bagian 3_bab12

Bagian 3
Warisan Yesus dan Muhammad Dalam Perkataan dan Perbuatan

Bab 12
Penyembuhan dan Mukzizat

Sebagai seorang remaja, saya mendapatkan rasa hormat yang besar dari komunitas saya karena menghafal Quran dan memasuki SMA Al-azhar. Hasilnya, orang sering memanggil saya untuk berdoa bagi teman atau kerabat mereka yang sakit.

Saat saya mengunjungi seseorang yang sakit, yang pertama aku lakukan duduk di dekatnya dan membacakan Al-quran. Saya selalu membacakan ayat terkenal tentang kesembuhan:

Jika Allah menimpakan sesuatu bahaya kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya

surah 10:107

Dengan membacakan ayat Al-quran, saya berharap mendapatkan perhatian Allah. Lalu saya berdoa : ’O Allah, hamba Mu sakit. Penyakit datang dari Mu tapi kesembuhan juga datang dari Mu. Jadi kami mengharapkan belas kasih Mu.’

Saya selalu sedikit tidak nyaman melakukan ini. Saya merasa Allah sangat jauh sekali dan saya tidak tahu apakah dia akan memeperhatikan saya atau tidak. Lagi pula Quran berkata:

‘Katakanlah(O Muhammad): ‘Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudaratan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

surah 48:11

Muhammad sendiri mengatakan Ia tidak mampu mempengaruhi dia tidak dapat mempengaruhi Allah atas nama sendiri:

Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah. ’Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).

surah 10:49(lihat juga 7:188)

Jadi saya meninggalkan pasien setiap kali tanpa tahu apakah Allah akan menjawab doa saya. Tapi saya sudah melakukan apa yang Allah izinkan saya lakukan.

Kesembuhan dan mukzizat adalah wilayah dimana perbedaan Yesus dan Muhmmad paling jelas. Sebelum memulai perbandingan antara Yesus dan Muhammad saya akan menjelaskan mengapa topik ini adalah wilayah perdebatan besar diantara muslim.

DEBAT TENTANG MUHAMMAD DAN MUZIZAT

Apakah Muhammad melakukan kesembuhan dan mukzizat adalah konflik kontro versial diantara muslim. Muslim menerima fakta bahwa Yesus melakukan mukzizat(seperti didukung dalam Quran), tapi tidak semua setuju Muhammad pernah melakukan mukzizat. Ini karena bertentangan dengan Quran dan Hadist(catatan dari pengajaran dan perbutan Muhammad). Ingatlah bahwa Muhammad mendapatkan ilham langsung tentang apa yang di dalam Quran. Karena Quran dibuat dengan telilti dari pewahyuan yang didapat langsung dari malaikat Jibril. Namun Muhammad tidak memiliki kendali atas Hadist. Pengikutnya dapat menceritakn setiap kisah yang mereka mau, apakah itu benar atau bohong, dan Muhammad tidak dapat mengendalikannya.

Quran berkata, Muhammad tidak punya kewajiban untuk menghasilkan tanda yang menunjukan bahwa ia nabi. Alih – alih, Quran diberikan sebagai tanda terbesar kenabian. Muhammad pernah bekata kepada orang:

‘Katakanlah: ‘Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah? Sesungguhnya dalam (Al Qur’an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata’. Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) sedang dia dibacakan kepada mereka?’

surah 29:50-51

dengan kata lain, Muhammad berkata’ Aku adalah Nabi jangan minta aku tanda – tanda. Tanda – tanda adalah milik Allah. ’Wahyu yang menyimpulkan, ’Quran itu adalah tanda yang cukup untuk mu.’

Semua orang muslim percaya bahwa Quran adalah mukjizat yang terbaik yang diberikan untuk kehidupan manusia. Quran menyatakan bahwa tidak ada manusia lain atau roh dapat menciptakan sebuah buku yang setara dengannya.

Katakanlah: ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain’.

