MATI DAN HIDUP KEMBALI

(Kesaksian oleh Mr. Yeo Toon Joo kepada Citibank’s Christian Fellowship, 22 Nov 1996).
Saya percaya banyak diantara anda hari ini adalah orang-orang percaya. Tetapi beberapa dari anda mungkin masih mencari-cari kebenaran dari hidup dan kehidupan : Apakah hidup adalah tentang semuanya atau tentang yang seharusnya ?
Apa yang dimaksud dengan setiap hari bangun pagi, pergi kerja, minum bir sehabis kerja, pulang, pergi tidur, bangun kembali, pergi ke country club anda pada akhir minggu, mencari lebih banyak uang, meniti karir, membangun keluarga, bertumbuh dan menjadi tua.
Dan menyadari bahwa semua ini harus berakhir pada suatu hari. Mungkin, itulah sebabnya anda ada di sini hari ini. Beberapa dari anda telah mempunyai jawaban karena anda memiliki pikiran yang terbuka dan pada banyak titik dalam hidup anda berserah kepada Tuhan yang pada gilirannya memberkati dengan menyatakan diriNya kepada anda.
Terima kasih Tuhan hari ini bahwa Engkau melawan naluri bankir anda untuk meng-analisa Tuhan, pencipta alam semesta, seperti menganalisa neraca seorang klien dan bu-kannya menerima dengan iman Firman Tuhan seperti yang tertulis dalam Alkitab. Tuhan – melampaui pengertian manusia. Apalah manusia, yang hanya sebuah bintik di alam semesta untuk mempertanyakan Tuhan ? Bukan kita yang memilih Tuhan. Tuhan yang memilih kita.
Seperti banyak dari anda, saya mencoba bertahun-tahun menganalisa Tuhan dan peng-ajaranNya dan menggunakan intelejensi saya terhadapNya. Sampai suatu hari, saya menerima sebuah tendangan pada belakang saya yang mengakibatkan saya berhenti menjadi sok pintar, dan – percaya. Saya tidak punya pilihan lain.
Saya harap apa yang saya bagikan kepada anda hari ini akan membantu bagi mereka di sekitar anda yang memiliki pertanyaan. Kepada anda yang telah percaya dan telah mene-rima anugerah keselamatan, saya berdoa ini akan menguatkan iman anda dan mengilhami anda untuk membagikan hal ini kepada orang lain dan dengan ikatan misionaris, anda telah menerima anugerah.
Seperti banyak diantara anda, saya telah – bertahun-tahun – heran apa artinya kehidupan dan samar-samar yang disebut kebahagiaan.
Saya telah memiliki martabat dan kekuasaan dalam kehidupan. Saya telah menjadi seorang pemimpin lebih dari 2000 orang, kepala departemen besar, orang no. 2 dalam perusahaan pekabaran, pembicara pada konferensi internasional, nama dan foto saya tercetak di koran-koran, dijamu oleh orang-orang kaya dan berkuasa, termasuk bankir-bankir top. Dalam kenyataannya, seorang bankir bahkan membuka sebuah checking account untuk saya tanpa saya menyetor sesenpun atau mengisi formulir. Dia yang mengisikannya untuk saya, memberi saya lembaran cek sementara seketika itu juga dan bahkan fasilitas OD yang tidak terbatas – bersih – untuk saya berspekulasi di pasar saham.
Sebagai seorang editor koran, saya memiliki kuasa/pengaruh lebih daripada yang saya sadari. Perdana Menteri dan bahkan para bankir – menyediakan waktu untuk saya.
Sebagai praktisi PR dengan konsultasi yang saya miliki, saya juga mendapat penghasilan yang baik. Dalam awal tahun 1980-an, penghasilan bersih saya adalah $ 200,000 setahun. Beberapa tahun yang lalu saya memiliki 5 keanggotaan klub, sekarang malah 6 dan membawa golf handicap saya sampai ke 13. Saya membeli barang-barang dengan kontan, bahkan Toyota Cressida saya yang baru berumur setahun saya beli dengan kontan.
Tentu saja, ibu saya agak kecewa sedikit bahwa saya tidak membeli sebuah Mercedes Benz.
