bagian 2_bab7

Bagian 2

Kehidupan Yesus dan Muhammad

Bab 7
Menyebarkan Ajaran

  • Muhammad: 7 tahun pertama di Madinah.

  • Usia: 53 – 60

  • Yesus: 1 – 2 tahun pelayanan final sampai perjalanan terakhir ke Yerusalem

  • Usia: 34 – 35

Yesus melakukan pelyanan-Nya dengan cara yang sama dari awal hingga akhir. Tapi dalam kehidupan Muhammad, ada sebuah saat yang menandakan perubahan besar. Itu adalah prjlanan dari Mekah ke Madinah dikenal sebagai hijrah. Pada bab ini kita akan lihat apa yang terjadi setelah Muhammad pindah dan bagaimana ia bekerja dengan 12 pemimpin nya untuk menyebarkan Islam. Kita juga akan lihat bagaimana Yesus bekerja dengan 12 murid-Nya untuk menyebarkan ajaran Nya.

Kita juga akan lihat bagian cerita dalm hidup Nya-perlawana yang mereka dapat kan dari komunitas Yahudi dan pemimpin agama pada massa mereka.

TENTARA MUHAMMAD MENYEBARKAN ISLAM

Pada bab sebelumnya, Muhammad baru saja menyukseskan perjanjian nya dengan 2 suku terbesar di Madinah. Pada titik ini, dia mulai mengirimkan pengikut nya dalm jumlah kecil dari Mekah untuk hidup di Madinah. Ini memerlukan beberapa bulan.

Muhammad Menangisi Mekah

Saat Muhammad siap untuk pindah dari Mekah ke Madinah, ia pergi ke puncak gunung dengan pemandangan kota Mekah dan berkata,’O Mekah, aku bersumpah engkau kota terdekat di hati ku dan jika bukan karena penduduk mu yang memaksa aku keluar, aku tidak akan pergi.’1

Dengan kata lain, Muhammad mengatakan betapa besar ia mencintai Mekah. Ingatlah perkataan Muhammad ini karena kita akan mengujungi nya kembali saat ia kembali ke Mekah 8 tahun kemudian.

Setelah ini, Muhammad dan salah satu pengikut setia nya, meninggalkan Mekah pada malam hari dan tiba di Madinah dengan selamat. Ini dikenal sebagai hijrah kedua, atau ziarah.2 kelender Islami menandai tanggal ini menurut H., atau setelah hijrah. Karena nya tanggal seperti 5 H mengacu pada 5 tahun setelah Muhamad berimigrasi ke Madinah.

Setelah bertahun – tahun mencari perlindungan Muhamad kini dalam posisis aman. Apa yang ia lakukan?

Izin Untuk Berperang

Di Mekah, Muhammad menghabiskan waktu 13 tahun bersikap kooperatif dan toleran, tidak melakukan kekerasan. Dia sering mengampuni orang yang menyakiti nya dan tidak berusaha untuk balas dendam. Setelah ia pindah ke Madinah, domba yang jinak ini berubah menjadi singa yang mengaum.

Sebelum tahun pertamanya di Madinah berakhir, Muhammad mengumumkan Allah memberikan izin dirinya untuk berperang. Sejarah Islam mencatat:
Lalu nabi bersiap berperang menurut perintah Tuhan untuk melawan musuhnya dan memerangi para penyembah patung-patung yang berada dalam tangan Tuhan yang memerintahkan untuk memerangi mereka. Ini adalah tiga belas tahun stelah panggilannya.3

Selama beberapa tahun pertama di Madinah, Muhammad sendiri memimpin beberapa penyerangan sendiri, tapi ia juga mengirim kerabat dan pengikut setia melakukan penyerangan sendiri. Ini termasuk mengirim pamannya Hamza dengan tigapuluh prajurit untuk menyergap karavan dari Mekah dan mengirim sepupu untuk menyerang beberapa Quraish saat berpergian di luar Mekah.4

Penduduk Mekah tidak mengatur penyerangan skala besar pada Muhammad setelah ia meninggalkan Mekah. Namun, Muhammad lagi memerintahkan penyerangan pada karavan dari Mekah yang pulang dari Syria. Ini adalah titi perubahan besar dari sejarah Islam.

Penyerangan ini tidak lebih dari alasan ekonomis. Itu adalah serangan terhadap kelangsungan hidup Mekah. Karavan hanya tiba dua kali dalam setahun. Mereka kembali dengan makanan, gula, garam dan pakaian yang dibutuhkan orang agar bertahan hidup. Mekah berada di padang gurun dimana orang tidak dapat menghasilkan banyak makanan, jadi mereka sangat tergantung pada perdagangan. Jika Muhammad berhasil menyerang karavan, Mekah akan menderita untuk jangka waktu tertentu.