Surah 17:88

Kalau sekiranya Kami* menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.

surah 59:21

Itulah sebabnya laporan mukjizat dari hadist diragukan keasliannya. Beberapa sarjana muslim percaya bahwa ini adalah sebagian besar dari keajaiban cerita yang diciptakan oleh pengikut Muhammad setelah kematiannya untuk membantu meyakinkan orang–orang bahwa Muhammad adalah Nabi sebenarnya. Namun, orang -orang muslim lainnya percaya kepada cerita yang sebenarnya. Ketika saya kecil, saya belajar percaya pada cerita itu. Tetapi kami tidak belajar banyak tentang Muhammad melakukan keajaiban. Topik ini tidak di tegaskan dalam pengajaran Islam. Dengan pemahaman itu, mari kita bandingkan catatan tentang keajaiban Yesus dan Muhammad. Untuk kejelasan kita akan membagi mukjizat ini dalam tiga katagori: Penyembuhan dari sakit fisik, Pengusiran setan, dan Mukjizat terhadap alam. Diakhir kita akan melihat apakah Yesus dan Muhammad memberi kuasa kepada pengikut mereka untuk melakukan keajaiban atau mukjizat.

PENYEMBUHAN DARI SAKIT FISIK

Muhammad

Walaupun di hadist, hampir tidak ada cerita tentang Muhammad berdoa untuk orang yang sakit. Saya hanya mengetahui dari dua cerita. Muhammad dan Abu Bakar bersembunyi di kemah mereka sepanjang jalan keluar dari Mekah ke Madina(hijrah yang kedua). Seorang sejarawan berkata bahwa Abu Bakr terkena gigitan ular berbisa dan mulai menderita karena racun itu. Muhammad berkata’ Jangan bersedih, Abu Bakar, karena Allah beserta kita.’ kemudian Abu Bakar pulih2. Ini adalah cerita yang sangat terkenal diantara orang– orang muslim dan sering dipakai di dalam khotbah, terutama dalam peryaan tahunan hijrah. Cerita itu di ceritakan oleh Umar bin al-khatib yang medengar itu dari Abu Bakar. Bahkan sejarahwan, Ibn Kathir, berkata bahwa hadist ini tidak lazim dan ia curiga dengan keasliannya.

Ibnu Kathir menyebutkan versi lain dari kisah ini. Saat itu, Abu Bakr bersama rasul Allah di gua, dan tangan Abu Bakar terluka oleh sebuah batu, Muhammad tidak mencoba berdoa untuknya atau menyentuh tangannya untuk kesembuhan. Tapi Abu Bakar menciptakan satu baris puisi bahasa Arab, yang ditujukan bagi jarinya, ‘kamu hanya sebuah jari, dan kamu hanya jari yang berdarah, pendarahan ini karena Allah. Ibnu Kathir menolak cerita dengan ular, tapi ia berkata kisah Abu Bakr terluka jarinya yang mungkin benar. Meskipun ada pendapat ahli sejarah, banyak muslim masih percaya ceita tentang ular.

Contoh kedua dari penyembuhan datang dari hadist yang di narasikan oleh Aisyah, istri kedua Muhammad. Ia berkata Muhammad sering berdoa untuk kesembuhan istri-istrinya dan muslim yang sakit lainya, menyentuh dengan tangan kanannya selama ia berdoa.3 namun, Aisyah satu-satunya orang yang pernah memberikan laporan ini. Jika Muhammad sering berdoa untuk muslim yang sakit, maka pengikut lainnya seharusnya melaporkannya juga. Tidak ada catatan lain orang disembuhkan setelah doa muhammad.

Bahkan jika kita menemukan kisah penyembuhan di hadist, itu akan berlawanan langsung dengan pengajaran Quran., yang berkata Muhammad tidak akan melakukan mukjizat. Jika sebuah hadist kontradiksi dengan Quran, hadist itu harus di tolak.

Laporan Aisyah ini biasanya tidak di kotbahkan karena penyembuhan bukanlah subjek yang imam sering diskusikan. Bukanlah sebuah bagian besar dalam Islam.

Daripada menyampaikan contoh Allah melakukan kesembuhan, sejarah Islam menunjukan beberapa contoh saat kesembuhan di perlukan dan itu tidak terjadi.

