bagian 3_bab13_bagian2

Bagian 3
Warisan Yesus dan Muhammad Dalam Perkataan dan Perbuatan

Bab 13 Bagian 2
Makna Perang Suci

TANGGAPAN YESUS KEPADA MUSUH

Yesus menjauhi diri dari ancaman Selama hidup-Nya, ketika Ia terancam, Yesus tidak melawan tetapi Ia menjauhkan diri.

Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.

Yohanes 7:1

Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana.

Matius 12:14-15

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Lukas 4:28-30

Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Yohanes 8:59

Yesus mengajar murid-muridnya untuk memberi reaksi yang sama juga demikian, ketika mereka terancam:

Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

Matius 10:23

Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.

Matius 10:14

Ini adalah apa yang pengikutnya praktekkan, seperti yang dicatat dalam Kisah para Rasul.

[Setelah Stefanus mati syahid] Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.

Kisah Para Rasul 8:1-4

Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan. Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha membunuh dia. Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus.

Kisah Para Rasul 9:28-30

Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu. Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium. [Yesus telah menginstruksikan para murid untuk ‘mengebaskan debu kaki’ saat di tolak]

Kisah Para Rasul 13:50-51

Maka mulailah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari kedua rasul itu dengan batu. Setelah rasul-rasul itu mengetahuinya, menyingkirlah mereka ke kota-kota di Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya. Di situ mereka memberitakan Injil.

Kisah Para Rasul 14:5-7

Yesus menolak untuk menghukum orang yang telah menolak

Dengan semakin dekatnya waktu kematian-Nya, Yesus memulai perjalanan dengan murid-murid untuk pergi ke Yerusalem. Bergerak menuju desa Samaria, Yesus mengirim beberapa rasul terlebih dulu untuk mempersiapkan kedatangan mereka, tetapi orang Samaria menolak mereka karena mereka sangat pahit dari cara mereka diperlakukan oleh orang-orang Yahudi.

Saat murid yang bernaman Yakobus dan Yohanes melihat ini, ‘ Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?’?

Jika Yesus berkata: ‘sungguh ide yang bagus muridKu, Aku akan meminta Bapa untuk mengirim api untuk memusnahkan desa ini’ maka kita akan mempunyai bukti bahwa Yesus berkata pada murid-murid untuk terlibat dalam perang suci. Tetapi perhatikan apa yang dilakukan Yesus:

Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka. Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

Lukas 9:55-56

Yesus menolak berjuang untuk kebebasan dari Roma pada masa-Nya, orang-orang Yahudi hidup di bawah kekuasaan Roma dan banyak dari mereka yang mencari Mesias yang akan mengulingkan Roma dan mendirikan sebuah kerajaan duniawi. Namun, Yesus tunduk pada otoritas Roma :

Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?’ Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: ‘Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.’ Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: ‘Gambar dan tulisan siapakah ini?’ Jawab mereka: ‘Gambar dan tulisan Kaisar.’Lalu kata Yesus kepada mereka: ‘Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.’

Matius 22:15, 17–21

Ia menolak orang untuk mengangkat-Nya sebagai raja duniawi. Setelah Yesus memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan, orang banyak  mulai berkata:

‘Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.’ Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

Yohanes 6:14-15

Yesus menolak untuk membentuk kerajaan politis di bumi, Muhammad membuat usaha besar untuk membentuk kerajaan fisik dari Islam di bumi. Ia mengumumkan bahwa Allah akan sangat senang untuk orang-orang yang telah membantunya, terutama orang-orang yang telah berjuang di medan perang untuk jalan Allah

UPAH ISLAM UNTUK ORANG-ORANG YANG BERPERANG JIHAD

Muhammad mengambarkan banyak upah yang menunggu orang-orang yang telah berjuang, baik dikehidupan dunia ini maupun dalam kehidupan setelah kematian. Upah di dunia termasuk :

Kekayaan

Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

Surah 8:60

Muhammad mengambil seperlima dari harta rampasan perang dan sisanya dibagi antara tentara itu (lihat Sura 8:41).

Cinta Allah

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Surah 61:4

Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

Surah 4:95

Pengampunan Dosa

(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai;

Surah 61:11-12

Terhindar dari Kemarahan Allah, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang menolak untuk berperang.

Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.

Surah 8:16

Upah di kehidupan setelah kematian meliputi :

Surga

Muhammad mendorong orang untuk pergi berperang demi  mendapatkan surga.

‘Ketika menghadapi musuh … Rasul Allah berkata: ‘Tentu saja, pintu surga berada di bawah naungan dari pedang.’ Seorang pria yang lusuh berdiri dan berkata: ‘Abu Musa, Anda telah mendengar perkataan Rasul Allah ini? ‘Dia berkata: ‘Ya.’ (perawi/narator berkata): ‘Dia kembali pada teman-temannya dan berkata: ‘Aku menyapa Anda (yang ucapan selamat tinggal) ‘. Kemudian dia mencabut pedang dan membuang sarungnya, dan maju dengan pedang (telanjang) ke musuh dan berjuang sehingga dia dibunuh ‘4.

Perawan-Perawan

Muhammad mengatakan bahwa taman surga akan mmenyediakan bagi pria-pria dengan gadis-gadis perawan yang cantik untuk kesenangan mereka sendiri.

Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.

Surah 55:56

Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.

Surah 55:70

UPAH YESUS UNTUK PERDAMAIAN, MURAH HATI DAN PENGAMPUNAN

Yesus tidak pernah mengatakan bahwa kita harus berperang atas nama Allah, sehingga Ia tidak pernah berjanji untuk memberikan upah akan hal ini, namun sesungguhnya, Ia telah menjanjikan untuk orang-orang yang telah menolak untuk melawan.

Pengajaran terangkum dalam kotbah Yesus yang terkenal bukit, di mana Ia mulai mendaftarkan tipe-tipe orang-orang yang ’diberkati‘. Berikut ini adalah beberapa contoh :

Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

Matius 5:7,9-11

Kemudian dia menjelaskan persyaratan Tuhan untuk memasuki kerajaan surga :

Kebenaran yang melebihi kebenaran hukum, sebuah kebenaran yang melampaui tindakan, tetapi sebaliknya lebih dalam dari letak hati.

Dalam khotbahNya, Yesus menerapkan konsep ini untuk banyak hal, tapi mari lihat apa yang Ia katakan terkait perang dan balas dendam.

Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Matius 5:38-46

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Matius 7:12

BAGAIMANA TENTANG PERANG SALIB?

Dalam bagian ini, kami akan melihat wilayah penting dimanaYesus dan Muhammad SAW sangat berbeda : Yesus dikenal untuk penyembuhan dan mujizat, sedangkan Muhammad dikenal karena Jihad. Namun, ada masalah perang yang kami tidak berbicara.

Apabila saya berbicara dengan orang Muslim atau Kristen, bila menuju kepersoalan jihad, saya selalu dihadapi pertanyaan yang sama: ‘bagaimana tentang perang salib?’ Orang ingin menekankan fakta bahwa walaupun Islam memiliki sejarah berdarah, agama Kristen juga. Berikut adalah cara saya menjawab pertanyaan ini beberapa tahun lalu selama perdebatan dengan Ketua Departemen studi Islam di Universitas Rau Johannesburg, Afrika Selatan. Yang dihadiri sekitar dua ratus siswa.

Ketika professor ini bertanya pada saya mengapa saya meninggalkan Islam, saya menjawabnya: ‘Saya belajar sejarah Islam dengan cara sangat teliti dan saya menemukan bahwa itu hanya sebuah lautan darah. Ketika Muslim berhenti untuk membunuh non-Muslim, mereka mulai membunuh satu sama lain. ‘Kemudian saya membuat contoh ini : Perang Konversi yang mengambil nyawa sekitar sembilan puluh ribu orang, mereka mencoba untuk berhenti membayar zakat, atau pajak amal, setelah kematian Muhammad; Perang Sufyan, dimana sepuluh ribu Muslim meninggal berperang untuk menentukan siapa yang memimpin negara Islam setelah kematian Muhammad; Perang Iran-Irak, di mana satu juta orang tewas dan dua juta orang menjadi cacat selama sembilan tahun; Perang sipil di Aljazair, dimana 150.000 orang telah tewas selama tujuh tahun.