Tapi siapa yang mau berhutang dan membiarkan para bankir mengeruk semua bunga !
Dalam hitungan generasi muda masa kini, mengilhami para eksekutif atau orang-orang muda Singapura yang masih menghitung-hitung uangnya dan membayar cicilan atas mobil dan condominium, saya telah digambarkan sukses. Telah sukses !
Saya mencoba hampir semuanya untuk mencari kesenangan – dan kepuasan. Saya pergi dari satu pesta ke pesta lainnya. Saya minum banyak dan setiap hari, saya minum selagi memiliki hari baik, saya minum selagi memiliki hari buruk. Saya memiliki wanita lain. Saya bahkan mencoba berganja. Ada banyak lainnya yang tidak dapat saya sebutkan yang saya lakukan, dan saya tidak ingin menyebutkannya.
Saya menjalani kehidupan yang wah. Tetapi saya merasa kosong. Saya tidak sungguh-sungguh berbahagia. Atau, kalaupun juga, kebahagiaan itu semu. Beberapa malah hilang.
Setiap akhir hari, minggu dan tahun, saya tidak dapat memutuskan satu hal penting : Untuk apa semua itu ? Apakah yang telah saya raih yang membuat hidup saya berarti ? Saya tidak memiliki damai.
Harusnya ada alasan yang lebih baik untuk hidup, arti sesungguhnya untuk keberadaan saya dan sebuah penjelasan untuk kematian saya. Dan bukan hanya beberapa teori yang persuasif oleh beberapa swami, tukang ramal/tenung, nabi palsu dan ada banyak lainnya atau filsuf-filsuf.
Saya membaca kisah yang ditulis oleh kaum humanis. Dan seperti saya telah dibesarkan dalam gereja sejak muda, saya membaca Alkitab, tapi tidak mempercayainya. Saya bah-kan mulai membaca Budhisme.
Saya pergi ke gereja bersama keluarga saya. Tapi di gereja saya akan melihat kepada pastor dan heran : bagaimana kalau teman yang malang itu yang telah menyerahkan kesenangan hidup, mati hanya untuk mendapati bahwa Tuhan tidak ada, tidak ada sorga, tidak ada neraka dan hidup kekal untuknya ? Betapa sia-sia.
Suatu hari sesuatu terjadi atas diri saya yang membuat saya berubah – dari seorang yang tidak ber-Tuhan, peminum berat, tukang main perempuan, dari seorang yang hampa menjadi seorang yang berbahagia, terjamin, dipenuhi dan menjadi orang percaya Tuhan. Bukan hanya dalam Tuhan, tetapi Tuhan secara pribadi, seseorang yang mengetahui segala sesuatu tentang saya, memelihara saya dan menuntun dan melindungi setiap langkah saya, setiap saat setiap hari.
Itu tidak hanya memberi makna dalam hidup saya, tapi kualitas lebih tinggi dalam hidup dan kehidupan juga menjadi baru dan dipenuhi kegembiraan dalam hidup. Tuhan menunjukkan kepada saya apa itu kehidupan dan bahwa kematian bukanlah apa-apa bagi mereka untuk mana Dia telah membuka rahasia kehidupan. Tuhan membiarkan saya mengalami kematian – untuk mengerti kehidupan. Dia membiarkan saya mati, bukan hanya sekali, tetapi dua kali.
Dalam tahun 1989 dan 1991, saya menjalani pembedahan. Pada kesempatan pertama, untuk mengeluarkan sebuah tumor dari prostat saya. Sementara berada dalam pembiusan total, tiba-tiba saya mendapati diri saya melayang-layang diatas sekelompok orang yang sedang membungkuk menghadapi meja operasi dimana tubuh saya terbaring. Kemudian saya mendapati diri saya berada dalam kegelapan total. Saya melihat seberkas cahaya cerah terbang ke arah saya. Kemudian saya didorong ke dalam terowongan gelap. Pada saat itu saya hilang kesadaran.
Itu adalah suatu pengalaman yang mengerikan. Tetapi saya menolak mengakuinya sebagai mimpi – dan sebagai akibat kebanyakan nonton televisi. Tumor itu ternyata jinak. Bukan kanker. Sebuah mimpi buruk. Saya pikir tidak lebih dari itu.