Saat Muslim pertama kali datang ke Madinah, banyak diantara mereka menjadi sakit dan mengigau karena demam tinggi. Muhammad tidak terkena sakit. Tidak ada catatan ia berdoa bagi yang sakit, tapi saat ia melihat beberapa Muslim berdoa dengan cara duduk, ia berkata pada mereka ‘ ketahuilah berdoa dengan cara duduk hanya mendapat pahala setengah dari doa dengan berdiri’. Sejarahwan mencatat ‘ada suatu masa para Muslim bergumul dalam kesakitan pada kaki mereka karena kesakitan dan kelemahan mereka, mencari suatu berkat’.4

Muhammad hanya memiliki dua orang anak laki-laki (Al-Kasim dan Ibrahim), dan keduanya meninggal saat masih anak-anak. Hadist mencatat kisah kematian Ibrahim:

Kami pergi dengan Rasul Allah (SAW) ke Abu Saif pandai besi, dan dia adalah suami pengasuh dari Ibrahim (putra Nabi). Rasul Allah mengambil Ibrahim dan mencium dia dan mengendus dia dan kemudian kita masukkan Abu Saif rumah dan pada waktu itu Ibrahim meghembuskan nafas terakhir, dan mata Rasul Allah (SAW) mulai mencucurkan air mata. Abdul Rahman bin ‘Auf berkata, ‘O rasul Allah, bahkan anda menangis?’ Beliau berkata, ‘Wahai Ibnu ‘Auf, ini adalah rahmat.’ Kemudian dia menangis lagi dan berkata, ‘mata bercucuran air mata dan hati berdukadan kami tidak akan berkata kecuali apa yang menyenangkan Tuhan kami, hai Ibrahim? Sesungguhnya kami berduka telah berpisah dengan mu’5

Jika Muhammad dapat berdoa untuk kesembuhan, saya percaya ia akan melakukannya untuk menyembuhkan anaknya. Kesimpulannya cukup sederhana: berdoa bagi kesembuhan bukanlah bagian penting dari kehidupan Muhammad. Adalah mungkin ia tidak pernah berdoa bagi kesembuhan.

Yesus

Jika anda membaca salah satu Injil, anda akan sadar bahwa catatan penyembuhan badaniah menjadi bagian penting dari jalan cerita. Contoh kesembuhan termasuk:

  • Anak pegawai istana yang sedang sekarat (Yoh. 4:48-52)
  • Demam ibu mertua Petrus (Mat. 8:14-15; Mark. 1:29-31; Luk. 4:38-39)
  • Orang-orang sakit kusta (sejenis penyakit kulit yang acap kali fatal) (Mat.
  • Yang lumpuh (Matius 9:1-8, Mark 2:1-12, Lukas 5:18-26)
  • Orang sakit di kolam Betesda (Yohanes 5:1-15)
  • Orang yang tangannya mati sebelah (Matius 12:9-13, Markus 3:1-6; Lukas 6:6-11)
  • Hamba dari perwira Romawi yang sakit (Matius 8:5-13, Lukas 7:2-10)
  • Membangkitkan anak seorang janda dari kematian(Lukas 7:11-17)
  • Membangkitkan putri kepala rumah ibadat dari kematian (Matius 9:18-26, Markus 5:21-43, Lukas 8:40-56)
  • Perempuan yang mengalami pendarahan (Matius 9:20-22; Markus 5:24-34, Lukas 8:43-48)
  • Orang buta (Matius 9:32-34, 20:29-34, Markus 8:22-25, 10:46-52, Yohanes 9:1-38, 18:35-43)
  • orang tuli dan bisu dan tak bisa berjalan (Markus 7:31-37)
  • Perempuan bungkuk dan dirasuki roh (Lukas 13:10-17)
  • Orang yang menderita busung air (Edema) (Lukas 14:1-6)
  • Membangktkan temanNya Lazarus dari kematiannya kelauar dari kubur (Yohanes 11:1-44)
  • Penyembuhan telinga dari hamba imam besar, setelah memotongnya dengan pedang (Lukas 22: 49-51).