Seperti biasanya, pemimpin karavan, Abu Sufyan, mendengar rencana Muhammad dan menghindari tempat dimana Muhammad menunggu untuk menyergap. (perhatikan orang ini karena ia akan menjadi bagian dari kisah Muhammad lagi nantinya). Penduduk Mekah memutuskan, bagaimanapun, Muhammad harus dihukum karena tujuannya. Meerka pergi untuk melawannya, dan kedua pihak bertemu di lembah Badr. Muhammad hanya memiliki tigaratus orang, tapi mereka menang secara mengejutkan dan membunuh atau menangkap banyak orang Mekah (Perang Badr 624 M, 2 H).5 ini membuatnya menjadi pemimpin terkuat di tanah Arab. (walau ia telah mengalahkan tentaranya, kota Mekah tetap di bawah kendali Quraish waktu itu).

Perang Badr membawa perang suci kepada jenjang baru. Muhammad mengatakan bahwa malaikat Jibril datang padanya dengan wahyu baru tentang bagaimana menangani kesuksesan mereka. Surah 8 dari Quran, berjudul ‘Rampasan Perang’. Bab ini bicara tentang peperangan dan memberikan beberapa intruksi praktis. Mari lihat empat point utama:

1. wahyu mengatakan pada Muslim bagaimana membagi harta yang mereka dapatkan dari tentara yang kalah

Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnusabil,

Surah 8:41

Dengan kata lain, Muhammad mengambil 20%’ (bagian yang ia dapat bagikan ke yang membutuhkan) dan sisa 80% dibagi diantara orang yang berperang bersamanya. Ini kedengarannya adil saat tentara masih berjumlah tiga ratus orang, tapi kemudian tentaranya mencapai sepuluh ribu orang. Dengan jumlah tentara itu, tiap prajurit hanya mendapatkan 0,08% dibandingkan dengan bagian Muhammad 20%. Ini menyebabkan keresahan diantara prajurit.

2. wahyu memerintahkan untuk terus memerangi siapapun yang menolak Islam

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah (kafir dan politheis, seperti menyembah selain Allah) dan supaya agama (ibadah)itu semata-mata untuk Allah. [diseluruh dunia].

Surah 8:39

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

Surah 8:65

Satu-satunya cara untuk selamat dari tentara Muhammad adalah menerima Islam

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: ‘Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunah (Allah terhadap) orang-orang dahulu’.

Surah 8:38

3. wahyu mengatakan Muslim untuk bersiap bagi misi selanjutnya.

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.

Surah 8:60

4. wahyu memerintahkan mereka untuk ‘berperang dengan keras’

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.

Surah 8:45

Muhammad mengajarkan bahwa misinya adalah untuk menyebarkan Islam melalui perang suci. Dia memberikan otoritas pengikutnya untuk menyerang kafir dan merampas kepunyaannya.

MEKAH MENCOBA MENGHENTIKAN MUHAMMAD

Seluruh bangsa Arab merasa terancam oleh Muhammad. Pada 5 H beberapa penyembah berhala dari Mekah bergabung dengan Yahudi dari Madinah untuk menyerang Muhammad. Muslim mengali parit di sekeliling kota Madinah dan hal ini melemahkan semangat orang Mekah dan mereka akhirnya mundur. Hampir tidak ada ada pertempuran yang terjadi di kenal sebagai Perang Parit, peristiwa ini penting dalam sejarah Islam, karena jika Muhammad menderita kekalahan besar, masa depan Islam akan terancam.

Seperti sebelumnya, Muhammad menyebarkan Islam melalui kekuatan militernya. Ia sendiri memimpin duapuluh tujuh penyerangan, dimana sembilan diantaranya ia ikut berperang bersama-sama. Muslim melakukan tigapuluh delapan penyerangan dan ekspedisi saat Muhammad tinggal di Madinah.6

Muhammad terus menyampaikan wahyu dari malaikat Jibril selama masa ini. Pesan ini dikumpulkan dan ditambahkan pada Quran seperti sebelumnya. Wahyu baru panggilan menyebarkan Islam dengan kekerasan.

Sekarang mari beralih ke Yesus pada hampir akhir hidupNya dan memerintahkan muridNya untuk menyebarkan ajaranNya.

YESUS MENGIRIM MURIDNYA UNTUK MENYEBARKAN KABAR BAIK

Tidak seperti Muhammad, yang berubah drastis stelah ia pindah ke Madinah, Yesus tidak merubah pesanNya atau cara penyebarannya. Saat Ia memasuki tahun ketiga pelayananNya, Ia terus berpergian, bicara di synagog atau tempat umum, menyembuhkan yang sakit, mengusir setan, dan melakukan mukzizat lainnya. Rakyat biasa tertarik padaNya, dan hampir semua pemuka agama merasa terancam karenaNya. Pada kesempatan ini, Ia memberikan instruksi keduabelas muridNya untuk pergi tanpaNya untuk menyebatkan kabar baik. Kemudian Ia memanggil kumpulan tujuhpuluh dua orang melakukan hal yang sama. Mari lihat lebih dekat apa yang Ia katakan pada mereka.