Ia menjawab, ‘Bahkan Kristen juga menggunakan jihad. Mereka memenuhi pengajaran Alkitab untuk menggunakan pedang. Dalam Matius 10:34, Yesus berkata, ‘ Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.’.Ia mengingatkan saya: ‘Lihatlah pada perang salib, lihat Irlandia, Yugoslavia Kristen dan apa yang telah dilakukan untuk Kristen Serbia pada Muslim ‘.

Saya tidak meluruskan makna sebenarnya dari Matius 10:34 waktu itu, tetapi berkata padanya: ‘betul, itu telah terjadi dan akan terus terjadi baik dalam Islam maupun dalam agama Kristen. Tapi faktanya ialah Ketika Muslim menggunakan pedang, mereka mempraktekkan pengajaran Quran tentang jihad yang disajikan dalam banyak bab dan ayat-ayat Al Qur’an, dan telah dilaksanakan oleh pendiri Islam. Tapi Saya menantang siapapun untuk menemukan satu ayat di mana Yesus telah memerintahkan murid-murid-Nya untuk pergi dan membunuh atas nama Yesus Kristus.

‘Berkenaan dengan kejahatan yang dilakukan oleh orang Kristen, mereka hanya Kristen KTP yang tidak mematuhi perkataan Kristus dan mereka telah tersesat oleh keinginan hati mereka. Alkitab mengatakan : ‘Hati manusia adalah pendusta.’ Untuk alasan ini tidak ada perbedaan antara tindakan Muslim atau Kristen yang membunuh dan merusak. Bedanya adalah apakah mereka mengikuti atau tidak teladan dari pemimpin mereka?

Profesor itu tidak menanggapi lagi hal ini dan beralih ke topik yang lain.

Siapa saja yang telah berpartisipasi dalam perang salib telah melawan ajaran Yesus, orang ini dapat membawa tanda salib di dada, tetapi mereka tidak mengikuti Kristus. Sebaliknya, bila Muslim mengulingkan pemerintah secara paksa, mereka mengikuti dengan baik pengajarannya dan Muhammad.

SEBUAH PERBANDINGAN MENARIK

Ada dua anekdot menarik tentang Yesus dan Muhammad SAW yang merangkum perbedaan mereka dalam mengajar tentang perang.

Satu hari setelah berperang, dan Muhammad pulang ke rumah lalu memanggil anak perempuannya Fatima. Ia berkata : ‘Cucilah darah dari pedang; bersumpah dalam nama Allah yang pedang ini telah menuruti saya sepanjang waktu’ Kemudian dia mengambil pedang dari temannya Ali bin Abu Thalib dan menbersihkannya untuk dia 5.

Jadi Muhammad meminta putrinya untuk mencuci pedangnya, yang biasanya dia lakukan sendiri, kemudian, pada gilirannya, sebagai bentuk penghormatannya pada sepupunya Ali ia membersihkan pedangnya.

Marilah kita melihat bagaimana Yesus menghormati pengikutnya:

Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

Yohanes 13:4-5, 12-17

Muhammad mencuci pedang pengikutnya, sementara Yesus mencuci kaki murid-muridnya; tidak ada cara yang lebih mudah untuk merangkum perbedaan di antara keduanya.

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN

Semakin kita mempelajari sesuatu tentang Yesus dan Muhammad, semakin kita akan menemukan perbedaan fundamental diantara keduanya. Namun banyak orang barat terus mencari persamaan antara keduanya. Beberapa penulis bekerja keras untuk menemukan ayat-ayat Alkitab dan Qur’an yang serupa, kemudian menaruh keduanya berdampingan6. Tujuan mereka adalah mengurangi kebencian antara Muslim, Yahudi dan Kristian, dan membawa mereka bersama-sama, ini adalah tujuan yang mulia. Namun, dalam upaya untuk mencari kesamaan bagian , sangat mudah untuk kehilangan kerangka secara keseluruhan. Bab berikutnya kita akan melihat topik yang dengan mudah berubah : kasih. Alih-alih membandingkan ayat-ayat tersendiri, kita akan melihat keseluruhan gambar besar yang dibawakan oleh Yesus dan Muhammad, serta menemukan perbedaan yang lebih signifikan.

Bab 14

Pengajaran tentang Kasih