Selagi tidak sadar di ruang operasi, saya dikagetkan oleh sebuah suara : saya mendapati diri saya berada dalam sebuah pesta minuman keras dalam sebuah taman bercahaya remang-remang. Saya ingin pergi, tetapi seseorang berkata “ Mari kesini.”
Saya mendengar diri saya memprotes bahwa saya harus pulang kepada keluarga saya, tetapi seseorang terus berkata : Kemari, nikmatilah. Itu seperti banyak situasi pesta yang pernah saya kunjungi. Saya tinggal untuk minum.
Itu menjadi pengalaman terakhir saya. Saya mendapati diri saya tidak dapat pulang kepada istri dan dua anak perempuan saya. Berikutnya, saya mendapati diri saya mengendarai mobil pulang ke rumah dalam kegelapan total, tetapi tidak dapat bergerak maju dan kembali pulang. Saya merasa seolah-olah saya sedang mengendarai mobil di ruang yang tak terbatas, tetapi saya merasa tidak mempunyai tubuh atau mobil sesung-guhnya.
Kemudian saya mendapati diri saya dalam pesta minuman keras lainnya. Saya sedang berjalan melalui pengalaman masa lalu yang menyiksa dari kehidupan kelas tinggi saya : pertama saya sedang menikmati diri saya dan mendapati sedang berada di beberapa pesta minuman keras, dan kemudian sesuatu yang buruk terjadi : saya mengalami penyesalan, tetapi tidak dapat mengubahnya atau kembali pulang.
Itu terjadi pada saya bahwa saya tidak akan pernah kembali pulang. Saya tiba-tiba menyadari bahwa saya telah mati. Seolah-olah untuk menegaskan kenyataan itu, saya mendengar sebuah suara yang dingin. Berkata : “Engkau telah mati.” Entah bagaimana saya menyadari suara itu adalah suara iblis.
Saya menyadari bahwa saya akan menjalani kekekalan yang tidak berakhir dan pe-mutaran pengalaman masa lalu yang tidak bahagia dari kehidupan saya yang lampau dari pesta minuman keras dan mencari kenikmatan. Saya berada di neraka dan neraka lebih buruk dari lautan api. Siksaan secara mental dan kekal.
Terlintas dalam pikiran saya kemudian bahwa apa yang Alkitab katakan dan apa yang telah dikatakan kepada saya tentang Tuhan, dosa dan neraka adalah benar. Tuhan itu ada, iblis juga ada dan penghukuman untuk mereka yang menolak untuk percaya kepada Tuhan Yesus.
Saya bertanya kepada suara itu : “Engkau maksudkan ada Tuhan setelah semuanya berakhir ?” Suara itu menjawab : “Ya.”
Saya mencari kesempatan kedua – untuk kembali hidup – tetapi tidak dapat. Saya protes : “Ini tidak adil, ini tidak adil.”
Suara itu berkata : “Sistemmu yang berharga tidak berlaku disini.” Tuhan, saya sadari tidak dapat menolong saya lagi. Saya terhilang – selamanya. Saya sangat ketakutan, tetapi tidak berdaya untuk berbuat atau mengubah apapun. Terlalu terlambat.
Saya tergelincir kepada pengalaman masa lalu saya … saya sadar apa yang telah terjadi, tetapi tidak berdaya. Pikiran saya bekerja, tetapi saya tidak memiliki tubuh, tidak punya keinginan atau kendali.
Kemudian saya mendengar suara di atas saya berkata : “Dia telah mati.” Saya merasa sepasang tangan memegang kepala saya di kedua sisi. Saya melihat tubuh saya yang lemas dan kepala saya tergeletak di sebuah bangku gereja. Dan istri saya bersama dengan kedua anak saya berdiri di belakang.
Saya berusaha berkomunikasi dengan keluarga saya, tetapi tidak dapat. Mereka tidak dapat merasakan kehadiran saya. Saya tidak dapat berhubungan dengan mereka. Saya berada di sebuah dimensi lain. Kemudian saya merasa diri saya ditelan ke dalam ruang tanpa batas dan kegelapan dan kilas balik yang kekal. Saya dapat mendengar, merasa sangat sedih, tetapi tidak berdaya. Hal yang paling mengerikan adalah mengetahui bahwa saya dikutuk untuk melayang-layang dalam kekekalan dan mengalami penderitaan besar serta ejekan/celaan pengalaman hidup saya yang lampau yang telah saya lewati.
