KITAB SUCI INJIL

Tanya Yusuf : Haruskah saya membacanya ?

‘Haruskah atau tidak saya membaca Kitab Suci Injil? Ini adalah satu pertanyaan yang bukan hanya ditanyakan oleh Yusuf saja tetapi oleh banyak orang Muslim dari berbagai budaya, bangsa, bahasa, tingkat sosial dan usia. Jadi, jika anda juga sedang bergumul dengan pertanyaan yang sama ini, beberapa petunjuk berikut berikut dapat membantu anda mencari penyeselesaiannya.

‘Saya seringkali mendapati diri saya terperangkap di antara dua pandangan yang bertentangan mengenai Injil’. Kata Yusuf .

‘Yang pertama adalah kesaksian al-Quran tentang KS Injil, yang mengajar umat Islam bahwa Injil itu adalah suatu Wahyu dari Allah – Surah 3/65 dan 5/69 & 71, juga suatu pembimbing kepada Manusia, penerang dan satu pengesahan kepada Kitab Taurat – Surah 3/3 dan 5/47’.

‘Kedua, adalah pendapat sekumpulan para Ulama yang menyarankan pembacaan Kitab Suci Injil dan pada saat yang bersamaan akan mengkritiknya. Mereka kemukakan pendapat mereka bahwa kononnya KS Injil sudah tercemar di ubah serta mengandung cerita tidak bermoral dan juga kononnya al-Quran telah ‘membatalkan KS Injil’ tersebut.

Sebelum memulai perjalanan untuk membuktikan apakah argumen diatas ini benar atau tidak, telitilah lima perkara berikut dengan sangat hati-hati.

APAKAH INJIL ITU?

Perkataan asal Yunani untuk Injil adalah Euanggelion, yang artinya khabar atau berita yang baik.

Euanggelion biasanya digunakan untuk mengumumkan suatu keberhasilan atau suatu peristiwa istimewa dan penting dalam kata budaya Yunani.

Begitu juga dengan kelahiran Isa al-Masih sebagai Penyelamat (nama Ibrani baginda Yashu = Penyelamat, yang Membawa Keselamatan), telah diberitakan lebih awal oleh Malaikat sebagai suatu Khabar Baik (Eunggelion) dari Allah, dalam Lukas 2 : 10-11.

Yesus yakni Isa al-Masih itu dalam hal ini adalah keduanya sekaligus, yaitu sebagai Berita Baik Allah kepada Manusia dan juga seorang pembawa Khabar yang menyampaikan Berita Baik Allah, separti dipaparkan dalam Markus 1 : 15.

Oleh karena itu, Euanggelion adalah suatu ‘istilah teknikal’ yang dipakai untuk merujuk kepada kumpulan dua puluh tujuh kitab yang menghasilkan Injil. Penyataan asli yang dipakai untuk Injil ialahPerjanjian Baru.’

Perkataan ‘Perjanjian’ harus dipahami sebagai suatu Perjanjian yang dibuat di antara dan yang mengikati dua belah Pihak.

Lihatlah nas-nas Al-Kitab berikut ini :

Yeremia 31:31,

Lukas 22 : 20,

2 Korintus 3:6,

Ibrani 8:8, 13; 9:15 & 12:24.

Perjanjian Baru adalah pengesahan Taurat Allah yang telah diberi kepada Nabi Musa, yaitu yang merupakan titik tengah Perjanjian lama.

APAKAH INJIL SEBENARNYA TELAH ‘TERCEMARI?’

‘Walaupun al-Quran menyatakan KS Injil itu suatu Kitab yang telah diwahyukan, satu Pembimbing kepada Manusia, penerang serta penggenapan dari Taurat, saya (si Yusuf) mendapati kesukaran untuk menjelaskan mengapa ada banyak perbedaan antara ajaran dalam Kitab Suci Injil jika dibandingkan dengan ajaran di dalam al-Quran. Untuk menjelaskan perbedaan-perbedaan ini, para ulama dan guru-guru di madrasah kami mengajarkan bahwa Injil yang asli telah ‘dicemari oleh perubahan’ buatan umat Kristen. Namun demikian, saya tidak dapat menyetujui ajaran yang dipelopori mereka ini dengan penyataan al-Quran dari Surah Yunus 10 ayat 64 :

‘TIDAK BERTUKAR-TUKAR Kalimat Allah…’

Dan juga dari Surah al-An-aam 6 ayat 34 :

‘TIDAK ada ORANG YANG BOLEH MENGUBAH Firman Allah itu.’