Berkenaan dengan penyembuhan, kita dapat melihat bahwa terdapat perbandingan ironis antara Yesus dan Muhammad. Misalnya, Muhammad tidak membantu pengikutnya yang mengalami demam mempunyai, Injil secara khusus menyebutkan bahwa Yesus menyembuhkan demam dua orang: ibu mertua Peter (Markus 1:29-31) dan putra pegawai istana (Yohanes 4:48-52). Muhammad tidak dapat membangkitkan dua anaknya dari kematian, Yesus membangkitkan dua orang anak, putri Gubernur dan anak dari seorang janda. Yesus juga menyembuhan seorang anak laki-laki Kapernaum, yang akan mati, hanya dengan berkata kepada ayah dari anak: ‘ anakmu hidup ‘(Yohanes 4:50).

Pada titik ini, kita telah membuktikan kesembuhan memainkan peran penting dalam kehidupan Yesus, dan sangat kecil atau bahkan tidak ada dalam kehidupan Muhammad. Sekarang kita lihat apa yang diajarkan Yesus dan Muhammad SAW tentang tujuan penyembuhan dan penyebab penyakit.

TUJUAN PENYEMBUHAN DAN PENYEBAB PENYAKIT

Muhammad

Saya tahu tidak ada pengajaran Muhammad tentang tujuan penyembuhan. Tetapi Muhammad mengajarkan tentang asal penyakit. Mari kita lihat lagi ayat yang biasanya saya kutip bagi orang yang sakit:

Jika Allah menimpakan sesuatu bahaya kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya

surah 10:107

Muhammad mengajarkan bahwa penyakit datang dari Allah, jadi Muslim yang percaya bahwa selalu ada alasan jika Anda menderita penyakit, orang itu mungkin telah melakukan kesalahan atau dosa terhadap Allah, Jadi Allah memberikan ia penyakit untuk membersihkan ia dari kesalahannya. Muslim percaya bahwa dengan pemurnian ini orang yang akan mendapatkan posisi yang lebih baik untuk dapat berdiri di hadapan Allah pada Hari Kiamat.

Ayat ini juga mengatakan bahwa Allah adalah satu-satunya yang dapat menghilangkan penyakit. Pengajaran ini membuat saya frustrasi sebagai seorang Muslim, dan saya berfikir: ‘Jika anda sedang sakit dan berdoa agar Allah menolong anda, apa yang anda harapkan? Jika Allah adalah satu yang mengirim penyakit, dapatkah anda meyakinkan Dia untuk menariknya kembali? ‘

Yesus

Yesus mengatakan bahwa penyembuhan dan mukjizat adalah suatu tanda untuk menunjukkan orang-orang yang benar-benar ia datang dari Allah.

Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: ‘Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?’ Yesus menjawab mereka: ‘Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

Matius 11:2-5

Demikian pula, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi.

Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: ‘Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.’ Yesus menjawab mereka: ‘Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,

Yohanes 10: 24-25

Injil juga mengatakan bahwa Yesus termotivasi dan berbelas kasih untuk menyembuhkan orang yang menderita.

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Matius 14: 14; lihat juga Matius 20:34, Markus 1:41

Belaskasih Yesus untuk orang penyakit selaras dengan pengajaranNya tentang asal penyakit. Kami dapat melihat cara pandang Yesus melalui berbagai komentar yang Ia berikan saat ia menyembuh orang. Dia berkata:

1. Penyakit dapat merupakan konsekuensi dari dosa.

Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: ‘Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.

Yohanes 5:14

2. Penyakit juga dapat terjadi tanpa adanya kesalahan.

Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: ‘Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?’ Jawab Yesus: ‘Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.

Yohanes 9:1-3

3. Penyakit dapat disebabkan oleh setan.

‘Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.’

Matius 12:22; lihat juga Matius 9:32-34, Markus 7:31-37

Sekarang kita telah melihat penyembuhan fisik, mari kita melihat jenis penyembuhan rohani :

MENGUSIR SETAN

Baik Yesus dan Muhammad berbicara tentang setan dalam ajaran mereka. Hal yang ingin saya bahas di sini bagaimana mereka bertindak terhadap orang dengan masalah rohani yang berpaling mencari bantuan mereka.

Muhammad

Muhammad SAW, di sisi lain tidak mengetahui cara mengusir setan. Sesungguhnya, Muhammad mengatakan bahwa jin (atau setan) datang untuk mendengar Muhammad membaca Al Qur’an:

Katakanlah (hai Muhammad): ‘Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Qur’an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang mena’jubkan

Surah 72:1

Sura ini lalu mengatakan bahwa beberapa Jin masuk Islam dan menjadi Muslim (lihat Surah 72:14); Muhammad ketika berdoa, mereka berkumpul di sekelilingnya untuk mendengarkan (lihat Surah 72:19).