Perintah Berpergian

Saat saya mengambarkan perintah Yesus pada muridNya, saya akan taruh mereka dalam prespektif dengan instruksi yang Muhammad berikan pada pengikutnya.

1. Muhammad memberikan pengikutnya otoritas untuk berperang, tapi Yesus memberikan muridNya otoritas yang beda. Injil Matius mencatat:

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

Matius 10:1

2. Muhammad memberikan Instruksi pengikutnya bagaimana membagi harta yang mereka rampas dari kafir. Yesus melarang pengikutNya untuk meminta uang dari orang atau membawa uang bersamanya.

Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.

Matius 10:8-9

3. Jika sebuah kota menolak Islam, Muhammad memerintahkan muslim untuk menyerangnya. Yesus berkata:

Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.’

Matius 10:14-15

Dengan kata lain, Yesus mengatakan kota yang menolak ajaranNya akan dihukum Tuhan pada hari penghakiman, bukan oleh muridnya pada saat itu. Sama seperti apa yang Ia lakukan pada hidupNya, Yesus menyuruh pengikutNya untuk menjauhi diri dari orang yang melawan mereka.

Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain

Matius 10:23

4. Muhammad menyuruh pengukitnya untuk memerangi kafir dengan keras. Yesus mengatakan pada pengikutnya untuk tabah menghadapi perlawanan dari orang yang tidak percaya. Ia mengatakan mereka akan di dera, di tahan, dan diadili (Mat 10:16-19)

Para murid mengikuti perintah Yesus.

Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

Markus 6:12-13

KONFLIK DENGAN ORANG YAHUDI

Ada kisah besar baik dalam kehidupan Yesus dan Muhammad-konflik mereka dengan orang Yahudi atau pemuka agama Yahudi. Sebagian besar interaksi Muhammad dengan orang Yahudi terjadi saat ia tinggal di Madinah karena Mekah hanya ada sedikit Yahudi. Yesus yang sendirinya adalah Yahudi, berinteraksi dengan orang Yahudi sepanjang hidupNya. Tapi Ia mengalami konflik dengan pemuka agama Yahudi. Mari lihat terlebih dahulu apa yang terjadi dalam hidup Muhammad.

Konflik Muhammad Dengan Yahudi

Komunitas Yahudi terbesar di Arab ada di Madinah. Setelah Muhammad pindah ke sini, ia berinteraksi dengan Yahudi setiap hari. Ia berdagang dengannya, mengunjungi rumah mereka dan makan bersama mereka. Muhammad berharap Yahudi menerima Islam, karena ia mengajarkan hanya ada satu Tuhan, sama seperti kepercayaan Yahudi. Namun, Yahudi tidak terkesan dengan pengajaran Muhammad. Mereka minta tanda yang menunjukan ia nabi sejati. Quran mencatat:

Dan mereka berkata: ‘Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?’

Surah 29:50

Muhammad menjawab ia hanya seorang manusia biasa, pengingat, dan Quran sendiri adalah tanda satu-satunya yang orang butuhkan.

Katakanlah: ‘Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata’. Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) sedang dia dibacakan kepada mereka?

Surah 29:50-51

Muhammad berdebat dengan Yahudi selama tiga tahun. Lalu semua orang terkejut saat ia memerintahkan pembunuhan orang Yahudi terkenal yang mengkritiknya dengan puisi (3 H).
Ini bagaimana kisah itu terjadi:

Dalam pertemuan dengan pengikutnya Muhammad bertanya, ‘siapa yang akan membunuh orang ini untukku?’ beberapa Muslim sukarela mengajukan diri. Suatu malam, mereka datang ke rumah orang itu dan mengundang berjalan bersama mereka. Stelah mereka berjalan bersama beberapa saat, seseorang memberi signal dan mereka menyerangnya dengan pisau dan belat, menusuk ia hingga tewas.6

Perilaku Muhammad terhadap orang Yahudi telah berubah. Ia memerintahkan pembunuhan lainnya, dan karena mereka menolak untuk menerima Islam, ia secara sistematis mengusir mereka keluar dari tanah Arab.
Pertama, ia menyerang bani Nadir (suku Nadir 4 H) ia menghancurkan kebun kurma mereka dan ia mengusir mereka dari desanya. Dua tahun kemudian ia memutuskan penyerangan perkampungan Bani Qurayzah [Kor-AY-zuh]. Ia mengepung desa itu. Stelah mereka menyerah, ia membunuh semua pria (sekitar enam ratus orang) dan mengambil anak dan wanita sebagai budak (5 H).7 Akhirnya, ia memukul keluar Kaybar (7 H), sebuah perkampungan dekat Madinah.