Kemudian saya merasa seseorang menyentuh tangan saya ketika saya bergumul untuk kembali … seolah-olah saya terjaga. Tetapi itu hanya ilusi dan saya jatuh kembali ke dalam spiral kematian yang tidak dapat dikendalikan.
Sekali lagi saya merasakan ada tangan yang memegang lengan saya. Saya membuka mata dan melihat bahwa itu adalah istri saya. Saya tidak yakin, takut bahwa itu hanya sekedar ilusi lainnya. Tetapi kali ini … nyata. Saya telah kembali.
Saya tidak tahu bagaimana. Saya bangun dan hidup !
Istri saya, Rose, sedang memegang tangan saya dan dia berkata bahwa saya berkomat-kamit dalam kengerian :
“Ini tidak nyata ! Ini tidak nyata !” Saya takut bahwa kesadaran ini juga hanya ilusi yang lain.
Rose mengatakan kepada saya, tubuh saya sedingin es dan terlihat kengerian di wajah saya selagi saya mengucap berulang-ulang : “Mengerikan !” Beberapa orang mengatakan kepada saya, saya berhalusinasi. Beberapa bahkan berpikir saya gila ketika saya ceritakan kepada mereka pengalaman saya. Tetapi saya tahu itu benar-benar nyata. Saya melihatnya, merasakannya dan mengingatnya dengan begitu nyata, jelas dan hidup. Saya bahkan melihat hal-hal yang lalu dari apa yang pernah saya alami paling sedikit 3 kali – ketika tersadar kembali.
Apakah saya benar-benar mengalami kematian ? Saya tahu, ya. Semua yang saya tahu bahwa sejak itu saya telah sungguh-sungguh mengalami apa artinya hidup ! Hidup dan kehidupan yang sesungguhnya ! Dan saya tidak memerlukan uang, kedudukan, kese-nangan duniawi atau apa saja yang dapat diberikan dunia kepada saya untuk menikmati kebahagiaan setiap hari dalam hidup saya.
Saya tahu bahwa Tuhan itu ada. Dan Dia adalah Tuhan saya. Dan Dia memelihara saya setiap hari, membuat hidup saya lebih baik dan menjaga saya.
Tetapi mengapa saya harus mengalami dua pengalaman itu ? Saya percaya Tuhan yang tidak terbatas anugerahNya mengijinkan hal itu terjadi pada saya, karena saya sungguh-sungguh mencariNya dan sejujurnya ingin tahu arti kehidupan dan mungkin karena pada beberapa titik dalam hidup saya, saya telah setia kepadaNya.
Tuhan telah memberi saya kesempatan terakhir. Setelah mengalami kematian kedua, saya bicara kepada banyak orang untuk menjelaskan pengalaman saya. Saya juga bicara de-ngan teman Kristen saya dan bersama-sama kami berdoa kepada Tuhan untuk menolong dan mengampuni hidup yang telah saya jalani. Saya mengundang Yesus Kristus untuk masuk ke dalam hidup saya lalu merasakan sebuah beban yang berat terangkat dari saya.
Saya mulai menyembah Allah setiap hari dan membaca Alkitab lagi, tetapi sekarang dengan pikiran yang terbuka. Saya berhenti bernalar tentang Tuhan. Saya juga berhenti mengejek orang-orang Kristen.
Belum pernah saya membaca sebuah buku begitu berhikmat. Tidak ada seorangpun dari dirinya sendiri menulis buku itu (Alkitab), seperti 66 kitab dalam Alkitab yang ditulis lebih dari 1500 tahun yang lalu. Kalau saya hanya berkesempatan membaca satu buku saja dalam seluruh hidup saya, maka buku itu haruslah Alkitab.
Selama setahun seorang teman Kristen yang kebetulan adalah eksekutif senior dari sebuah bank lokal menuntun saya mempelajari Alkitab setiap hari Selasa walaupun dia orang yang sangat sibuk.