Jadi jelaslah bahwa hubungan Muhammad dengan setan sangat berbeda dengan Yesus!

Namun, kami juga memiliki contoh dari seorang wanita yang datang ke Muhammad untuk meminta bantuan, karena ia merasa diserang oleh setan.

‘Seorang wanita muslim datang kepadanya dan berkata:’ Makhluk tidak suci ini –setan- memasuki saya dan menyiksa saya. ‘ Muhammad berkata: ‘Jika kamu sabar terhadap apa yang kamu alami, kamu akan datang pada hari kebangkitan datang dihadapan Allah bersih dari dosa apapun, dan tidak ada hukuman terhadap kamu. ‘ Dia berkata: ‘Aku bersumpah dalam nama mengirim engkau, saya akan memiliki kesabaran sampai saya menemui Allah, namun saya khawatir ini iblis akan datang dan saya akan keadaan telanjang (di muka umum) [yang membuat saya akan berdosa] ‘. Kemudian Muhammad berkata: ‘Bila Anda merasa setan kepadanya, Anda harus pergi ke Kaaba dan membungkus diri sendiri dalam kain yang menutupi Batu Hitam. ‘ Setelah Muhammad berdoa untuknya ‘6.

mari berpikir apa yang Muhammad tawarkan kepada wanita ini, ia tidak mengusir keluar setan dari dia, tetapi berkata untuk bertahan dari siksaan dan dapat menemukan bantuan dengan pergi ke Batu Hitam di Kabah.

Nasehat Muhammad pada perempuan ini sebenarnya menentang ajaran Quran, yang menyatakan :

Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Surah 7:200

Kita dapat menyimpulkan dengan mudah, tidak diragukan lagi, bahwa Muhammad tidak pernah terbukti dapat mengusir setan.

Yesus

Saat Yesus menemui orang dirasuki oleh setan, Ia memerintahkan para iblis untuk meninggalkan tubuh orang tersebut. Sebuah contoh yang baik adalah kisah dua orang gila yang Yesus temui di antara kuburan di wilayah Gadara. Mereka sangat bengis jadi orang takut untuk pergi ke tempat tersebut. Setan dalam orang ini memohon pada Yesus

‘Jika kamu mengusir kami keluar, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.’.’ Yesus berkata kepada mereka: ‘pergilah’. Dan setan keluar dari orang-orang itu‘

(Matius 8:28-34)

Contoh lain Yesus mengusir setan adalah:

  • Pria di synagog (Markus 1:23-28, Lukas 4:33-37)
  • Orang buta dan bisu (Matius 12:22)
  • Orang bisu (Matius 9:32-34)
  • Puteri seorang wanita Kanaan (Matius 15:21-28; Markus 7:24-30)
  • Seorang anak yang menderita kejang (Matius 17:14-21; Markus 9:14-30, Lukas 9:37-43)

Selain kisah-kisah ini, Injil sering menyebutkan secara umum bahwa Yesus mengusir setan, ketika orang datang mencari bantuan kepadaNya (Matius 4:24, 8:16, Mark 1:34, 39). Yesus berkata Ia mengusir setan menggunakan kuasa Tuhan (lihat Lukas 11:14-28).

Sekarang mari lihat wilayah di mana keadaannya untuk Muhammad sangat diperdebatkan:

MUKJIZAT

Muhammad

Kita telah belajar bahwa Muhammad tidaklah mengenal berdoa untuk penyembuhan fisik atau mengusir setan, tetapi apakah dia memiliki reputasi untuk membuat keajaiban?

Seperti yang saya katakan pada awal bab, ini merupakan isu sengketa di antara Muslim. Muslim melihat Qur’an adalah keajaiban terbesar yang pernah terjadi. Selain itu, mukjizat tidak memiliki peran besar dalam sejarah Muhammad, atau tidak dijelaskan sebagai sesuatu yang menarik kerumunan orang pada Muhammad. Tidak banyak berpengaruh pada cara orang memperlakukan dia atau bagaimana ia menyebarkan pesannya.