Yusuf meneruskan kata-katanya lagi : ‘Kalaulah Injil telah ‘dicemari’, mengapa tidak ada satupun diantara mereka yang menuduh Injil telah dicemari dapat memberi satu bukti yang berkaitan dengan pertanyaan :

Kapan, Bagaimana, Oleh siapa, Dimana dan Mengapa KS Injil itu telah diubahkan!?’

Apakah ‘perubahan-perubahan’ itu dilakukan sebelum atau sesudah al-Quran diturunkan? Jika sebelum, mengapakah Allah telah perintahkan Nabi Muhammad untuk merujuk kepada ahli-ahli Kitab separti berikut :

‘Jika engkau syak wasangka tentang apa yang kami turunkan kepada Engkau ya Muhammad, hendaklah engkau tanyakan kepada orang-orang yang membaca Kitab sebelum engkau. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah engkau termasuk orang-orang yang syak wasangka.’
Surah 10 Yunus 94

Bagaimanakah Muhammad harus meminta nasihat tentang Al-Quran dari orang yang menurutnya ‘telah mengubah dan mencemarkan Kitab suci mereka?’

Jika ‘pencemaran’ itu khabarnya terjadi setelah kedatangan Al-Quran, bagaimana pula pengkritik dapat menerangkan keberadaan beribu-ribu nashkah manuskrip yang jauh lebih awal dari pada al-Quran yang menyetujui dan mengamini kandungan Kitab Suci Injil yang telah ada hingga hari ini ?

 

Tanya Yusuf : Apakah INJIL diwahyukan ?

Kali ini, Yusuf bertanya pada sahabat Kristennya yang bernama Andy, ‘Orang Muslim percaya Injil itu telah diberi, diwahyukan, dan diajar kepada Isa (QS 5/49, 113, 57:27).’

’bagaimanakah dengan kepercayaan umat Kristen ?’

Hazrat Isa al-Masih tidak mendiktekan riwayat baginda kepada para Hawariyyun, yakni para murid/pengikut-pengikut baginda. Separti seorang majikan yang mendikte pada seorang juru tulisnya untuk dijadikan buku.

Murid-murid Al-Masih Isa telah mengikuti baginda ke manapun Ia pergi dan melayaninya sejak hari pertama mereka dipanggil oleh Isa untuk mengikutinya. Tetapi mereka tidak pernah membuat suatu kesepakatan bersama-sama untuk membentuk, menyusun atau menghasilkan sebuah Kitab Injil.

Sebelum Kematian, Kebangkitan dan kenaikan kembali Hazrat Isa, Dia telah memberikan janji kepada murid-muridnya bahwa Dia akan mengutus Roh Kudus yang akan tinggal didalam jiwa mereka, memenuhi mereka dan seterusnya membimbing mereka dalam pertumbuhan iman mereka – Yohanes 14:16-17.

Roh Kudus juga akan mengajar para murid Isa Al-Masih akan segala sesuatu serta mengingatkan mereka tentang semua yang baginda telah lakukan dan katakan kepada mereka, separti yang Isa sendiri telah nyatakan dalam Yohanes 14 ayat 6.

Janji Isa Al-Masih kepada para Hawariyun sudah terpenuhi pada Hari Pentakosta, yaitu hari di mana Roh Kudus sendiri telah datang memenuhi murid-murid baginda dan berdiam dalam mereka. Separti tercatat dalam Kisah Para Rasul-rasul 2 : 1-4 (juga dalam ayat-ayat 15-21).

‘Apabila hari Pentakosta telah tiba, semua orang yang percaya kepada AlMasih berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba terdengar bunyi dari langit separti tiupan angin yang kuat.
Bunyi itu memenuhi rumah di mana mereka sedang duduk.

‘Lalu mereka nampak sesuatu yang menyerupai lidah api yang menjalar dan menghinggapi setiap orang di situ.

Mereka dikuasai oleh Roh Allah dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa yang lain, menurut anugerah yang diberi oleh Roh Allah kepada mereka’.

Oleh karena itulah, Riwayat Injil Al-Masih Isa diwahyukan dan diilhamkan oleh Roh Allah (yakni Roh ul-Kudus) kepada para hawariyun dan murid-murid baginda. Roh Allah itu bukan saja telah mengajar dan mengingatkan ajaran-ajaran Isa kepada para pengikut baginda, bahkan Dia telah memperkenankan dan menetapkan kehendak dan kerelaan Allah sendiri kepada mereka, supaya Riwayat dan ajaran-ajaran Isa Al-Masih itu sah dan kekal hingga HARI INI!

 

Tanya Yusuf Lagi : ‘Seandainya apa yang diucapkan umat Isa itu benar…’

‘Saya hanyalah seorang biasa’, kata si Yusuf. ‘Saya bukanlah seorang ahli agama yang dapat menyelami isu rumit ini. Yang saya benar-benar inginkan ialah KEBENARAN.