Keajaiban mulai terjadi dalam hidup saya dan masih terjadi sampai hari ini.
Saya bergabung dengan Christian Business Men’s Committee dan sekarang menjadi sekretaris jenderalnya.
Tahun lalu, saya bergabung kembali dengan The Brethren Church yang dulunya biasa saya hadiri sewaktu saya masih kecil dan sekarang terlibat dalam kelas pendalaman Alkitab untuk orang dewasa. Saya juga telah menjadi pengerja pada The Boy’s Brigade dan meluangkan setiap hari Sabtu sore untuk melatih anak-anak dalam disiplin dan menuntun mereka kepada Yesus Kristus.
Saya juga duduk dalam panitia Sharity Gift Box 1996 dimana pelayanan saya mencakup konsultan PR, ditawarkan secara cuma-cuma. Saya menghabiskan banyak waktu setiap hari dalam doa dan membaca Alkitab, kadang-kadang beberapa jam di pagi hari sebelum pergi kerja.
Saya memperkirakan lebih dari separuh hari, saya mengerjakan pekerjaan yang berpusatkan kepada Yesus Kristus.
Saya menemukan sukacita besar dan nyaman dalam mengerjakan apapun. Saya dapat merasakan kehadiran Allah dan kedekatanNya. Dia berbicara kepada saya dan menyen-tuh hidup saya dalam banyak cara yang tidak terbayangkan. Dia menunjukkan kepada saya tanda-tanda. Sekali waktu, dalam jawaban atas doa saya untuk minta tolong dan pengarahan dalam hidup saya, Dia menuntun saya selama lima hari kepada dua ayat tertentu dalam Alkitab. Kebetulan ? Tidak ada yang kebetulan !
Kadang-kadang, saya merinding ketika sesuatu yang tidak saya pahami terjadi.
Setiap hari, kebenaran dan kebijaksaan baru dinyatakan kepada saya.
Hidup saya telah menjadi begitu kaya … dan lebih bahagia. Saya melepaskan bir sama-sekali, walaupun saya kadang-kadang minum anggur. Saya sekarang lebih sehat dan lebih kalem dan menjadi suami dan ayah yang lebih mengasihi dan menjadi boss yang sa-barnya sulit dipercaya dibanding dulu.
Istri saya dan saya lebih akrab. Ketika dia pergi bersama anak perempuan saya ke Amerika, saya sangat kehilangan – dan samasekali tidak punya keinginan untuk menyeleweng, bahkan ketika bekas gadis2 saya menelpon.
Tuhan secara tetap mengubah hidup saya, mempersiapkan saya untuk melayaniNya, untuk menceritakan belas kasihan dan cinta kasihNya yang besar kepada orang-orang dan anugerah hidup kekal dariNya di surga untuk mereka yang mau mendengarkan dan membuka hati untukNya.
Dia telah memberikan kepada saya dan menawarkan secara cuma-cuma kepada siapa saja yang tidak menutup hati, sebuah sukacita hidup yang lebih besar dan lebih berarti di dunia ini. Itu bukan hasil kerja kita atau perbuatan baik yang menyelamatkan kita dan jiwa kita. Kita tidak akan pernah cukup baik menurut ukuran Tuhan. Tuhan meminta hanya meminta kita untuk percaya dan patuh kepadaNya. Kita hanya perlu menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan mengikutiNya untuk diselamatkan.
Tuhan telah melenyapkan kekuatiran saya akan hari esok. Saya tidak lagi peduli apakah saya mempunyai uang atau tidak atau apa yang terjadi dengan bisnis saya dan hidup saya sehari-hari. Saya tidak lagi merencanakan aktivitas bisnis saya. Saya hanya menye-rahkannya pada Allah. Apakah saya mendapat untung atau rugi, itu tidak mengganggu saya. Kalau saya kehilangan uang di bank, sesuatu yang lain terjadi.