Dengan latar belakang ini, mari lihat pada refrensi mukjizat yang mungkin di lakukan Muhammad.

Kisah terkenal ‘membelah bulan’ yang di gambarkan di hadist sebagai berikut:

‘Para penduduk Mekah meminta Nabi untuk menampilkan tanda (mukjizat). Kemudian dia menunjukkan mereka (Keajaiban) dengan membelah bulan ‘7.

Quran ini merujuk kepada fakta di Sura 54:1:

Waktu telah dekat dan dan bulan telah terbelah retak

Banyak Muslim percaya bahwa bulan secara harfiah terbelah dua dan muncul dalam dua buah potongan di langit, hal ini terjadi di Mekah sekitar lima tahun sebelum Hijra. Namun, tidak ada referensi mengenai keajaiban ketika Muhammad ditantang untuk memberikan tanda. ini adalah masalah yang belum terjawab.

Semua contoh lain mukjizat terjadi hanya dalam hadist dan tidak disebutkan di dalam Qur’an. Termasuk :

  • Peningkatan jumlah kurma untuk membayar hutang 8
  • Memperbanyak air

1. dari sebuah alat untuk minum 9 2. dari sebuah sumur10 3. dan dua kantong air yang dipinjam dari wanita diatas unta 11

  • Menghasilkan hujan, setelah kekeringan di Madinah 12
  • cahaya memimpin dua teman Muhammad melalui kegelapan 13
  • Sebuah pohon kurma yang menangis ketika Muhammad pergi 14
  • Tanah yang memuntahkan mayat dari seorang Kristen yang telah berdusta 15
  • Serigala yang berbicara dan mengundang seorang laki-laki untuk mengikuti Islam 16
  • Perjalanan Malam Muhammad, yang melaporkan bahwa dia telah pergi dari Mekkah ke Yerusalem dan melihat surga dan neraka 17.

Yesus

Seperti yang telah populer untuk penyembuhan, Yesus juga dikenal karena mukjizat yang Ia peragakan. Contohnnya di mana lima ribu orang pergi ke padang gurun untuk mendengar Dia mengajar, dan mereka tinggal begitu lama sehingga mereka mulai mendapatkan lapar. Para murid ingin mengirim mereka pergi, tetapi Ia menemukan lima roti dan dua ikan, Yesus memberikan murid-muridnya untuk memberi makanan orang-orang tersebut. Mukjizatnya ialah sejumlah kecil roti dan ikan ini memberi makan semua orang. Kemudian Yesus diikuti banyak orang yang mengingat Ia mengandakan makanan (lihat Yohanes 6:1-27).

Contoh lain dari mujizat Yesus termasuk :

  • merubah air menjadi anggur (Yohanes 2:1-11)
  • Menjala sejumlah besar ikan (Lukas 5:1-11; Yohanes 21:1-14)
  • meredakan badai yang saat Ia dan murid-murid menyebaringi danau (Matius 8:23-27, Markus 4:35-41, Lukas 8:22-25)
  • Memberi makan banyak orang dengan sedikit makanan (Matius 14:13-21, 15:32-38, Markus 6:34-44, 8:1-9, Lukas 9:12-17; Yohanes 6:1-15)
  • Berjalan di air saat badai (Matius 14:22-33, Markus 6:45-52, Yohanes 6:16-21)
  • Menemukan uang di mulut ikan untuk membayar pajak pada kaisar (Matius 17:24-28)
  • Menyebabkan kering pohon ara (Mat 21:18-22; Markus 11:20-25)

Walaupun beberapa mujizat yang telah dibuat di hadapan banyak orang (mukjizat pada perkawinan dan melipatgandakan makanan), beberapa mukjizat lain, dilihat hanya oleh pengikut dekatNya.

Jadi ada kisah mujizat yang dibuat oleh Muhammad dan Yesus, apa tujuan dari mukjizat-mukjizat ini?

Tujuan dari mukjizat Muhammad

Beberapa orang berkata keajaiban dari Muhammad menunjukkan bahwa dia adalah seorang nabi. Namun Qur’an mengatakan bahwa ayat-ayat yang diberikan kepada Muhammad adalah satu-satunya tanda yang diberikan: ini merupakan suatu hal yang menjadi perdebatan.