‘Apakah ‘bahayanya’ jika saya membaca Kitab Suci Injil?’

‘Bagaimanakah dapat saya mengetahui apakah Kitab Suci Injil itu Firman Allah, jika saya tidak membacanya sendiri?’

‘Jika apa yang dikatakan oleh umat Kristen salah, saya tidak rugi sebagai seorang Muslim’.

‘Sebaliknya, jika apa yang diucapkan umat Kristen itu adalah benar, apakah manfaatnya bagi saya untuk terus sebagai seorang Islam?’

‘Isu Kebenaran ini bukanlah sekedar perbedaan pendapat saja, sebaliknya hal ini merupakan perpertanyaan tntang kehidupan kekal abadi dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat!

‘Saya seharusnya tidak boleh membiarkan isu ini ditentukan oleh orang lain!’

‘Yang PASTI ialah Allah maha Kuasa, yang menginginkan segala yang baik bagi umat Manusia, TIDAK akan menyatakan kebenaran tentang diri-Nya dalam dua pengajaran yang bertentangan untuk mempersalahkan dan membingungkan umat-Nya’.

‘Mengapakah saya tidak boleh membaca Kitab Suci Injil untuk membandingkan pengajarannya dengan pengajaran di dalam al-Quran? Khususnya mengenai tulisan-tulisan tentang Isa Al-Masih, Pengampunan Dosa, Kehidupan Kekal Abadi, Hidup di Dunia dan di Akhirat dan sebagainya?’

Tanya Yusuf : ‘Allah tidak ada Anak.’

Jawab Andy :

Saya memang setuju dengan pendapat anda bahwa Allah tidak mempunyai Anak melalui hubungan jasmaniah dengan Siti Maryam, separti dicatat dalam Injil Lukas 1 : 34-35.

Istilah ‘Anak’ ini haruslah dipahami di dalam konteks nas tersebut dan merujuk pada hubungan yang istimewa dan unik antara Allah dan Al-Masih Isa yang dapat diandaikan separti pertalian di antara seorang anak dan ayahnya.

Isa Al-Masih itu begitu akrab dengan Allah sebagaimana anak dengan bapanya. Dalam bahasa Indonesiapun ada bahasa kiasan yang menggambarkan maksud yang istimewa ini, separti ‘Anak Kunci‘ yang tidak berarti bahwa kunci itu telah beristeri lalu menghasilkan anaknya! Ungkapan-ungkapan lain yang ada dalam bahasa Indonesia adalah ‘Anak Sungai‘, ‘Anak Buah‘ dan juga ‘Anak Jalanan‘. Mustahillah untuk kita pahami kata-kata tersebut secara jasmaniah maupun fisikal, kan!

Walaupun begitu, contoh-contoh ini hanyalah tanda dan simbol untuk melambangkan kebenaran yang membantu kita memahami siapakah sebenarnya Allah itu.

Nas AlKitab dalam Ayub 11:7 dan Yesaya 40:8 mengingatkan kita, bahwa Manusia itu tidak dapat memahami sepenuhnya siapakah Allah itu, karena Allah itu adalah Roh, serta Dia jauh lebih besar daripada kita!

 

Tanya Yusuf : ‘Bagaimanakah Saya Dapat Mulai Membaca Kitab Suci Injil…’

‘Bagaimanakah caranya saya dapat mulai membaca sebuah Kitab Suci Injil ?’ Tanya Yusuf, ‘Saya tidak pernah membacanya sebelum ini’.

Jawab Andy :

‘Saudara Yusuf, Berikut adalah beberapa langkah-langkah yang dapat membantu anda membaca dan memahami Kitab Suci Injil’ :

1. Dapatkanlah sebuah terjemahan Kitab Suci Injil dalam bahasa yang dapat anda pahami.

2. Aturlah waktu dan tempat untuk membaca KS Injil tanpa gangguan.

3. Mintalah bimbingan Rohul Kudus, yang telah menyatakan hakikat dan kebenaran kepada para murid-murid Isa al-Masih, untuk menyatakan maksud serta tujuan Injil kepada anda.
Mintalah kepada-Nya agar membuka mata, pikiran dan hati anda.

4. KS Injil dibagi menjadi dua puluh tujuh Kitab. Setiap Kitab itu terdiri dari beberapa bab dan setiap babnya terdiri dari beberapa ayat, contohnya Yohanes 6:35 merujuk kepada Kitab Yohanes Bab 6 dan ayat 35.

5. Bacalah sekurang-kurangnya satu Bab, supaya anda memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang konteks ayat-ayat itu.

6. Apabila anda membaca sesuatu yang menarik perhatian anda, berikan waktu untuk anda merenungkan perkara tersebut.