Muhammad menyokong hidupnya dan keluarganya dengan harta yang ia rampas dari Yahudi Kaybar.

Di ceritakan pada kewenangan Umar, yang berkata: ‘harta yang ditinggalkan oleh Bani Nadir adalah barang yang Allah berikan kepada Rasul-Nya untuk ekspedisi yang tidak dilakukan dengan baik atau pasukan berkuda atau unta. Harta ini terutama yang dimaksudkan untuk Nabi Suci. Dia akan memenuhi pengeluaran tahunan keluarganya dari pendapatan itu, dan apa yang akan dibelanjakan secara tetap untuk membeli kuda dan senjata sebagai persiapan untuk jihad. ‘8

Muhammad tidak mengtoleransi kritik dari Yahudi, dan ia tidak akan mengizinkan mereka hidup dengan tenang karena mereka telah bergabung dengan musuh berperang melawannya.

Yesus Berhadapan Dengan Pemimpin Agama Yahudi

Enam ratus tahun sebelum masa Muhammad, Yahudi pada masa Yesus juga bersikap kritis atas ajaran baru.’ ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.’ (Lukas 11:53)

Sama seperti apa yang mereka lakukan kepada Muhammad, Yahudi juga meminta tanda dari Yesus

Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: ‘Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.’ Tetapi jawab-Nya kepada mereka: ‘Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

Matius 12:38-40

Yesus menggunakan ‘Tanda Yunus’ untuk mengatakan Ia akan mati dan tetap dalam kubur selama tiga hari sebelum Ia bangkit.

Yesus juga memberikan kuasa penyembuhan dan mukzizat sebagai tanda ia memiliki kuasa Ilahi. Saat Yesus mengajar muridNya ia berkata,’ Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena mukzizat-mukizat itu sendiri.’ (Yohanes 14:11 lihat juga Mat 9:2-7)

Yesus menunjukan frustrasi dan marah dengan pemimpin agama. Injil mencatat beberapa kali saat ia bicara melawan mereka secara lantang (Mat 23; Mark 7:1-23; Yoh 8:42-59). Ia juga mengunakan perumpamaan memprotes tindakan mereka (Mat 21:28-46; 22:1-14). Namun, ia tidak mencoba menyakiti seorangpun dari mereka.

Sekarang kita telah melihat apa yang Yesus dan Muhammad lakukan dalam hidup mereka selama stengah bagian ke dua pelayanan mereka. Mari kita lihat secara singkat hidup pribadi mereka.

KEHIDUPAN PRIBADI

Setelah Muhammad pindah ke Madinah, kehidupan pribadinya berubah drastis. Saat di Mekah, ia menikah hanya pada seorang wanita, Khadijah. Yang meninggal setelah duapuluh lima pernikahan. Selama tahun pertama di Madinah, Muhammad menikah dengan anak pengikut setia, Abu Bakr. Hal ini tidaklah aneh, kecuali fakta bahwa anak gadis itu berusia enam tahun.9

Sejarah Islam menuliskan Muhammad tidak berhubungan badan dengan gadis itu yang bernama Aisyah [Ah-EE-sha], sampai ia berusia sembilan tahun. Tapi perjanjian ini sangat tidak lazim, bahkan di tanah Arab waktu itu. Ia tetap menikah dengan muhammad sampai kematian Muhammad, saat ia berusia delapan belas tahun. Namun, ia bukan satu satunya istri Muhammad. Muhammad menikah dengan sebelas wanita selama ia tinggal di Madinah. Muhammad menghabiskan energy cukup banyak mengatur istri-istrinya (saya akan jelaskan pengaruh istri-istrinya lebih lengkap di bab 16)

Kontras, kita tidak menemukan catatan Yesus pernah menikah. Ia menghabiskan waktunya dengan para murid, dan secara khusus dekat dengan tiga orang diantaranya-Petrus-Yohanes-dan Yakobus (Mat 17:1; Mark 5:37; 14:33). Ia menjaga hubungan dengan ibu dan saudaranya, dan ia juga memiliki persahabatan dengan Maria, Marta, dan saudaranya, Lazarus. Sekelompok kecil wanita berpergian bersama Yesus dan membantunya (lihat bab 16 untuk informasi lebih lengkap).

KESIMPULAN

Kita sekarang mendekati akhir hidup baik Yesus dan Muhammad, bab selanjutnya dari buku ini akan memperhatikan tiga tahun terakhir dari Muhammad (Usia 61 hingga 63) dan bulan-bulan terakhir dari Yesus (usia sekitar 35 atau 36).

Bab 8

Hari-Hari Terakhir