Saya pernah kehilangan $ 500,000 dan segera kehilangan $ 1,000,000. Tetapi itu tidak mengganggu saya. Allahku akan mencukupi kebutuhan saya. Entah bagaimana, Dia selalu membuat segalanya indah. Dia mengerjakannya untuk setiap orang yang mencintaiNya dan percaya kepadaNya. Dia selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan saya ketika saya berdoa menurut kehendakNya. Suatu ketika, ketika kami gagal memenuhi batas waktu presentasi jam 15.00 kepada seorang klien, Dia menyebabkan listrik padam, tepat jam 15.00, di kantor klien saya untuk menolong perusahaan saya dari situasi yang sulit. Sayangnya tidak ada cukup waktu untuk menceritakan lebih banyak tentang itu dan keajaiban-keajaiban lainnya yang telah saya alami sejak saya kembali untuk melayani-Nya.
Setiap hari, selagi saya membaca Alkitab, saya menerima sukacita besar dan hikmat surgawi. Saya mendengar suaraNya. Dan merasakan cinta kasihNya, sebuah cinta kasih yang tidak seorangpun dapat menyamainya. Semakin saya mengerjakan perintah2Nya semakin bahagia hidup saya jadinya. Saya percaya dengan sepenuh hati dalam Tuhan, ke-baikan dan cinta kasihNya kepada saya dan kepada setiap orang lain yang siap menerima cinta kasihNya. Saya juga mengetahui Dia membenci dosa dan menghukum para pendosa dengan cara yang menakutkan. Tetapi Dia adalah Tuhan yang penuh belas kasih, bersedia memaafkan bahkan pendosa yang paling tidak ada harapan sekalipun. Saya adalah sebuah contoh dari orang yang malang itu yang menolak untuk percaya kepada Tuhan dan yang sekarang mempunyai iman yang tidak tergoyahkan kepadaNya.
Hidup sebagai orang Kristen, dalam cinta kasih Allah dan berusaha keras untuk hidup kudus adalah bukan pengalaman bodoh dan membosankan. Itu adalah kehidupan yang sangat menarik !
Setalah pengalaman itu, saya memutuskan untuk mencurahkan hidup saya untuk mela-yani Tuhan dan menceritakan kepada orang lain tentang Dia dan cinta kasihNya dan anugerah keselamatanNya yang cuma-cuma.
Saya tidak lagi takut pada kematian. Dalam bulan Juli 1995, ketika saya diberitahu oleh dokter saya bahwa saya menderita kanker tulang stadium lanjut, saya kaget tetapi tidak kuatir seperti ahli bedah tulang saya. Pertama-tama, saya bertanya kepada Allah ‘kenapa ?’ dan kemudian berdoa : ‘Puji Tuhan !’ Dokter saya dan keluarga saya lebih kuatir daripada saya.
Sekali lagi saya pergi ke rumah sakit. Kali ini untuk kemoterapi. Dan pengujian lebih lanjut.
Pendeta saya berdoa untuk saya, istri saya, kerabat dan teman-teman Kristen berdoa untuk saya. Saya berdoa juga. Saya minta kepada Allah, jika Dia menginginkan saya mengerjakan kehendakNya di bumi, kenapa saya dibiarkan mati karena kanker dan meminta kepadaNya untuk menyembuhkan saya, secara fisik dan mental. Tetapi kami tidak mengatakan kepada Tuhan apa yang harus dilakukanNya. Tapi saya juga me-ngatakan padaNya apapun yang terjadi, kehendakNya lah yang terjadi dan saya berterima kasih telah begitu baik pada saya.
Suatu pagi di rumah sakit, sementara menunggu hasil pengujian lebih lanjut sebelum mulai kemoterapi, saya bersaat teduh. Saya membaca Alkitab saya dan berdoa. Saya pasti telah tertidur sebentar. Karena saya bermimpi. Saya melihat dokter berjalan ke tempat tidur saya dan tersenyum.
Dia berkata : “Mr. Yeo, hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya kanker.”
Dan membangunkan saya. Saya menyadari pasti saya telah terlelap dan berpikir bahwa dalam pengharapan saya, telah bermimpi bahwa MRI scan yang memperlihatkan kanker yang telah menyebar pada tulang saya, adalah sebuah kesalahan. Beberapa menit kemudian, dokter saya masuk, tersenyum – persis seperti yang terjadi dalam mimpi saya. “Mr. Yeo,” dia berkata, “hasil pemeriksaan terhadap tulang anda menunjukkan tidak ada kanker. Anda boleh pulang.”