Tujuan dari mukjizat Yesus

Yesus menggunakan mujizat untuk menunjukkan bahwa Ia adalah Tuhan, khususnya pada para murid-murid, Misalnya, mukzizat pertama Yesus merubah air menjadi anggur di perkawinan : itu adalah demonstrasi efektif kekuasaanNya pada pengikut baruNya.

Yesus juga melakukan mukjizat karena belaskasih, terutama ketika mengandakan makanan kepada orang banyak :

Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: ‘Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.’

Matius 15:32

PENYEMBUHAN DAN MUJIZAT YANG DIBUAT OLEH PENGIKUTNYA

Bagian terakhir bab ini akan melihat apakah Yesus dan Muhammad SAW mengajarkan untuk pengikut mereka melakukan penyembuhan dan mukjizat? ‘

Muhammad

Muhammad tidak mengajarkan kepada pengikutnya untuk berdoa untuk menyembuhkan, atau untuk mukjizat. Tidak ada hadis dimana Muhammad berkata : ‘Jika seorang sanak keluarga atau anak anda sakit, berdoa dan meminta penyembuhan dari Allah.’ Dalam sejarah Islam tidak ada bukti dari setiap sahabat Muhammad SAW yang telah melakukan penyembuhan atau mukjizat : ini bukan metode mereka dalam penyebaran pesan Islam.  Tetapi, setelah kematian Muhammad SAW, mereka tetap mengatur kekuatan militer dan melanjutkan untuk menyebarkan Islam melalui Jihad

Yesus

Yesus mengharapkan murid-murid melakukan penyembuhan dan mukjizat yang sama, bahkan lebih.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa

Yohanes 14:12

Ketika Yesus mengirim murid-muridnya pergi mengajar, Ia menasihati mereka :

Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-Cuma.

Matius 10:8, lihat. juga Mark 3:15, Lukas 10:9

Pertanyaannya adalah : apakah para murid dapat, seperti Yesus menyembuhkan dan mengusir setan? Jawabannya adalah ‘Ya!’

‘Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.’

Markus 6:12-13.

Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: ‘Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.’

Lukas 10:17

Dalam Perjanjian Baru dikatakan bahwa setelah kematian dan kebangkitan Yesus, para pengikutNya telah melakukan ‘banyak keajaiban dan tanda-tanda’ (Kisah 2:43, lihat. Juga Roma 15:19). Misalnya:

  • Orang lumpuh di sembuhkan (Kisah 3:1-10, 14:8-10);
  • Suami-istri meninggal karena berdusta (Kisah 5: 1-11);
  • Murid-murid dilepaskan dari penjara oleh Malaikat (Kisah 5:19, 20);
  • Roh jahat pergi, orang-orang yang lumpuh dan timpang sembuh (Kisah 8:6-13);
  • Orang lumpuh sembuh (Kisah 9:32-35);
  • Wanita dibangkitkan dari kematian (Kisah 9:36-41);
  • Membutakan nabi palsu (Kisah 13:8-11);
  • Anak muda yang bangkit dari kematian setelah terjatuh (Kisah 20:9-12);
  • Racun dari gigitan ular tidak menjadi bahaya (Kisah 28:3-5).

Orang tertarik pada murid-murid dan pesan mereka melalui mukjizat dan penyembuhan, sama seperti mereka tertarik pada Yesus.

Kesimpulan

Mukjizat penyembuhan akan membantu kita untuk melihat lebih banyak perbedaan antara Yesus dan Muhammad. Pelayanan publik Yesus digerakan oleh penyembuhan, mengusir setan dan mukjizat. Setelah kematian dan kebangkitan Yesus, para pengikutnya menarik orang pada pesan mereka melalui penyembuhan, mengusir setan dan mukjizat. Sebaliknya, sejarah Islam hanya mencatat beberapa fakta mukjizat yang terkait dengan Muhammad dan hampir tidak ada pada penyembuhan atau mengusir setan.

Karena cara yang paling efektif dalam Yesus menyebarkan pesan-Nya melalui penyembuhan mari kita lihat metode yang paling efektif yang digunakan Muhammad untuk menyebarkan pesannya : melalui jihad, atau perang suci.

Bab 13

Makna Perang Suci