Dokter saya heran ketika saya tidak nampak sangat gembira. Saya hanya menunjukkan padanya tanda OK (gesture). Berita darinya tidaklah sebuah kejutan – karena Tuhan telah memberitahukan saya beberapa menit lebih dulu bahwa saya tidak memiliki kanker.
Tidak ada seorangpun yang dapat menjelaskan bagaimana kanker yang telah menyebar pada pemeriksaan pertama bisa lenyap dalam beberapa hari. Saya tidak bertanya me-ngapa bisa begitu. Saya hanya percaya Allah telah turun tangan.
Saya tidak mengetahui mengapa saya telah diberi begitu banyak kesempatan dan pengalaman yang tidak lumrah oleh Allah atau mengapa Dia begitu baik dan penuh belas kasih kepada saya. Tetapi saya tahu Dia punya tujuan. Allah punya tujuan untuk segala sesuatu. Tidak ada yang terjadi tanpa sepengetahuanNya.
Ketika saya memberitahu orang-orang pengalaman saya ini, beberapa mengatakan pe-ngalaman ini tidak masuk akal dan berpikir saya hanyalah pencerita dengan imajinasi yang liar. Beberapa yang tidak mempertanyakan cerita saya, masih tidak menerima Allah sebagai Tuhan dan Tuan mereka dan sukacita yang dijanjikanNya. Beberapa menina bobokan diri mereka sendiri bahwa hidup akan terus berjalan dan mereka boleh me-ngabaikan Allah dan bahwa mereka semuanya benar dan dapat meninggalkan masalah demikian dari kehidupan spritual mereka dan Tuhan sampai nanti.
Beberapa diantara anda mungkin kenal baik dengan perumpamaan dalam Lukas 16 (Lukas adalah salah satu kitab dalam Alkitab) tentang ‘Orang kaya dan pengemis yang sakit – Lazarus’ yang memakan remah-remah makanan yang jatuh di pintu rumah orang kaya itu dan apa yang terjadi kepada mereka berdua setelah mereka mati.
Inilah, anda akan ingat bahwa orang kaya yang telah mengecap segala yang baik semasa hidupnya – pergi ke neraka, dan pengemis itu – pergi ke surga. Anda dapat melihat kisah ini di Lukas 16:31 ketika orang kaya itu memohon dengan sangat kepada Abraham, sementara ia di neraka, untuk mengirim Lazarus kembali ke bumi untuk memperingatkan saudara-saudaranya supaya mereka jangan pergi ke neraka seperti dirinya.
Jawaban yang diterimanya “ … kalau mereka tidak mendengarkan Musa dan para nabi, mereka juga tidak akan dapat diyakinkan bahkan oleh seseorang yang bangkit dari antara orang mati.”
Ini adalah bukti nyata bahwa Yesus Kristus telah dilahirkan, disalibkan, mati dan bangkit dari kematian dan menghabiskan 40 hari (setelah kebangkitanNya) di bumi untuk mengajar murid-muridNya dan menjelaskan kepada mereka mengapa Dia mati dan bangkit kembali.
Yesus telah mengatakan kepada kita, tidak ada cara lain kecuali kita percaya, atau kita akan kehilangan nyawa kita. Dia juga telah mengatakan kepada kita tentang anugerah Allah akan hidup yang kekal dan surga, kalau kita percaya padaNya dan membuka hati kita kepadaNya. Kita hanya perlu untuk mau percaya dan Allah akan membuatnya terjadi. Yang sebelumnya saya dan banyak lainnya dari kita telah menolak untuk percaya.
Hari ini saya percaya segala sesuatu yang Tuhan katakan kepada kita dalam Alkitab. Hari ini, saya tahu dengan pasti Tuhan hidup dan ada kehidupan setelah kematian : saya telah berada disana dan kembali.

Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: ‘Bukan orang sehat
yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang
berdosa supaya mereka bertobat’.

(Lukas 5:31-32)

 

‘Sebab upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah
hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita’.

(Rm. 6:23)